Friday, April 3, 2026
spot_img
More

    Latest Posts

    Kesulitan Berbelanja Langsung, Wisatawan MS Riviera Minta Fasilitas Money Changer, Bank NTT Siapkan Shopping Card

    KUPANG, fortuna.press – Gegap gempita penyambutan ratusan wisatawan kapal pesiar mewah MS.Riviera di Kupang, Selasa, 24 Februari 2026, meninggalkan beberapa catatan penting yang perlu pembenahan serius di lapangan.
    Salah satu kebutuhan vital yang lupa dikoordinasikan pemerintah dan tour operator adalah perlunya fasilitas money changer (penukaran mata uang asing/vallas) on the spot di dermaga. Perlu juga SDM yang paham sungguh perhitungan kurs dollar dan rupiah sehingga tidak menyulitkan serta berbelit-belit saat melakukan transaksi.
    Hal ini menjadi salah satu dampak turunnya perbelanjaan langsung produk UMKM dan kebutuhan wisatawan di beberapa spot pemasaran UMKM meski dipadati ratusan wisatawan dari berbagai belahan dunia itu ketika mengunjungi Kota Kupang,Nusa Tenggara Timur sepanjang hari kemarin.
    Pantauan www.fortuna.press, sejumlah wisatawan bahkan ingin berbelanja dengan dollar namun penjualnya enggan layani karena tidak cukup mengerti tentang perhitungan kurs mata uang asing dan nilai tukar rupiah Indonesia.
    Cherry dari England mengaku tak dapat berbelanja banyak karena dia hanya membawa dollar.
    “Kami kesulitan berbelanja tenun ikat, scraf dan anyaman sasando pakai dollar. Sulit dihitung dan lama,Maaf kami belum sempat tukar dollar ke uang Indonesia,” katanya kepada fortuna.press di Kupang
    Hal senada diungkapkan Mark dan Zukky dari Amerika. Mereka bahkan mencari money changer terdekat di pelabuhan Tenau dan tidak temukan. Kami butuh money changer. Kami ingin tukar uang untuk bisa belanja suvernir,” ujar mereka kesal
    Ny.Vera Asadoma Sigap di Dekranasda
    Pemandangan yang sama hampir terjadi di Dekranasda Provinsi NTT. Antrian wisatawan yang ingin membayar di cashier sangat panjang. Hal ini karena padatnya jumlah pengunjung asing dalam waktu yang bersamaan bahkan mencapai ratusan orang per trip.
    Kondisi ini nampaknya menyulitkan petugas cashier untuk melayani selain karena keterbatasan SDM yang bisa bahasa Inggris.
    Bersyukur saat itu ada Wakil Ketua Dekranasda NTT Ny.Vera Asadoma yang langsung melayani tamu dan juga mendampingi staf cashier untuk menjelaskan dan berhitung.
    Dia bahkan menyampaikan bahwa Dekranasda NTT menerima fasilitas pembayaran dengan vallas.
    Kehadiran langsung Ny.Vera Asadoma yang mahir berbahasa inggirs itu memudahkan  puluhan wisatawan yang sejak tadi antri membayar dan akhirnya lancar.
    Kepada fortuna.press, Vera Asadoma mengatakan pemerintah provinsi NTT perlu memikirkan serius kebutuhan vital ini dalam melayani kebutuhan wisatawan asing. Kehadiran fasilitas money changer sangat dibutuhkan dan dia minta Bank NTT menyiapkan itu segera.
    “Ini jadi pelajaran. Pertama soal pentingnya fasilitas Money Changer. Di Dekranasda NTT saja nyaris kesulitan apalagi wisawatan yang ingin berbelanja langsung ke stand-stand UMKM dan pasar warga di destinasi yang dikunjungi,” ujarnya
    Dia meminta bank NTT harus mulai tangkap peluang ini. Hadirkan layanan money changer di Bandara dan Pelabuhan. Pastikan kita tidak gaptek dan lambat menangkap peluang ini. Hal lain juga kesiapan SDM yang bisa minimal bahasa Inggris sehingga tidak kesulitan di lapangan
    Baginya, Dekransda menjadi jendela promosi potensi UMKM cdan Industri Kreatif provinsi NTT. Kehadiran ratusan wisatawan bukan hanya soal berapa yang dibelanjakan tapi bagaimana dalam waktu yang singkat dia mendapatkan informasi yang komplit tentang kekayaan ekraf dan juga UMKM NTT dari semua kabupaten/kota/
    Bank NTT Siapkan Shopping Card
    Direktur Utama Bank NTT Charlie Paulus mengatakan Bank NTT memiliki fasilitas yang ada bahkan telah menyiapkan kartu belanja bagi pengguna termasuk wisatawan yang ingin menggunakan valuta asing (vallas) ketika ingin berbelanja di setiap gerai NTT Mart dan Dekranasda yang kini gencar dilakukan pemerintah daerah.
    “Sudah ada direncana kerja kami untuk membuat shopping card, untuk NTT Mart dan bisa untuk turist juga. Lagi dalam perencanaan dan mudahan kunjungan kedepan bisa dikoordinasikan lebih baik,” ujar Charlie menjawab fortuna soal kesiapan layanan money changer on the spot itu.
    Charlie berharap kedepan setiap kunjungan kapal pesiar dikoordinasikan juga dengan manajemen Bank NTT sehingga kandala seperti ini bisa langsung ditangani segera.
    Untuk diketahui, beberapa kandala umum yang sering dihadapi pada proses penukaran mata uang asing secara manual yakni harus dalam kondisinya Layak Beli Mata Uang tersebut karena asumsinya petugas Bank, Uang Asing wajib tidak terlipat, tidak lusuh. Manakala disodorkan uang lusuh, uang terlipat, praktis akan ditolak (tidak bisa ditukar) padahal mayoritas wisatawan yang akan berbelanja, membawa uang dalam dompet mereka itu bukan uang baru.
    Beberapa solusi praktis bisa cukup disediakan saja Mesin EDC untuk menerima pembayaran menggunakan kartu (Mastercard / Visa) namun setiap pelanggan harus dijelaskan juga terkait besaran kursnya karena setiap transaksi akan dikonversi ke Rupiah, dan kemungkinan akan dikenakan biaya transaksi internasional (foreign transaction fee) oleh bank penerbit.
    Untuk diketahui, Kapal Pesiar Mewah MS.Riviera membawa 1300 penumpang dari total kapasitas 2100 orang, menurunkan lebih dari 600 wisatawan dari berbagai dunia di Pelabuhan Tenau Kupang, NTT, Selasa, 24 Februari 2026.
    Mereka mengunjungi sejumlah destinasi wisata dan spot UMKM di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang antara lain Gua Kristal Bolok, Dekranasda NTT, Pasar Oeba dan Pasar Inpres, Sentra Tenun Ina Ndao, Rumah raja Amarasi di Baun, Makan Sei babi di Baun, Pengrajin Sasando di Oebelo, Museum Daerah, Lasiana dan beberapa spot wisata lainnya. (tim/42na)

    Latest Posts

    spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

    Don't Miss

    Stay in touch

    To be updated with all the latest news, offers and special announcements.