KUPANG, fortuna.press– Puluhan Etnis Nusantara yang tergabung dalam Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi NTT siap berpartisipasi dan meramaikan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-140 Kota Kupang tanggal 25 April 2026.
Adapun memasuki tahun 2026, Kota Kupang menemui HUT yang ke-140 sejak resmi berdiri pada 23 April 1886 dan HUT ke-30 Kota Kupang sebagai Daerah Otonom (sejak peresmian Kotamadya pada 25 April 1996).
Saat ini Pemerintahan Kota Kupang dipimpin oleh Wali Kota dr.Christian Widodo dan Wakil Walikota Serena Cosgrova Francis. Kedua tokoh muda ini berkomitmen menjadikan Kupang, kota kasih sebagai Rumah Bersama yang Maju, Mandiri, Sejahtera, dan Berkelanjutan.
FPK sendiri merupakan forum yang beranggotakan 32 etnis Diaspora nusantara di Kota Kupang yang berasal dari Sumatera, Jawa, Madura, Kalimatan,Bali, NTB, Sulawesi Ambon dan Maluku.
Beberapa anggota lainnya yakni Peguyuban Marga Tionghoa Indonesia (PSMT) NTT, INTI, HAKKA dan payuguban lokal etnis kabupaten/kota se-Provinsi NTT.
Sekretris FPK NTT Onazimus J.Pela,ST kepada fortuna.press, Senin (13/4) mengatakan pihaknya merespon undangan dari Pemerintah Kota Kupang untuk terlibat aktif dalam rangkaian kegiatan HUT ke-140 Kota Kupang tahun 2025.
“Undangan dari Pemkot Kupang melalui Pak Sekda Jefri Pelt ditujukan kepada FPK NTT berisi ajakan untuk berpartisipasi dalam ajang atraksi budaya daerah masing-masing etnis pada tanggal 25 April. Kita sedang ko0rdinasi dan berharap semua ikut,” ujar Onas yang adalah juga Ketua Etnis Rote Kupang ini.
Dikatakan hingga saat ini sementara proses pendaftaran peserta. Beberapa peguyuban yang sudah memastikan diri ikut yakni Perkumpulan Keluarga Pasundan Mangle (PKPM), Komunitas Kita Bersaudara Maumere (KKBM) Kupang, Komunitas Minang Saiyo Sakato, Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Kelaurga Besar Lamaholot (KABELA) Kupang, dan Ikatan Keluarga Ngada (IKADA) Kupang.
Beberapa payuguban yang pasti ikut juga adalah Peguyuban Sosial Marga Tionghoa (PSMTI) NTT, Indonesia Tionghoa (INTI) NTT, HAKKA dan juga peguyuban lokal lainnya.
Adapun peringatan HUT Kota Kupang tahun bertepatan dengan dua momen bersejarah sekaligus yakni hari jadi kota sejak masa kolonial dan hari jadinya sebagai Daerah Otonom.
Menampilkan Kekayaan Budaya
Wali Kota Kupang dr Christian Widodo menggagas inovasi baru dalam perayaan HUT Kota Kupang tahun ini, yakni karnaval budaya yang melibatkan seluruh suku dan komunitas diaspora di Kota Kupang.
Karnaval tersebut dirancang sebagai ajang menampilkan kekayaan budaya dengan pakaian adat, tarian, serta identitas masing-masing daerah. Ia bahkan menargetkan kegiatan ini menjadi agenda tahunan berskala besar yang dapat menarik wisatawan.
“Kita mulai saja dulu, tidak perlu sempurna. Nanti dari tahun ke tahun akan makin besar. Ini bisa jadi warisan budaya dan daya tarik Kota Kupang,” ujarnya kepada timex pekan lalu.
Sementara Kota Kupang, Jeffry E. Pelt, Jeffry Pelt mengatakan guna menyambut HUT ke-30 Kota Kupang juga, semua camat dan lurah agar lebih memperhatikan kebersihan lingkungan masing-masing, segera memperhatikan rumput dan sampah di semua ruas jalan di wilayah masing-masing.
“Kita juga sudah melakukan rapat persiapan untuk HUT Kota Kupang, agar semua tempat usaha membuat ucapan selamat HUT Kota Kupang, yang mulai dipasang pada tanggal 1 sampai 30 April nanti. Bisa pasang spanduk atau baliho,” ujarnya.
Dia melanjutkan bahwa akan ada lomba baris-berbaris dan penggerek bendara, yang dimana kegiatan itu dari MPR RI, dimana Ketua Panitianya adalah Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, karena lomba ini akan menghasilkan satu urusan dari setiap daerah, termasuk Kota Kupang juga akan mengirimkan utusannya.
Memerintah adalah Melayani
Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Kupang periode 2025–2029, visi pemerintah kota Kupang yakni menjadikan “Kota Kasih sebagai Rumah Bersama yang Maju, Mandiri, Sejahtera, dan Berkelanjutan dalam Spirit Lil Au Nol Dael Banan.”
Visi ini menekankan pada paradigma pelayanan “To govern is to serve” (memerintah adalah melayani), di mana pembangunan difokuskan pada keberlanjutan dan kemandirian daerah sebagai hunian yang nyaman bagi seluruh masyarakat.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Pemerintah Kota Kupang menetapkan empat misi utama (program strategis) yakni ;
Pertama, Membangun SDM Berkualitas dengan fokus pada peningkatan mutu pendidikan, kesehatan, dan pengembangan kompetensi masyarakat untuk menciptakan daya saing.
Kedua, Membangun Ekonomi Inklusif dengan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang mandiri dan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat melalui pemberdayaan UMKM dan sektor riil lainnya.
Ketiga, Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dengan mengedepankan birokrasi yang bersih, transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi (smart city).
Keemapt, Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan dengan menyediakan sarana dan prasarana kota yang merata dengan tetap menjaga keseimbangan lingkungan hidup. (tim/42na)