Friday, April 3, 2026
spot_img
More

    Latest Posts

    Dampak Kunjungan Wisatawan ke Alor, Pemkab Alor Dukung Reaktivasi Penerbangan Kupang- Dili- Darwin

    Puluhawan wisatawan Australia mengunjungi Museum 1000 Moko di Kalabahi Alor, 5 Januari 2026. Foto : Malatours
    KALABAHI, fortuna.press – Pemerintah Daerah Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur menyatakan dukungan terhadap kebijakan Gubernur NTT Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur Johny Asadoma untuk melakukan reaktivasi penerbangan internasiona Kupang-Dili- Darwin,PP.
    Kehadiran rute penerbangan itu dipandang strategis dan memadu kemudahan akses bagi wisatawan dari kedua negara untuk berkunjung ke Indonesia melalui pintu masuk kota Kupang sebagai Ibukota provinsi NTT termasuk ke kabupaten ALor.
    Dukungan itu disampaikan Bupati Iskandar Lakamau, S.H., M.Si.dan Wakil Bupati Rocky Winaryo, S.H., M.H melalui Pejabat Sekretaris Daerah NTT, Obeth Bolang, S.Sos, MAP kepada fortuna.press, Rabu, (21/1).
    Sekda Obeth mengatakan pihaknya menyambut baik baik upaya Pemerintah Provinsi NTT di bawah kepemimpinan Gubernur  Melki Laka Lena dan Johni Asadoma untuk mengaktifkan kembali (reaktivasi) penerbangan internasional Darwin, Australia ke Kupang, Indonesia dan Dili, Timor Leste.
    Dengan terbukanya jalur penerbangan ini diharapkan mampu menumbukan pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata yang akan berdampak pula di sektor-sektor lainnya, antara lain: perhubungan, pertanian, telekomunikasi, dan akomodasi termasuk di Kabupaten Alor.
    “Pemerintah bekerja saling komunikasi dan koordinasi mendukung program baik nasional, regional dan lokal. Sektor Pariwisata NTT sangat unik dan berskala dunia. Begitu juga dengan posisi strategis di antara jalur penerbangan antar negara, sehingga peluang ini harus dimanfaatkan,” katanya
    Untuk Kabupaten Alor, katanya,  ada Program Unggulan namanya Tri Palawa yang terdiri dari Pertanian, Perikanan dan Pariwisata. Untuk itu, dalam masa Pemerintahan Bupati Iskandar Lakamau dan Wakil Bupati Rocky Winaryo, kami akan bekerja sungguh-sungguh untuk menyukseskan program dimaksud,” ungkap mantan Kepala Bappelitbang Alor ini.
    Alor Punya 2 Bandara
    Dalam keterangan tersebut, Pejabat Sekda yang juga Kepala BPBD Alor ini juga menyatakan, bahwa Kabupaten Alor memiliki dua Bandara yang sudah siap memudahkan perjalanan wisata ke Pulau Alor dan Pulau Pantar serta berpeluang berkembang ke arah barat Kabupaten Lembata dan Flores.
    Hadirnya dau bandara ini sangat memungkin terjadinya koneksi udara dan menghubungkan pasar pariwisata Alor dengan wisatawan yang akan landing di Kupang dari Australia dan Timor Leste.
    Sementara itu, Pelaku Usaha Pariwisata NTT, Edwin Lerick mengatakan, bahwa peluang banjir wisatawan Australia yang akan datang ke Indonesia melalui jalur Darwin Kupang harus dibaringi dengan penguatan SDM dari sisi pelayanan dan penjualan paket wisata yang menarik.
    Menjadikan Kupang Hub dan Sentral Ekonomi
    Sebelumnya diberitakan Gubernur NTT, Melki Laka Lena mengungkapkan rencana pembukaan rute internasional prioritas, yakni Timor Leste, Darwin (Australia), dan Malaysia, yang dinilai memiliki potensi pasar besar serta kebutuhan mobilitas tinggi, termasuk bagi pekerja migran asal NTT.
    “Pada intinya kita harus bergerak bersama untuk memastikan penerbangan internasional ini bisa segera beroperasi dalam waktu dekat,” kata Gubernur NTT Melki Laka Lena saat memimpin Rapat Reaktivasi Terminal Internasional Bandara El Tari Kupang yang berlangsung di Ruang Rapat Bolelebo Bandara El Tari, Senin (19/1/2026) siang.
    Menurutnya, pembukaan rute internasional tersebut akan mendukung penataan jalur resmi pekerja migran, meningkatkan pengawasan pemerintah, serta mendorong perputaran ekonomi daerah. Reaktivasi Bandara El Tari juga menjadi bagian dari strategi besar menjadikan Kupang sebagai simpul transportasi udara (hub) dan laut di kawasan timur Indonesia.
    Pemerintah Provinsi NTT katanya menargetkan seluruh kesiapan teknis dan administratif rampung hingga akhir Januari 2026.
    Reaktivasi Terminal Internasional Bandara El Tari Kupang diharapkan menjadi pintu masuk strategis bagi penerbangan internasional, penguatan layanan pekerja migran, serta akselerasi pertumbuhan ekonomi dan konektivitas Nusa Tenggara Timur.
    Rapat tersebut melibatkan seluruh instansi negara yang memiliki kewenangan pelayanan penerbangan internasional, antara lain TNI AU Lanud El Tari, Kementerian Perhubungan, Imigrasi, Bea dan Cukai, Balai Kekarantinaan Kesehatan, Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, Perum LPPNPI (AirNav), PT Angkasa Pura Indonesia/InJourney Airports, operator maskapai penerbangan, operator kargo, serta pelaku usaha pendukung kebandarudaraan.
    Hadir dalam rapat diantaranya Kepala Dinas Operasi Lanud El Tari Kolonel Pas Sulistyo Utomo, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT Mahadin Sibarani, General Manager InJourney Airports Bandara El Tari Kupang Teguh Darmawan, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang, Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Kupang Umar Fahmi, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Kupang Marbud Dumron, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan NTT Yulia, serta General Manager Perum LPPNPI Cabang Kupang Krisdian N.H dan Districk Manager Lion Air Group, Rinus Zebua. (Geby/42nAlor).

    Latest Posts

    spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

    Don't Miss

    Stay in touch

    To be updated with all the latest news, offers and special announcements.