Friday, April 3, 2026
spot_img
More

    Latest Posts

    Terancam Punah, Lomba Menenun Antar Remaja Jadi Perbincangan Serius Dekranasda Alor

    Ketua Dekrasnda Kabupaten Alor, Ny. Lidya S.Winaryo nampak anggun menggenakan kain tenun khas Kabupaten Alor dalam kunjungan kerjanya ke Pulau Pantar belum lama ini. Foto : dok.fortuna

    BARANUSA, fortuna.press – Lomba Tenun menjadi salah satu agenda penting yang akan dibahas pada Rapat Kerja (Raker) Dewan Kerajinan Rakyat Daerah (Rakerda) Alor, provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2025.

    hal ini dikarenan tenun baik tenun ikat maupun songket yang berkembang luas di Kabupaten Alor merupakan sebuah potensi bagi pendapatan daerah dan masyarakat dari sisi ekonomi maupun menjaga tradisi turun temurun dari sisi budaya.

    Demikian inti sari yang disampaikan oleh Ketua Dekrnasda Kabupaten Alor, Ny. Lidya Siawan Winaryo, ketika menanggapi pertanyaan Kepala Desa Baralel, Pantar Barat dalam Kunjungan Kerja dan Tatap Muka TP PKK bersama Tim Dekranasda Kabupaten Alor di Baranusa, Ibu Kota Kecamatan Pantar Barat, Jumad (10/10/2025).

    Hadir pada kesempatan tersebut, Selain Ibu Ketua PKK Kabupaten Alor, Camat Pantar Barat, Taslim Djo bermasa Ibu Ketua TP PKK Kecamatan, Staf Ahli TP PKK Kabupaten Alor, Herryanti Sir, SKM, Ketua Pokja IV TP PKK Kabupaten Alor, Beny Wisang, SKM,M.Sc. bersama staf dan Tim dari Dekrnasda Kabupaten Alor, Para Kepala Desa, TP PKK Desa dan Kader Posyandu se-Kecamatan Pantar Barat.

    Harus diakui, pesona tenun Alor dan semua kabupaten kota di prpvinsi NTT  yang memikat dan ekositik itu diduga bisa punah pada suatu saat. Pemicunya adalah semakin berkurangnya penenun-penenun muda yang siap mewariskan tradisi budaya dan potensi ekonomi masa depan ini.

    Banyak padangan dari generasi muda bahwa tenun menenun dan karya tenun hanyalah “masa lalu’ dan dan kerjaan emak- emak. Mereka lupa kalau pasar tenun ikat Alor dan NTT saat ini sangat terbuka luas dan jadi peluang usaha atau sumber penghasilan paling seksi yang mesti diburu.

    “Ada kehawatiran kalau tenun ikat ini lambat laun akan punah kalau upaya pelestarian tidak dilakukan sejak dini, kita akan pikirkan ada lomba tenun/menenun antar remaja, pelajar dan mahasiswa tingkat kabupaten Alor,” kata Ketua Dekranasda saat itu.

    Belajar dari Jejak Dina Meller Takalapeta

    Kepala Desa Baralel, Mansur Koko ketika diberikan kesempatan dialog mengharapkan agar Dekranasda Kabupaten Alor bisa mengikuti jejak yang pernah dilakukan oleh Ibu Dina Meller-Takalapeta, S.Th., selaku Ketua Dekranasda era 1999-2009, di mana berhasil menghimpun seluruh pengrajin tenun ikat dan songket dalam Event Expo Alor, bahkan mengundang Wisatawan Jepang di bawah pimpinan Budayawan Jepang, Seici Okawa untuk menikmati dan mengexplore tenun Alor hingga ke Manca Negara.

    Suasana Dialog saat Kunjungan Kerja dan Tatap Muka TP PKK bersama Tim Dekranasda Kabupaten Alor di Baranusa, Ibu Kota Kecamatan Pantar Barat, Jumad (10/10/2025). Foto : dok.fortuna

    Selanjutnya secara teknis dijelaskan oleh Wakil Sekretaris Dekranasda Kabupaten Alor, Dathenus Damai, bahwa hasil tenuan Baranusa telah dipromosikan dan dibeli oleh para pemburu tenun ketika mengikuti salah satu event di Kalimantan. Artinya, bahwa kain tenun Baranusa telah dikenal dan memiliki pasar yang luas di Indonesia.

    Kedepan, Kepala Bidang Perencanaan di Dinas Perindustrian ini, bahwa dirinya memohon dukungan doa agar apa yang direncanakan dalam Raker di mana salah satu agendanya adalah Tenun Alor yang sudah mempunyai Indikasi Geografis (IG) dapat dibahas dengan serius agar mencapai prestasi yang tinggi dan tetap kuat dalam usaha kerajinan tenun.

    Untuk itu, dia menghimbau agar 5 dari 7 desa penenun di Kecamatan Pantar Barat tetap mempertahankan kualitas dan kuantitas agar ketika didampingi, dibina dan dipromosikan oleh Dekranasda Kabupaten Alor melalui berbagai platform media tidak mengecewakan pembeli.

    Sebagaimana disaksikan media ini, bahwa antusiasme peserta terhadap materi dari Tim Dekranasda luar biasa di mana selain bertanya di forum resmi, selesai kegiatan beberapa pengrajin yang terdiri dari beberapa orang ibu mendatangi Tim/ Pengurus Dekranasda yang terdiri Wakil Sekretaris, Bapak Dami, -panggilan akrab dari Dathenus Damai, Anggota Bidang Promosi dan Media, Gabriel L. Tang dan Anggota lainnya: Maria Corry Fernandes dan Mega berdiskusi di Kokor Kecamatan Panbar. (Tim/42na).

     

    Latest Posts

    spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

    Don't Miss

    Stay in touch

    To be updated with all the latest news, offers and special announcements.