KUPANG, fortuna.press – Langkah cerdas, produktif dan kolaboratif dilakukan Rotary Club (RC) Kupang Rastamores bersama sejumlah manajemen hotel yang tergabung dalam Indonesia General Manager Hotel Association (IGHMA) di kota Kupang dalam menyiapkan Skill Hospitality (Pelayanan) bagi anak-anak NTT yang siap studi sambil bekerja ke Jerman, sejak 15 Maret 2026.
Kerjasama produktif itu melibatkan sejumlah manajemen hotel bintang di Kota Kupang antara lain Swiss Belcourt Kupang, Aston, Sotis, dan Amaris Hotel.
Presiden Rotary Club Kupang Rastamores Abed Frans kepada fortuna.press, Selasa, (31/3) mengatakan tujuan kolaborasi itu adalah memberikan vokasi/ praktek industry pada bidang Hospitality kepada 15 anak yang akan menempuh pendidikan Vokasi di Jerman.
Dia berharap selain hospitality praktek Vokasi seperti itu dapat dilakukan pada bidang-bidang lainnya seperti kesehatan, industri pabrikan, restaurant, dan lain sebagainya.
“Kita ingin agar anak-anak yang akan menempuh pendidikan vokasi diluar negeri memiliki ketrampilan memadai dari aspek kompetensi dan kualifikasi pelayanan apalagi di Jerman nanti mereka akan sekolah sambil belajar pada hotel-hotel yang lebih besar dan mewah dengan pelanggan yang berbeda habit pula,” ujarnya.
Dia berterima kasih kepada General Manager Swiss Belcourt Kupang Dedy John Hidayat dan teman-teman Indonesia Hotel General Manager Association (IGHMA) Kupang yang telah membantu memberi ruang bagi anak-anak untuk belajar.
Bukan sekedar Magang Tapi Menunaikan Mimpi
Sementara General Manager Swiss Belcourt Kupang Dedy John Hidayat mengatakan pihaknya menyambut gembira anak-anak NTT yang ingin belajar bersama tentang hospitality pada hotel-hotel yang ada di Kupang dalam program bersama LC Kupang Rastamores ini.
Dia menjelaskan bahwa hospitality adalah industri jasa yang berfokus pada keramahtamahan, pelayanan tulus, dan penyediaan kenyamanan bagi tamu atau pelanggan, seperti akomodasi, makanan, dan hiburan.
“Industri ini mencakup perhotelan, pariwisata, kuliner, dan manajemen acara, yang bertujuan menciptakan pengalaman positif dan memuaskan kebutuhan pelanggan. Kita berterima kasih juga kepada Pak Abed dari Rotary Club Kupang Rastamores dan anak-anak yang punya semangat belajar ini,’ujarnya Dedy mewakili pengurus Indonesia Hotel General Manager Association (IGHMA) Kupang kepada fortuna.press, Rabu, 1 April 2026
Menurut Dedy, kolaborasi tersebut bukan sekadar program magang. Ini adalah tentang harapan tentang anak-anak NTT yang sedang disiapkan untuk berani bermimpi lebih jauh, bahkan sampai ke panggung dunia.
“Hari ini, ada sekitar 15 anak muda yang tersebar ke beberapa hotel terbaik di Kupang datang bukan hanya membawa seragam praktik, tetapi juga mimpi. Mereka kami tempatkan di Front Office, Housekeeping, dan Food & Beverage—belajar langsung menghadapi tamu, belajar berdiri dengan percaya diri, dan belajar bahwa mereka punya nilai, urainya.
Dedy mengaku melihat sendiri bagaimana mereka berubah. Dari yang awalnya ragu berbicara, menjadi lebih percaya diri menyapa tamu. Dari yang hanya ingin “lulus”, mulai berani membayangkan bekerja di hotel-hotel besar, bahkan di luar negeri.
Selama 2 bulan katanya, mereka tidak hanya diajarkan cara bekerja, tetapi cara menghargai diri sendiri, disiplin, dan memahami bahwa mereka mampu bersaing. Karena di balik setiap pelayanan kecil yang mereka lakukan, ada proses membangun masa depan.
“Yang kami bangun lewat program ini bukan hanya keterampilan, tetapi kepercayaan diri. Kami ingin mereka pulang dengan keyakinan bahwa mereka tidak kalah dari siapa pun, ujarnya bersemangat
Dia percaya, masa depan pariwisata NTT bukan hanya tentang keindahan alamnya, tetapi tentang anak-anak mudanya yang berani bermimpi dan diberi kesempatan. “Dan jika suatu hari mereka berdiri di hotel besar di luar sana, kami ingin mereka ingat semuanya dimulai dari sini, dari Kupang, ujarnya lagi
Dedy memberikan semangat bahwa mungkin hari ini anak-anak NTT masih belajar. Tapi suatu hari nanti, mereka akan pergi lebih jauh. Dan saat itu terjadi.
“Kami tahu semua ini bukan sia-sia. Suatu hari nanti, mereka akan bekerja di kota lain, bahkan di negara lain. Tapi jejak awalnya ada di sini di ruang-ruang sederhana tempat mereka pertama kali belajar percaya diri, katanya optimis.
Tentang Pendidikan Vokasi dan Ausbildung
Adapun 15 anak yang akan menempuh pendidikan vokasi di Jerman ini adalah peserta dari program Ausbuildung yang digagas pemerintah Jerman dan Indonesia.
Ausbildung adalah program pendidikan vokasi ganda (dual system) di Jerman yang menggabungkan pelatihan kerja praktis di perusahaan (sekitar 70%) dan studi teori di sekolah vokasi (Berufsschule) (sekitar 30%) selama 2–3,5 tahun. Peserta (disebut Azubi) tidak dipungut biaya sekolah, bahkan mendapatkan gaji bulanan (Ausbildungsvergütung) dari perusahaan tempat mereka bekerja.
Fokusnya menciptakan tenaga ahli siap kerja dengan sertifikat yang diakui internasional.
Di NTT, program ini terpusat di SMKN 4 Kupang yang diasuh langsung oleh Semy Ndolu,S.Pd, M.Pd yang adalah juga Kepala Sekolah SMKN 4 Kupang. Mereka diasuh dan diberikan bimbingan khusus terutama penguasaan bahasa Jerman selama masa studi kelas 1-3 dan harus mengikuti sejumlah tahapan testing sebelum akhirnyan diberangkatkan ke negara tujuan Jerman.
Selama studi vokasi di Jerman, peserta menerima uang saku/gaji, umumnya berkisar 900 hingga 1.300+ Euro per bulan, tergantung bidang dan tahun pelatihan
.
Sejumlah bidang yang dibutuhkan yakni keperawatan, perhotelan, teknisi mekatronik, administrasi perkantoran, dan gastronomi.
Pesyaratannya yakni kemampuan Bahasa Jerman minimal B1/B2, usia minimal 18 tahun, dan ijazah SMA/SMK sederajat. (tim/42na)