KUPANG, fortuna.press – Ratusan Umat Stasi St.Agustinus Bello, Paroki St.Fransiskus dari Assisi Keuskupan Agung Kupang menghadiri Misa Kamis Putih dengan penuh sukacita, 2 April 2026.
Adapun makna dan tradisi Kamis Putih dalam gereja katolik memperingati tiga peristiwa penting antara lain Perjamuan Terakhir yang mana Yesus makan bersama murid-murid-Nya sebelum diserahkan untuk disalibkan; Ritus Pembasuhan Kaki yang melambangkan kerendahan hati dan perintah Yesus untuk saling melayani serta Perayaan Ekaristi sebagai peringatan akan tubuh dan darah Kristus dalam rupa roti dan anggur.
Perayaan Misa II yang langsung dipimpin Pastor Paroki RD.Longginus Bone dimeriahkan oleh koor dari umat Sta.Maria Virgo
Dalam Kotbahnya Romo Longginus Bone menekankan pentingnya cinta kasih dan pengorbanan.
Bahwa cinta tidak boleh hanya sampai pada kata-kata namun harus berupa sebuah tindakan nyata sebagaimana yang ditampilkan Yesus sebagai guru dan teladan.
Yesus menunjukan kerendahatian cinta dengan membasuh kaki para muridnya. Ia juga memberi bukti kasih sejati dan pelayanan dengan tindakan simbolis, membagikan roti yang adalah hidupnya sendiri kepada para muridnya
Sebagai guru, Ia memberikan contoh yang menginspirasi dan menggerakan nurani untuk bertindak sebagai pelayan bagi sesamanya.
Peristiwa ini dikenang setiap perayaan ekristi dengan penuh sukacita dan syukur.
Yesus tahu diantara banyak orang baik diantara 12 murid pasti ada yang kemudian menyangkal dirinya, bahkan menjual dirinya demi kesenangan diri.
“Bahwa di atas meja perjamuan yang sama, ada cinta yang nyata tapi juga pengkhianatan yang disembunyikan,”ujar Romo Dus sapaan karib Romo Longginus Bone.
Dikatakan, peristiwa pembasuhan kaki para murid oleh Yesus menegaskan pentingnya membersihkan diri, bahwa sebelum perayaan Paskah Yesus membersihkan dan mencerahkan hidup para murid, pikiran hati dan sikap mereka agar sungguh bersih dan bersinar merayakan paskah.
Searah dengan sikap dan tindakan nyata Yesus, Romo Dus mengajak umat agar senantiasa menjaga persekutuan, persaudaraan dan kebersamaan dalam kehidupan keluarga, komunitas gereja dan lingkungan yang lebih luas.
Adapun Misa II yang dimulia sekitar pukul 19.30 WITA tersebut berakhir dengan perarakan Sakramen Maha Kudus mengintari kapela sebelum di tahktakan untuk dilakukan adorasi/berjaga-jaga sambil berdoa secara bergilir semalam suntuk. (tim/42na)