KUPANG, fortuna.press – Anggota DPRD NTT Yohanes Rumat atau akrab disapa Hans Rumat mengatakan ratusan wisatawan asing yang turun dari kapal pesiar mewah MS.Riviera pada Selasa, 24 Februari 2026 memberi dampak langsung ke perekonomian warga lokal.
Kehadiran wisatawan memberi dampak ekonomi langsung ke Pendapatan Asli Rakyat (PAR), tidak neko-neko dan tidak tambal sulam, semua yang terlibat mulai dari ojek, sopir taksi, sopir rental, bus, warga pelaku wisata di setiap destinasi, seniman, budayawan, pedagang pasar, pelaku Ekraf dan UMKM hingga tour guide dan tour operator merasakan semua.
“Jadi kapal ini membawa rezeki bagi seluruh masyarakat kecil. Dalam sehari ratusan orang mendapat manfaat langsung dari kegiatan ini. Dan Inilah yang kita sebut Pendapat Asli Rakyat. Tanpa embel-embel” ujar Hans Rumat yang adalah Pimpinan PT.Oceania World Travel itu.
Untuk alasan itulah pria yang lebih dari 40 tahun berkecimpung dalam dunia travel agent itu mengatakan meski sebagai anggota DPRD NTT, dia rela turun langsung ke pelabuhan, rela berbasahan langsung menyambut tamu yang turun dari kapal dan disambut hujan lebat, rela dengan sepatu booth, berdiri sepanjang waktu dalam hujan untuk sebuah tujuan yang mulia dan ekonomis untuk semua banyak warga Nusa Tenggara Timur.
Adapun Kapal Pesiar Mewah MS.Riviera membawa 1300 penumpang dari total kapasitas 2100 orang, menurunkan lebih dari 600 wisatawan dari berbagai dunia di Pelabuhan Tenau Kupang, NTT, Selasa, 24 Februari 2026.
Mereka mengunjungi sejumlah destinasi wisata dan spot UMKM di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang antara lain Gua Kristal Bolok, Dekranasda NTT, Pasar Oeba dan Pasar Inpres, Sentra Tenun Ina Ndao, Rumah raja Amarasi di Baun, Makan Sei babi di Baun, Pengrajin Sasando di Oebelo, Museum Daerah, Lasiana dan beberapa spot wisata lainnya.
Libatkan Semua Mitra
Yohanes Rumat mengaku bersyukur karena lebih dari 500 pax atau jumlah wisatawan yang membeli paket tour yang ditawarkan dari PT.Oceania Wolrd Travel. Dia juga berterima kasih karena Ny.Nur Ningsih Rumat sebagai pelaksana lapangan yang mampu berkolaborasi dengan semua stakeholders melibatkan mitra tour operator lain sehingga semuanya bisa menyukseskan kunjungan wisatawan ke Kupang.
Hal ini karena uang yang beredar dalam 10 jam itu bisa dirasakan langsung oleh masyarakat mulai dari pemilik bus, tour guide, pelaku UMKM, seniman dan pelaku kuliner di setiap destiansi wisata termasuk oleh tour operator.
“Jadi ini benar-benar kerja kolaborasi yang berdampak langsung ke masyarakat, ada pendapatan asli rakyat (PAR) yang didapatkan dari usaha jasa pariwisata di setiap titik dan aktivitas yang dilakukan bahkan mulai dari turun kapal disambut, jasa transportasi, driver, tour guide, UMKM dipelabuhan, pasar, destinasi wisata, dekransda, seniman, kuliner dan semua pihak yang terlibat,” ujarnya
Itu belum dihitung pemasukan untuk daerah berupa biaya parkir kapal kurang lebih 10 jam untuk Pelindo, BBM dan Air Minum serta jasa layanan lain yang bisa diberikan untuk Pemerintah dari sektor usaha jasa cruise ini.
Rp 10 Miliar Dalam 10 Jam
Kehadiran kapal itu memicu perputaran ekonomi yang langsung terpantau di masyarakat dan mitra usaha jasa pariwisata, jumlahnya diprediksi mencapai Rp 10 miliar lebih.
Ketua Asosiasi Tour and Travel Indonesia (ASITA) NTT, Oyan Kristian mengatakan pihaknya memprediksi total uang yang berputar bisa mencapai lebih dari Rp 10 miliar dalam 10 jam kapal MS Riviera bersandar di Kupang.
“Pendapatan diterima dari paket penjualan wisata ke setiap destinasi katakan Rp 15.000.000/pax dikalikan 600 orang (pax) saja maka sudah lebih dari 9 Miliar yang terdistribusi ke masyarakat dan tour operator,” ujar Oyan
Omset itu katanya, belum termasuk penjualan/belanja langsung produk UMKM dan tip yang dikasi ke warga saat touring berlangsung, serta untuk Pelindo berupa biaya parkir kapal dan layanan jasa air minum, BBM dan lain sebagainya.
Untuk itulah pihaknya sangat berterima kasih karena tugasnya memasarkan pariwisata NTT berbuah hasil dengan hadirnya kapal pesiar sekelas MS.Riviera yang membawa ribuan penumpang dan dollar untuk Labuan Bajo dan Kupang, NTT dalam kesempatan ini.
13 Kapal Selama Tahun 2026
Sementara Pejabat dari Pelindo Kupang Rudy Surya mengaku selama tahun 2026 tercatat ada 13 kapal yang sudah masuk slot bookingan untuk sandar di Pelabuhan Tenau Kupang.
“Sampai November 2026 total slot bookingan ada 13 kapal ukuran besar dan sedang yang telah terdata akan masuk Kupang, kita berterima kasih karena kerja kolaborasi pemerintah, semua travel agent, dan rekan-rekan usaja jasa pariwisata sehingga semuanya sukses,” ujarnya
Wisatawan Enjoy Trip
Untuk diketahui, lebih dari 600 wisatawan dari sekitar 1.300 penumpang kapal pesiar mewah MS.Riviera Ocean disambut hujan lebat sekitar 2 jam saat lego jangkar di Pelabuhan Tenau Kupang, Selasa, 24 Februari 2026.
Kondisi cuaca yang tidak bersahabat itu nampak tak mempengaruhi semangat wisatawan yang berusia renta itu menikmati paket tour yang sudah dihandle PT.Oceania World Travel, PT.Flobamora Tours dan Floressa Tours.
Mereka nampak sangat enjoy bahkan rela basah-basahan. Bahkan usai dicek oleh petugas CIQP Pelabuhan mereka keluar dari kapal dijemput dengan Tarian Danding dari Kabupaten Manggarai Timur dan penyambutan oleh Kepala Dinas Pariwisata NTT Noldy H.Pellokila dan jajaran mewakili Pemerintah Provinsi NTT, Kadis Pariwisata Kota Kupang, Josephina Getha, Pejabat dari Pelindo Kupang Rudy Surya, Ketua ASITA NTT Oyan Kristian.
Ada Pimpinan PT. Oceania World Travel Yohanes Rumat dan Nur Ningsih, Pimpinan Flobamor Tours Abed Frans dan Tim, Perwakilan dari Floressa Tours dan juga para tour guide.
Sekitar pukul 11.00WITA rombongan mulai bergerak keluar dengan puluhan bus pariwisata dan mini bus dari pelabuhan Tenau dengan destinasi terjauh yakni di Oebelo dan Baun Amarasi Kabupaten Kupang yang dipandu langsung oleh petugas Lantas dari Polres Kupang Kota dan Polres Kupang.
John dan Catrine dari Amerika kepada fortuna.press mengaku sangat bahagia dan menikmati suasana hujan di Kupang. Mereka juga merasa nyaman dan senang karena disambut tour leader dan pemerintah serta warga dengan suka cita.
Hal yang sama disampaikan Yuriko dari Jepang yang mengaku baru pertama ke Indonesia dan sangat senang dengan kindahan alam, budaya dan keramahan yang nampak dari Pulau Komodo dan Kupang.
Mereka mengkau bersukacita dengan tawaran paket tour yang tersedia terutama ada tarian masal di Baun dan juga berbbelanja beberapa cinderamta untuk dibawa pulang.
Terima Kasih Untuk Kolaborasi Ini
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT Noldy Pelokila ketika menyambut kehadiran wisatawan saat itu mengatakan pemerintah menyambut hangat kehadiran wisatawan dan jumlah besar untuk pertama kali pada tahun 2026 ke Kupang NTT.
Dia menyampaikan selamat menikmati pesona wisata alam, bahari, budaya, Ekraf dan wisata minat khusus yang ada di NTT Khusunya di kota Kupang dan Kabupaten Kupang dalam touring kali ini.
Noldy juga menympaikan terima kasih atas dukungan para pelaku usaha jasa pariwisata, tour operator, ASITA NTT dan semua masyarakat pelaku wisata disetiap destinasi sehingga kunjungan ini sekiranya bisa berjalan lancar dan sukses serta memberi kenangan indah bagi wisatawan ketika pulang ke daerahnya.
“Salamat datang dan selamat menikmati pesona wista ke Kupang Ibukota Provinsi NTT. Terima kasih untk semua mitra stakeholders untuk kerja kolaborasi ini. Atas nama Gubernur, Wakil Gubernur NTT dan seluruh jajaran kami berharap kerjasama ini terus ditingkatkan, kita perbaiki yang kurang dan kita tingkatkan yang sudah bagus untuk kemajuan pariwiata di daerah ini,” ujarnya. (tim/42na/Paul.S)