KUPANG, fortuna.press – Sesuai egenda, esok, Rabu, 14 Januari 2026, Prof. Dr.Drs.Andreas Ande,M,Si dikukuhkan menjadi Guru Besar Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang oleh Rektor Undana Prof.Dr. Jefri S.Bale,ST,M.Eng di Graha Cendana.
Profesor Andreas menjadi salah satu dosen dengan Kepakaran di bidang Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Daerah pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Undana.
Bersama Profesor Andreas, Rektor Undana juga akan mengukuhkan Prof. Dr. Ir. Thomas Mata Hine,M.Si dengan Kepakaran di bidang Bioteknologi Reproduksi Ternak pada Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan Undana.
Dengan pengukuhan kedua professor ini, menambah deretan guru besar Undana yang merupakan kampus negeri tertua di provinsi Nusa Tenggara Timur ini. Pengukuhan ini tidak hanya menjadi kebanggaan tetapi juga simbol kemajuan kualitas SDM di Nusa Tenggara Timur.
Dalam Undangan yang beredar dirincikan bahwa prosesi pengukuhan kedua Guru Besar ini akan di lakukan di Graha Undana pada Rabu, 14 Januari 2026 pukul 08.00 WITA.
Ada sejumlah rangkaian acara penting antara lain Pembacaan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi Scince and Teknologi (Mendiktisaintek) tentang pengangkatan guru besar, pembacaan daftar riwayat hidup dan orasi ilmiah kedua guru besar.
Selanjutnya prosesi pengukuan kedua guru besar, pengalungan tnada guru besar (Gordon) oleh Ketua Komisi Guru Besar, Sambutan Rektor Undana, Samburtan Gubernur NTT dan penutupan.
Adapun Profesor (atau Guru Besar) adalah jabatan akademik tertinggi di perguruan tinggi, bukan sekadar gelar akademis yang diberikan kepada dosen senior atas kontribusi besar dalam pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Untuk meraihnya, dosen harus memiliki kualifikasi doktor (S3), menghasilkan karya ilmiah terpublikasi, dan memenuhi kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi secara berkelanjutan. Profesor berfungsi sebagai pakar rujukan, membimbing mahasiswa jenjang doktoral, dan memiliki kebebasan mimbar akademik.
Prof. Dr. Drs. Andreas Ande,M.Si adalah salah satu dosen senior pada Program Studi Sejarah FKIP UNDANA. Dengan capaian akademik tertinggi ini diharapkan menjadi sumbangan terbaik dunia pendidikan bagi kepentingan riset dan pembangunan daerah.
Profesor Asal Maumere
Professor Andreas berasal dari Tana Ai Kabupaten Sikka dan merupakan professor keempat dari Kabupaten Sikka.
Sebelumnya ada Prof. Dr. Bertold Anton Pareira O. Carm, Lahir di Maumere, 13 Juni 1939 dan meninggal di Malang, 08 Januari 2021. Dia adalah seorang imam karmelit, pengajar Kitab Suci, bapa rohani dan pendidik calon imam yang baik. Masuk Ordo Karmel sebagai karmelit pertama yang berasal dari Flores. Mengikrarkan Kaul Kekal di dalam Ordo Karmel pada 7 Agustus 1963.
Kedua, Prof. Dr. Dra. Francisia Saveria Sika Ery Seda, M.A., Ph.D., seorang Guru Besar (Profesor) Sosiologi di Universitas Indonesia (UI) yang ahli di bidang Sosiologi Lingkungan Hidup, Sosiologi Jender, dan Kemiskinan, dikenal juga sebagai rektor dan sosok inspiratif di dunia akademis Indonesia, terutama di lingkungan FISIP UI
Ketiga, Prof. Dr. Ir. Prudensius Maring, M.A, seorang Guru Besar (Profesor) di bidang Antropologi Lingkungan di Universitas Budi Luhur (UBL). Dia dikukuhkan sebagai Guru Besar pada 9 Desember 2024, berdasarkan Surat Keputusan Mendikbudristek tertanggal 4 Juli 2024. Bidang kajian kepakarannya berfokus pada konflik dan kolaborasi penguasaan sumber daya ekologi, perubahan iklim, serta hubungan kekuasaan.
KKBM Kupang Bangga
Ketua Komunitas Kita Bersaudara Maumere (KKBM) Kupang, Agustinus Bajo,ST dimintai komentarnya mengaku terharu dan bangga bahwa salah seorang putra Maumere kelahiran Tana Ai akhirnya bisa dikukuhkan menjadi guru besar di Undana Kupang.
“Sebagai orang Maumere, kita bangga Prof.Andreas bisa mengangkat derajat dan wajah orang Maumere di Kota Kupang dengan capaian akademik tertinggi ini,” ujar Agus.
Satu harapan yang dititipkan kepada Prof. Adreas adalah tetap rendah hati, jadi panutan dan memberikan diri secara total sebagai seorang akademisi untuk kepentingan pembangunan NTT khususnya dalam bidang kajian budaya dan sejarah.
Sebagai bentuk penghormatan kepada Profesor Andreas, KKBM Kupang secara kelembagaan telah menempatkannya sebagai salah satu penasehat Ormas KKBM Kupang yang pada 27 Desember 2025 lalu pengurusnya dilantik secara resmi Oleh Walikota Kupang dr. Christian Widodo dan dihadiri Gubernur NTT Melki Laka Lena dan segenap tamu undangan dan Diaspora orang Maumere di Kota Kupang. (tim/42na)