KUPANG, fortuna.press – Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Abdi Sehat RSUD Prof.Dr.W.Z. Johannes Kupang mengukuhkan diri sebagai 20 besar Koperasi Sehat dengan skor 85,16 di Kota Kupang dari total 365 koperasi yang terdaftar.
Hal itu dikatakan Feby Rosaline Koli,SSTP, MM Pejabat Fungsional Pengawas Koperasi (KFPK) pada Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Kupang dalam sambutannya pada acara pembukaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) XIX Tahun Buku 2025 KPRI Abdi Tulus RSUD Prof.Dr.W.Z.Johannes Kupang, Rabu,18 Maret 2026 di lantai III Gedung Ponek RSU Johannes Kupang.
Hadir saat ini Wakil Ketua Dekopinda Kota Kupang Imanuel Mala Legi, Pembina KPRI Abdi Tulus yang adalah juga Direktur RSUD Prof.Dr.W.Z.Johannes Kupang, dr. Stefanus Dhe Soka,Sp.B, Ketua Pengurus KPRI Titus Nau,SE dan Sekretaris Yohanes Nabuasa,S.Sos, Ketua Dewan Pengawas Nurlaila Lanja,S.Kep,NS serta ratusan orang anggota koperasi tersebut
Feby memberikan apresiasi atas raihan skor kesehatan koperasi Abdi Tulus yang menyentuh angka 85,16 untuk TB 2025 setelah dilakukan pemeriksaan oleh Pejabat Pengawas Koperasi Kota Kupang.
Beberapa indikator yang dinilai antara lain tentang tata kelola organisasi, keanggotaan, dan keuangan hal mana simpanan anggota yang naik 12%, modal dan juga SHU sebanyak Rp 616 juta serta total aset yang telah mencapai Rp 7 miliar lebih.
Menurutnya, penambahan anggota itu menandakan koperasi itu dipercaya karena memberi manfaat untuk anggota dan calon anggota baru.
Meski demikian, Feby juga memberikan beberapa catatan kritis terkait Non Perfoming Loan (NPL/ Kredit macet) yang tidak boleh lebih dari 5% karena akan berdampak pada kesehatan koperasi.
Pengurus diminta memperkuat analisis kredit, memperhatikan kualitas pinjaman dan memastikan pinjaman yang disalurkan dapat dikembalikan dengan lancar.
Hal lain penting juga kata Feby adalah kesiapan SDM mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) pengurus dan pengawas koperasi wajib dilakukan berdasarkan Permenkop UKM Nomor 8 Tahun 2023 dan Juklak Nomor 1 Tahun 2024 untuk meningkatkan tata kelola profesional
UKK dimaskud adalah prosedur baku dalam menilai integritas, kompetensi, dan reputasi keuangan pengurus, serta menjadi syarat izin usaha koperasi simpan pinjam
Dia berharap Pengurus KPRI Abdi Tulus dapat melaksanakan tugas dengan jujur, penuh tanggungjawab serta melayani anggota dengan hati, tingkatkan hal-hal baik dan memperbaiki yang masih kurang.
Siapkan Kaderisasi
Sementara Wakil Ketua Dekopinda Kota Kupang Imanuel Mala Legi mengatakan menekankan pentingnya pagelaran RAT sebagai momentum melakukan evaluasi dan pertanggungjawaban pengurus bagi anggota selama 1 tahun buku terutama dalam hal tata laksana organisasi, keuangan dan usaha.
“RAT TB 2025 ini lebih cepat 10 hari dari tahun sebelumnya TB 2024 pada tanggal 27 Maret 2024,” ujarnya
Ima mengapresiasi kemajuan dari sisi asset yang sudah tembus di angka Rp 7,831 miliar lebih.
Data Dekopinda menunjukan bahwa KPRI Abdi Tulus masuk dalam ranking 20 besar koperasi sehat dari total 365 koperasi yang terdaftar di Dekopinda Kota Kupang.
Karena kepengurusan KPRI Abdi Tulus akan berakhir pada 2027 maka dia juga meminta untuk mempersiapkan kaderisasi anggota dan mengikuti UKK dengan memanfaatkan dana pelatihan anggota sebanyak Rp 34 juta yang ada sehingga kedepan koperasi ini bisa lebih survive dan dikelola oleh SDM yang lebih teruji.
Unggul, Terpercaya dan Berkelanjutan
Direktur RSUD Prof.Dr.W.Z Johannes Kupang dr. Stefanus Dhe Soka,Sp.B selaku Pembina KPRI Abdi Tulus meminta pengurus memperkuat inovasi usaha dan perbanyak anggota
Dokter Stef juga berharap koperasi itu tetap konsisten menggapai visi unggul, terpercaya dan berkelanjutan.
Untuk mencapai visi itu maka para pengurus diminta lebih kreatif dan inovatif mengembangkan usaha selain unit simpan pinjam demi kesejatheraan bersama anggota.
Dia merincikan potensi usaha yang perlu dikembangkan antara lain pengelolaan parkir di kompleks RSUD Johannes yang lebih profesional dan selaras zaman (digitalisasi), juga mengelola beberapa unit bangunan yang tak terpakai sehingga bisa lebih produktif.
Abdi Tulus juga harus menjaga marwah sebagai koperasi terpercaya dan punya masa depan dimulai dari pengurus dan pengawas, dengan cara simpan secara teratur dan pinjam bijaksana.
“Ada 1.300 karyawan RSUD Johannes tapi baru gabung sekitar 500 orang artinya masih ada 60 persen calon anggota yang belum bergabung karena belum yakin dan percaya,” ujarnya
Dia mewanti-wanti komitmen semua anggota untuk mendukung kemajuan koperasi itu kedepan dengan meminjam sesuai kebutuhan dan mengembalikan tepat waktu sehingga tidak menghalangi anggota lain untuk mengakses hak yang sama dimasa depan.
Bukukan Total Aset Rp 7.831.311.119
Adapun Ketua Pengurus KPRI Abdi Tulus, Titus Nau, SE mengatakan RAT XIX TB 2025 merupakan agenda rutin tahunan untuk mempertangungjawabkan kinerja pengurus dan pengawas selama 1 tahun buku kepada anggota dan dievaluasi bersama terkait keanggotaan, tata laksana organisasi koperasi dan pengelolaan keuangan.
Titus menjelaskan bahwa berdasarkan data per 31 Desember 2025 menunjukan jumlah anggota KPRI Abdi Tulus sebanyak 487 orang, bertambah 39 orang, Pensiun 7 orang dan pindah tugas 11 orang dari sebelumnya hanya 466 orang pada TB 2024.
Secara organisatoris, komposisi Badan Pengurus dan Pengawas KPRI Abdi Tulus periode 2022-2027 adalah Direktur RSUD Johannes Kupang sebagai Pembina, Pengurus terdiri dari Titus Nau,SE sebagai Ketua, Johanis Nabuasa,S.Sos sebagai Sekretaris dan Klara Admiyati sebagai anggota. Komposisi Pengawas yakni Nurlaila Lanja,S.Kep,Ns sebagai Ketua dibantu Linda Margarehta Toh,SE dan Henny Lestari Sembiring,Se sebagai anggota.
Dibidang Keuangan, KPRI Abdi Tulus membukukan total aset pada 31 Desember 2025 sebesar Rp 7.831.311.119 dengan rincian Simpanan Anggota sebanyak Rp 3.772.625.029 dan Pinjaman yang beredar senilai Rp 3.680.776.731. Adapun Laba yang diperoleh sebanyak Rp 1.422.937.738 dengan beban biaya Rp 783.066.940 sehingga total SHU Rp 684.906.798.
Selain memperkuat layanan simpan pinjam, Titus bersama forum RAT XIX juga menyepakati memperkuat tata kelola keuangan, organisasi hingga rencana pengembangan usaha parkir eletronik di kawasan RSUD Johannes dan juga memaksimalkan pemanfaatan salah satu gedung di kawasan itu untuk gerai bisnis sebagaimana arahan Pembina yang adalah juga Direktur RSUD Johannes Kupang.
Pantauan fortuna.pres, Rapat Anggota Tahunan (RAT) XIX Tahun Buku 2025 KPRI Abdi Tulus RSUD Prof.Dr.W.Z.Johannes Kupang yang berlangsung secara marathon dalam suasana penuh kekeluargaan mulai pukul 11.00 WITA hingga pukul 15.ooWITA.
RAT dipimpin oleh Yudo Waluyo sebagai Pimpinan Sidang dan Sekretaris Isha Parera dihadiri ratusan orang anggota. Forum itu berhasil melakukan evaluasi secara menyeluruh pelaksananan progam kegiatan Tahun Buku 2025 dan juga menyepakati target dan rencana program TB 2026. (tim/42na)