
KUPANG, fortuna.press –Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) atau Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia merayakan Ulang Tahun ke- 55 pada 7 Januari 2025. Momentum itu gelar secara serentak se-Indonesia dengan berbagai kegiatan.
Di Provinsi NTT, DPD ASITA NTT dibawah pimpinan Oyan Kristian dan jajaran melakukan aneka kegiatan antara lain anjangsana ke panti asuhan, gelar ASITA Goes to School and Campus juga perayaan puncak yang dirangkaikan dengan syukuran Natal dan Tahun Baru bersama di Ballroom Aston Hotel Kupang.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubernur NTT Melki Laka Lena yang diwaliki oleh Kadis Parekraf NTT Noldy Hosea Pelokila, Kadis Pariwisata Kota Kupang Josefina M. D. Gheta, Penasehat ASITA NTT Abed Frans dan segenap stakeholders industri pariwisata diantarnya mitra Pimpinan Arilines, Hotel Restoran, HPI, lembaga jasa keuangan/perbankan, jasa raharja dan juga media. Hadir pula Pdt.Usada Lenno Eltho dari Gereja Kristen Protestan Kehidupan Rohani (GKPKR) Kuanino Kupang.
Gubernur NTT dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan oleh Kadis Parekraf Noldy Pellokila mengatakan ASITA selama 55 tahun telah menjadi pilar penting dalam ekosistem pariwisata di Indonesia.
Bagi NTT, ASITA adalah mitra strategis yang tangguh dalam menjaga denyut nadi pariwisata dan ekonomi NTT mulai dari masa sulit pandemic covid-19 hingga kini.
ASITA juga kata gubernur Melki adalah ujung tombak yang memperkenalkan wajah NTT ke mata dunia, motor penggerak promosi di bidang peningkatan standar layanan serta penghubung strategis antara daerah Nusa Tenggara Timur dengan wisata nasional maupun internasional
“Disamping itu ASITA juga telah membantu menggerakan roda perekonomian NTT. Saya mengucapkan apresiasi dan terimakasih atas dedikasi dan kerja keras ASITA dalam memajukan pariwisata di NTT, ujar Gubernur

Kualitas Pengalaman Wisatawan
Menurut Melki, masa depan pariwisata bukan lagi soal kunjungan tetapi tentang kualitas pengalaman, keberlanjutan lingkungan pemberdayan masyarakat lokal dan kontribusi ekonomi untuk daerah.
“NTT dianguerahi keindahan yang tidak dimiliki banyak daerah, alam yang eksotis, budaya yang otenttik, keramahanan masyarakat serta berbagai destinasi yang dimiliki, semuanya itu bukan hanya untuk dikagumi tetapi dikelola secara bertangungjawab, berkualitas dan berkelanjutan, ujarnya
Untuk itulah Tema HUT ke-55 yang disusung “Mewujudkan pariwata yang berkelanjutan menuju Indonesai Emas 2045” baginya, sangat relevan dengan misi pembangunan provinsi NTT.
Pemerintah kata dia, berkomitmen mendorong pembangunan destinasi yang ramah lingkungan dan berbasis konservasi, peningkatan kapasitas SDM pariwisata yang profesional dan berkarakter, kolaborasi Pentahelix antara pemerintah industri, komunitas, akademisi dan media.
Satu hal penting adalah soal bagaimana mengembangkan standarisasi layanan tour and travel agar wisatawan bisa mendapatkan pengalaman yang berkualitas.
Semua ini muaranya pada kemajuan Indonesia Emas 2045 dimana pariwisata akan jadi sektor yang maju, berkelas menjadi kebanggaan bangsa termasuk dari dari NTT sebagai bagian paling Selatan NKRI.
Dia meminta ASITA terus berinovasi menciptakan paket-paket wisata yang unik, berbasis komunitas serta memanfaatkan teknologi digital secara maksimal. Pemerintah NTT komit memperbaiki infrastruktur dan regulasi yang mendukung iklim usaha pariwisata,katanya.

Ajak Kolaborasi
Ketua DPD ASITA NTT Oyan Kristian saat itu mengatakan urusan promosi dan pemasaran menjadi tugas utama ASITA, namun tugas itu tidak akan bisa dikerjakan maksimal manakala tidak berkolaborasi dengan para pihak.
Maka di perayaan HUT ke-55, Oyan mengajak semua stakeholders Pentahelix Pariwisata, baik pemerintah, akademisi,komunitas pengusaha dan media untuk sama-sama menggencarkan promosi pariwisata NTT sehingga banyak tamu bisa berkunjung ke NTT dan memberi manfaat ekonomi untuk rakyat dan daerah.
Pria hitam manis yang baru setahun memimpin DPD ASITA NTT itu mengajak semua industri jasa untuk bergandengan tangan termasuk menyukseskan rencana pelaksanaan Komodo Travel Mart (KTM) VI tahun 2026.
Dia memandang KTM adalah salah satu ajang promosi dan pemasaran pariwisata bergengsi karena disana mempertemukan semua industri pariwisata, ada business to business meeting, ada table top untuk mendorong percepatan dan tingginya minat kunjungan ke provinsi NTT.
“Saya menjadi Ketua Panita Komodo Travel Mart 2024 yang jadi branding promosi kita untuk NTT, disitulah ada business to bussines meeting networking, ada travel agentnya, hotel dan menghadirkan travel agent dari luar NTT bahkan luar Indonesia. Sangat meriah dan produktif tentunya untuk pariwisata NTT. Saya berharap kita galakan lagi KTM VI di tahun 2026, setuju?, “ucap Oyan yang adalah owner DMC Travel itu disambut teuk tangan antusias dari audiens yang hadir




