Friday, April 3, 2026
spot_img
More

    Latest Posts

    Bukukan Aset Rp 7,8 Miliar Lebih, Ketua KPRI Abdi Tulus Titus Nau,SE Siap Perkuat Unit Layanan Usaha

    KUPANG, fortuna.press – Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Abdi Tulus RSUD Prof.Dr.W.Z.Johannes Kupang membukukan aset gemilang pada tahun buku 2025 mencapai Rp 7.831.311.119.
    Hal itu dikatakan Ketua Pengurus KPRI Abdi Tulus, Titus Nau, SE ketika menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengurus dalam RAT XIX Tahun Buku 2025 di Aula Gedung Ponek, kompleks RSUD Johannes Kupang, Rabu, 18 Maret 2026.
    RAT XIX dibuka oleh Direktur RSUD Prof.Dr.W.Z Johannes Kupang dr. Stefanus Dhe Soka,Sp.B selaku Pembina Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Abdi Tulus, dihadiri Pejabat Fungsional Pengawas Koperasi (KFPK) pada Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Kupang Feby Rosaline Koli,SSTP, MM, Wakil Ketua Dekopinda Kota Kupang Imanuel Mala Legi, Seketaris Pengurus Yohanes Nabuasa,S.Sos, Ketua Dewan Pengawas Nurlaila Lanja,S.Kep,NS serta ratusan orang anggota koperasi tersebut
    Dikatakan Titus, RAT merupakan agenda rutin tahunan untuk mempertangungjawabkan kinerja pengurus dan pengawas selama 1 tahun buku kepada anggota dan dievaluasi bersama terkait keanggotaan, tata laksana organisasi koperasi dan pengelolaan keuangan.
    Ia menjelaskan data per 31 Desember 2025 menunjukan total aset pada KPRI Abdi Tulus sebesar Rp 7.831.311.119 dengan rincian Simpanan Anggota sebanyak Rp 3.772.625.029 dan Pinjaman yang beredar senilai Rp 3.680.776.731. Adapun Laba yang diperoleh sebanyak Rp 1.422.937.738 dengan beban biaya Rp 783.066.940 sehingga total SHU Rp 684.906.798.
    Dalam hal keanggotaan, jumlah anggota KPRI Abdi Tulus terkini sebanyak 487 orang, bertambah 39 orang, Pensiun 7 orang dan pindah tugas 11 orang dari sebelumnya hanya 466 orang pada Tahun Buku 2024.
    Adapun secara organisatoris katanya, komposisi Badan Pengurus dan Pengawas KPRI Abdi Tulus periode 2022-2027 adalah Direktur RSUD Johannes Kupang sebagai Pembina, Pengurus terdiri dari Titus Nau,SE sebagai Ketua, Johanis Nabuasa,S.Sos sebagai Sekretaris dan Klara Admiyati sebagai anggota. Kopmposisi Pengawas yakni Nurlaila Lanja,S.Kep,Ns sebagai Ketua dibantu Linda Margarehta Toh,SE dan Henny Lestari Sembiring,Se sebagai anggota.
    Selain memperkuat layanan simpan pinjam, Titus bersama forum RAT XIX juga menyepakati memperkuat tata kelola keuangan, organisasi hingga rencana pengembangan usaha parkir eletronik di kawasan RSUD Johannes dan juga memaksimalkan pemanfaatan salah satu gedung di kawasan itu untuk gerai bisnis sebagaimana arahan Pembina yang adalah juga Direktur RSUD Johannes Kupang.
    Pantauan fortuna.pres, Rapat Anggota Tahunan (RAT) XIX Tahun Buku 2025 KPRI Abdi Tulus RSUD Prof.Dr.W.Z.Johannes Kupang yang berlangsung secara marathon dalam suasana penuh kekeluargaan mulai pukul 11.00 WITA hingga pukul 15.00 WITA.
    RAT dipimpin oleh Yudo Waluyo sebagai Pimpinan Sidang dan Sekretaris Isha Parera dihadiri ratusan orang anggota. Forum itu berhasil melakukan evaluasi secara menyeluruh pelaksananan progam kegiatan Tahun Buku 2025 dan juga menyepakati target dan rencana program TB 2026.
    Intens Ajak Karyawan RSUD Johannes Bergabung
    Direktur RSUD Prof.Dr.W.Z Johannes Kupang dr. Stefanus Dhe Soka,Sp.B selaku Pembina Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Abdi Tulus saat membuka pelaksanaan RAT TB 2025 mendorong seluruh karyawan rumah sakit itu untuk menjadi anggota koperasi itu.
    “Ada sekitar 1.300 karyawan RSUD Johannes tapi baru gabung sekitar 500 orang, artinya masih ada 60 persen calon anggota yang belum bergabung. Bisa saja mereka belum tahu atau juga belum yakin dan percaya kalau disini ada KPRI Abdi Tulus,” ujar dr.Stef.
    Dia meminta pengurus memperbanyak anggota dari dalam manajemen RSUD Johannes dan juga memperkuat inovasi usaha sehingga bermanfaat untuk anggota.
    Dokter Stef juga berharap  koperasi itu tetap konsisten menggapai visi unggul, terpercaya dan berkelanjutan.
    Untuk mencapai visi itu maka para pengurus diminta lebih kreatif dan inovatif mengembangkan usaha selain unit simpan pinjam demi kesejatheraan bersama anggota.
    Dia merincikan potensi usaha yang perlu dikembangkan antara lain pengelolaan parkir di kompleks RSUD Johannes yang lebih profesional dan selaras zaman (digitalisasi), juga mengelola beberapa unit bangunan yang tak terpakai sehingga bisa lebih produktif.
    Abdi Tulus juga harus menjaga marwah sebagai koperasi terpercaya dan punya masa depan dimulai dari pengurus dan pengawas, dengan cara simpan secara teratur dan pinjam bijaksana.
    Dokter Stef mewanti-wanti komitmen semua anggota untuk mendukung kemajuan koperasi itu kedepan dengan meminjam sesuai kebutuhan dan mengembalikan tepat waktu sehingga tidak menghalangi anggota lain untuk mengakses hak yang sama dimasa depan.
    Koperasi Sehat Dengan Skor 86.16
    Sementara Pejabat Fungsional Pengawas Koperasi (KFPK) pada Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Kupang Feby Rosaline Koli,SSTP, MM dalam sambutannya mengatakan KPRI Abdi Sehat RSUD Prof.Dr.W.Z. Johannes Kupang merupakan 20 besar Koperasi Sehat di Kota Kupang dengan skor 85,16 dari total 365 koperasi yang terdaftar.
    Feby memberikan apresiasi atas raihan skor kesehatan koperasi Abdi Tulus yang menyentuh angka 85,16 untuk TB 2025 setelah dilakukan pemeriksaan oleh Pejabat Pengawas Koperasi Kota Kupang.
    Beberapa indikator yang dinilai antara lain tentang tata kelola organisasi, keanggotaan, dan keuangan hal mana simpanan yang naik 12%, modal dan juga SHU yang mencapai Rp 616 juta serta total aset yang telah mencapai Rp 7 miliar lebih.
    Menurutnya, penambahan anggota itu menandakan koperasi itu dipercaya karena memberi manfaat untuk anggota dan calon anggota baru.
    Meski demikian, Feby juga memberikan beberapa catatan kritis terkait Non Perfoming Loan (NPL/ Kredit macet) yang tidak boleh lebih dari 5% karena akan berdampak pada kesehatan koperasi.
    Pengurus diminta memperkuat analisis kredit, memperhatikan kualitas pinjaman dan memastikan pinjaman yang disalurkan dapat dikembalikan dengan lancar.
    Hal lain penting juga kata Feby adalah kesiapan SDM mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) pengurus dan pengawas koperasi wajib dilakukan berdasarkan Permenkop UKM Nomor 8 Tahun 2023 dan Juklak Nomor 1 Tahun 2024 untuk meningkatkan tata kelola profesional
    UKK dimaskud adalah prosedur baku dalam menilai integritas, kompetensi, dan reputasi keuangan pengurus, serta menjadi syarat izin usaha koperasi simpan pinjam
    Dia berharap Pengurus KPRI Abdi Tulus  dapat melaksanakan tugas dengan jujur, penuh tanggungjawab serta melayani anggota dengan hati, tingkatkan hal-hal baik dan memperbaiki yang masih kurang.
    DEKOPINDA Siapkan Kaderisasi
    Wakil Ketua Dekopinda Kota Kupang Imanuel Mala Legi mengatakan menekankan pentingnya pagelaran RAT sebagai momentum melakukan evaluasi dan pertanggungjawaban pengurus bagi anggota selama 1 tahun buku terutama dalam hal tata laksana organisasi, keuangan dan usaha.
    “RAT TB 2025 ini lebih cepat 10 hari dari tahun sebelumnya TB 2024 pada tanggal 27 Maret 2025,” ujarnya
    Ima mengapresiasi kemajuan dari sisi asset yang sudah tembus di angka Rp 7,831 miliar lebih.
    Data Dekopin menunjukan bahwa KPRI Abdi Tulus masuk dalam ranking 20 besar koperasi sehat dari total 365 koperasi yang terdaftar di Dekopinda Kota Kupang.
    Karena kepengurusan KPRI Abdi Tulus akan berakhir pada 2027 maka dia juga meminta untuk mempersiapkan kaderisasi anggota dan mengikuti UKK dengan memanfaatkan dana pelatihan anggota sebanyak Rp 34 juta yang ada sehingga kedepan koperasi ini bisa lebih survive dan dikelola oleh SDM yang lebih teruji.
    Bukukan Total Aset Rp 7.831.311.119
    Adapun Ketua Pengurus KPRI Abdi Tulus, Titus Nau, SE mengatakan RAT XIX TB 2025 merupakan agenda rutin tahunan untuk mempertangungjawabkan kinerja pengurus dan pengawas selama 1 tahun buku kepada anggota dan dievaluasi bersama terkait keanggotaan, tata laksana organisasi koperasi dan pengelolaan keuangan.
    Titus menjelaskan bahwa berdasarkan data per 31 Desember 2025 menunjukan jumlah anggota KPRI Abdi Tulus sebanyak 487 orang, bertambah 39 orang, Pensiun 7 orang dan pindah tugas 11 orang dari sebelumnya hanya 466 orang pada Tahun Buku 2024.
    Secara organisatoris, komposisi Badan Pengurus dan Pengawas KPRI Abdi Tulus periode 2022-2027 adalah Direktur RSUD Johannes Kupang sebagai Pembina, Pengurus terdiri dari Titus Nau,SE sebagai Ketua, Johanis Nabuasa,S.Sos sebagai Sekretaris dan Klara Admiyati sebagai anggota. Kopmposisi Pengawas yakni Nurlaila Lanja,S.Kep,Ns sebagai Ketua dibantu Linda Margarehta Toh,SE dan Henny Lestari Sembiring,Se sebagai anggota.
    Dibidang Keuangan, KPRI Abdi Tulus membukukan total aset pada 31 Desember 2025 sebesar Rp 7.831.311.119 dengan rincian Simpanan Anggota sebanyak Rp 3.772.625.029 dan Pinjaman yang beredar senilai Rp 3.680.776.731. Adapun Laba yang diperoleh sebanyak Rp 1.422.937.738 dengan beban biaya Rp 783.066.940 sehingga total SHU Rp 684.906.798.
    Untuk diketahui, Rapat Anggota Tahunan (RAT) XIX Tahun Buku 2025 KPRI Abdi Tulus RSUD Prof.Dr.W.Z.Johannes Kupang yang berlangsung secara marathon dalam suasana penuh kekeluargaan mulai pukul 11.00 WITA hingga pukul 15.ooWITA dihadiri ratusan orang anggota. Forum itu berhasil melakukan evaluasi secara menyeluruh pelaksananan progam kegiatan Tahun Buku 2025 dan juga menyepakati target dan rencana program TB 2026. (tim/42na)

    Latest Posts

    spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

    Don't Miss

    Stay in touch

    To be updated with all the latest news, offers and special announcements.