KUPANG, fortuna.press – Kunjungan Presiden Rotary Club (RC) of Kupang Rastamores Abed Frans dan Tim di LPKA Kelas 1 Kupang dalam rangka Penyuluhan Mental Health untuk Membangun Masa Depan yang Lebih Positif pada Sabtu, 7 Maret 2026, membawa manfaat kolaborasi jangka panjang untuk pendidikan anak-anak.
Kegiatan yang dibuka oleh Kepala LPKA Kelas 1 Kupang, Lukas L.Frans, AMd,IP, SH, M.Hum itu dihadiri juga Ketua Dharma Wanita LPKA Kelas 1 Kupang Ny. Farida Frans, para Rotarian diantarnya Semy Ndolu yang adalah Kepala SMKN 4 Kupang, Rotarian Nakura Doko yang adalah Kepala SMA Kristen Tarus, serta Rotarian Petsy Frans, Mikael, Yery Frans, Pemred Majalah Fortuna Fidelis Nogor dan juga mitra pers.
Kegiatan Penyuluhan kerjasama RC Kupang Rastamores, RRI Kupang, GAMKI NTT dan Majalah Fortuna itu menghadirkan pembicara Dosen Universitas Muhammadyah Kupang Dr.Lusia Adinda Dua Nurak,S.Pd,M.Pd dan Psikolog Universitas Nusa Cendana (Udana) Rizky Pradita Manafe,M.Psi berbagai tips sehat mental dan menyemangati 47 orang warga Binaan LPKA Kelas I Kupang
Menariknya dalam sesi dialog, banyak warga binaan yang adalah anak-anak usia sekolah level SMP dan SMA tersebut menyampaikan penyesalan tapi juga kegelisahan akan nasib mereka di masa depan.
Mereka mencurahkan isi hati mereka bahkan ada yang merasa kehilangan harapan terutama akses pendidikan formal mereka yang terbatas karena harus mendekam di penjara.
Ada anak yang bertanya soal keabsahan ijazah mereka yang hanya dilibatkan dalam Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) atau pendidikan non formal (PKBM) yang setara dengan ijazah paket AB,B atau C.
Mereka pun mengaku galau karena impian mereka seketika pupus ketika kesalahan yang dibuat itu harus dibayar mahal, mengubur cita-cita untuk melanjutkan pendidikan bahkan boleh dikatakan masa depan suram.
Beberapa pertanyaan kritis dan regulatif itu membuat pemateri Dr.Lusia Adinda Dua Nurak,S.Pd,M.Pd dan Psikolog Universitas Nusa Cendana (Udana) Rizky Pradita Manafe,M.Psi enggan menjawab karena keduanya hanya diberi kesempatan berbagai tips sehat mental dan menyemangati 47 orang warga Binaan LPKA Kelas I Kupang.
Adapun moderator Apriani Virginia saat itu langsung memberi kesempatan kepada Rotarian Semmy Ndolu yang kebetulan adalah Kepala SMKN 4 Kupang dan Kepala LPKA Kelas 1 Kupang Lukas Frans untuk menjawab.
Mendapat tantangan baru itu Rotarian Semy Ndolu,S.Pd,M.Pd langsung memberikan jawaban yang produktif dan positf untuk masa depan anak-anak. Hal ini dikarenakan urusan untuk mencerdaskan anak bangsa adalah tanggungjawab bersama selagi tidak menyalahi aturan.
Dijamin UU nomor 11 tahun 2012
Semmy mengatakan SMKN 4 Kupang sebagai lembaga pendidikan menengah vokasional yang dipimpinnya siap berkolaborasi meningkatkan kualifikasi SDM bagi 47 warga binaan LPKA Kelas 1 Kupang
Soal keahlian, ijazah usai keluar dari pembinaan LPKA dan juga ingin mengikuti testing militer, Rotarian Semmy Ndolu mengaku siap memfasilitasi beberapa kegiatan life skill yang produktif untuk LPKA Kelas 1 Kupang sesuai minat kompetensi yang ada di sekolahnya.
“Kami di SMK Negeri 4 Kupang memiliki 5 program keahlian (jurusan) utama yang berfokus pada bidang teknoligi desain krya, Desain Komunikasi Visual (DKV), Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT), serta Teknik Furnitur (TF) – mencakup Desain Interior dan Teknik Furnitur. Bisa kita kolaborasi kalau ada ruang untuk life skill itu,” ujar Semy.
Dia mengaku bersyukur meski berada dalam tahana namun anak-anak tetap mendapat akses pendidikan melalui PKBM sehingga tidak kehilangan harapan. Jikalau ada yang sudah bebas masa tahanan maka lembaga yang dikelolanya bisa menerima.
“Kalau ada yang mau sekolah formal kita siap bisa di SMKN 4 Kupang atau juga di SMAS Kristien Tarus nanti kami layani. Prinsipnya sejauh tidak ada aturan yang melarang artinya boleh kita bijaksanai dong,” ujar Semy
Hal itu juga sejalan dengan amanat UU nomor 11 tahun 2012 khusus pasal 85 jelas mengatur tentang anak” yang ditempatkan di LPKA tetap berhak mendapat pendidikan, pelatihan dan keterampilan.
LPKA Ruang Pembinaan dan Belajar
Hal yang sama dikatakan Kepala LPKA Kelas 1 Kupang Lukas Frans. Dia bahkan memberi jaminan anak-anak masih memiliki harapan kedua untuk mengikuti pendidikan dilevel tinggi dan berhak meraih impinan.
Terkait niat sejumlah warga binaa untuk mengikuti testing di sekolah kedinasan dan militer, Kepala LPKA Kelas 1 Kupang Lukas Frans mengatakan terbuka ruang untuk itu apalagi sekarang sudah lebih dipermudah soal syarat rekruitmen TNI/Pori.
Di LPKA Kelas I Kupang, katanya, bukan saja tempat pembinaan tapi juga ruang belajar. Anak-anak dilatih juga untuk menghilangkan stress dengan berbagai sarana olahraga, kesenian dan bakat menyanyi, bermain musik hingga kegiatan produktif lain yang searah dengan usia pertumbuhan mereka.
Mereka juga ada jadwal rutin mingguan dan bulanan untuk mengikuti ibadah keluar dan satu dau kegiatan kunjungan keluar yang terjadwal dan tertib.
Kepada Presiden Rotary Kupang Rastamores Abed Frans, Lukas menyampaikan terima kasih atas dukungan kegiatan produktif dan kolaborasi yang apik sehingga
Bukan Menghakimi Tapi Memotivasi
Sementara Presiden Rotary Club Kupang Rastamores Abed Frans saat itu menyampaikan bahwa Rotary Club merupakan sebuah lembaga internasional yang konsern di bidang perdamain global, konservasi lingkungan, kesehatan ibu dan anak, literasi, pemberdayaan ekonomi dan lain sebagianya.
Tugasnya membantu pemerintah dalam menangani masalah-masalah sosial uyang berkenaan dengan hajat hidup orang banyak.
Adapun Rotary Club fokus menyasar manfaat yang lebih luas bagi komunitas-komunitas masyarakat dan bukan pribadi.
Kehadiran rotary club kata Abed, juga bukan untuk menghakimi namun memberi motivasi dan dukungan terutama berbagi kiat pengembangan mental bagi anak-anak generasi bangsa yang saat ini dibina di LPKA Kelas I Kupang.
Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala LPKA Kelas 1 Kupang untuk sambutan yang hangat dan mendoakan anak-anak sehingga bisa kembali menatap masa depan dengan optimis.
“Terima untuk bapak Kepala LPKA Kelas I kupang untuk kesempatan baik ini untuk kolaborasi. Kami datang bukan untuk menghakimi namun memberi motivasi dan dukungan terutama untuk pengembangan mental bagi anak-anak generasi bangsa yang saat ini dibina di LPKA Kelas I Kupang. Kami percata anak-anak, adik-adik punya potensi dan masa depan yang cerah setelah menjalani proses ini,” ujarnya (tim/42na)