Tuesday, January 13, 2026
spot_img
More

    Latest Posts

    Di Alor, Wisatawan Terpesona Dengan Pakaian Adat dari Kulit Kayu dan Kunjungi Museum 1000 Moko

    Atraksi tarian Do Daka Do yang disajikan warga suku Kabola Alor, Senin (5/1/2026). Foto : malatours
    KALABAHI, fortuna.press – Puluhan wisatawan asal Australia yang tergabung dalam Group Cruise Pearl Discovery Darwin terpesona dengan pakaian adat dari kulit kayu yang dikenakan warga desa adat Monbang, Suku Kabola, di Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.
    Ketika tiba dengan kapal pesiar Paspaley Pearl di pelabuhan Kalabahi pada Senin, 5 Januari 2026 sekitar pukul 10.15 WITA, mereka langsung bergegas menuju Museum 1000 moko selanjutnya menuju rumah adat Mombang, suku Kabola di kecamatan Kabola untuk melihat dari dekat karakterisitik warga lokal.
    Disana mereka disambut secara adat oleh kepala suku dan warga yang mengenakan pakian adat dari kulit kayu tersebut. Wisatawan juga menikmati atraksi tarian Do Daka Do sejenis tarian terampil kaki silang bambu. Tarian ini sangat unik dan sangat menantang, persembahan gadis- gadis kampung setempat.
    Wisatawan juga penuh sukacita bersama menari lego-lego, sebuah tarian massal khas Alor yang melambangkan sukacita dan persatuan.
    Adapun Suku Kabola merupakan salah satu dari sekian suku dengan corak kehidupan warganya yang masih tradisional di kabupaten Alor.  Suku lainnya yang cukup unik juga adalah Suku Abui di desa adat Takpala.
    Suku Monbang sendiri memilki tradisi budaya, bahasa, tarian serta rumah adat yang khas pula berisi berbagai benda kuno yang disakralkan baik berupa parang, tombak, anak panah dan juga moko (nekara) yang merupakan salah satu mahar paling penting di kabupaten Alor.
    Menyaksikan koleksi benda-benda purbakala di Museum 1000 Moko Alor. Foto : malatours
    Pantauan fortuna.press, sebelum berkunjung ke suku Monbang, mereka juga menyinggahi Museum 1000 Moko di Kalabahi yang menjadi jendela sejarah budaya dan pendidikan di Kabupaten Alor.
    Di Museum ini wisatawan melihat dari dekat aneka koleksi benda purbakala dan juga karya tenun ikat. Disini juga dipamerkan banyak Moko yang merupakan salah satu mahar wajib bagi masyarakat kabupaten Alor.
    Kunjungan rombongan Group Cruise Pearl Discovery Darwin yang dipimpin oleh Mick Flogg itu adalah agenda perdana dalam rangkaian rencana kunjungan 12 Trip selama tahun 2026 di Nusa Tenggara Timur dan destinasi lainnya di Indonesia bekerjasama dengan Flobamor Tours pimpinan Abed Frans.
    Empat kota yang dituju kali ini di NTT yakni Kupang, Alor dan Kabupaten Lembata. Rombongan selanjutnya ke Labuan Bajo, Bali dan beberapa kota lainnya.
    Di Alor, para wisatawan dihandle oleh Mika Maharani, Sherly, dan Richard dari Malatours. Penyambutan ditandai dengan pengalungan selendang Alor dari Sherly kepada Mr.Gino, sang kapten kapal Paspaley Pearl.
    Sebelumnya Mick Fogg, Leader Group Cruise Pearl Discovery Darwin bersama puluhan turis Australia mengaku sangat puas dan bergembira pertama kalinya berwisata ke Nusa Tenggara Timur Indonesia melalui pintu masuk Kota Kupang.
    Sedikitnya 20 orang wisatawan menggunakan Paspaley Pearl, sebuah kapal pesiar mewah yang membawa mereka dari Australia menuju Indonesia.
    Meski hanya sehari berada di Kupang, Mick dan kawan-kawan merasa sangat bahagia karena disambut dengan sukacita saat tiba di Alor, layanan city tour hingga kembali ke kapal untuk melanjutkan perjalanan ke kabupaten Lembata.
    “Daerah ini indah, lautnya bersih, alamnya indah, dan orangnya ramah. Alor juga kaya budaya, sejarah musik dan tarian. Kami senang di Alor,” ujar Mick kepada fortuna.press
    Dikatakan ini adalah kunjungan pertama Tim yang dia pimpin, dari rencana 12 paket kunjungan mereka ke NTT dan Indonesia selama tahun 2026.
    Dia berharap keramahan dan kekayaan seni budaya yang luar biasa ini tetap menjadi suguhan terbaik untuk kehadiran tamu-tamu dari Australia ke Alor dan NTT pada bulan-bulan mendatang.
    Mick Fogg juga menyampaikan terima kasih kepada mitra Flobamor Tours pimpinan Abed Frans, Malatours bersama Tim yang luar biasa menyambut kunjungan mereka ke Alor dan NTT.
    Adapun Paspaley Pearl adalah kapal pesiar dengan desain khusus liburan yang nyaman bagi wisatawan.  Selain sebagai sarana trasportasi, kapal itu juga berfungsi sebagai tempat menginap, makan dan minum, serta hiburan sambil berkeliling ke beberapa destinasi wisata dalam satu paket perjalanan yang lengkap dan mewah.
    Sherly dari Malatours mengalungkan selendang Alor kepada Kapten Kapal Paspaley Pearl di Dermaga Kalabahi, Senin (5/1/2026). Foto : malatours
    Pertama dari 12 Trip Selama 2026
    Sebelumnya, Abed Frans selaku Leader PT. Flobamor Tours mengatakan pihaknya menghandle tamu awal tahun dari kapal Paspaley Pearl dalam jajakan untuk kerjasama jangka panjang selama tahun 2026 .
    Adapun Paspaley Pearl adalah kapal pesiar dengan desain khusus liburan yang nyaman bagi wisatawan.  Selain sebagai sarana trasportasi, kapal itu juga berfungsi sebagai tempat menginap, makan dan minum, serta hiburan sambil berkeliling ke beberapa destinasi wisata dalam satu paket perjalanan yang lengkap dan mewah.
    Tiba di Kupang, 4 Januari 2026, mereka disambut Abed Frans selaku Leader PT. Flobamor Tours dan Tim. Turut menyambut tamu asing tersebut, Gubernur NTT Melki Laka Lena dan Kadis Parekraf NTT Noldy Pellokila. Destinasi yang didatangi yakni Dekranasda NTT, Museum Daerah, menyaksikan proses pembuatan gula aren dan bersantai ria di LaCove Restoran Lasiana. (Tim/42na)

    Latest Posts

    spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

    Don't Miss

    Stay in touch

    To be updated with all the latest news, offers and special announcements.