Fortuna

Warga Keluhkan Tingginya Harga Tiket Pesawat Rute Maumere – Kupang, Ada Apa?

“Kita sedang menunggu dan berharap ada kepastian dari manajemen NAM Air  yang informasinya siap mengoperasikan pesawat ATR72 – 600  mulai awal Juli 2021” Kepala Bandara Frans Seda Poltak Gordon,MT

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diego. Foto : Ist

Akses udara dari Bandara Frans Maumere ke Bandara El Tari di Kupang yang adalah Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur  terpantau sangat lesu dalam beberapa bulan terakhir

Minimnya moda transportasi yang melayani rute tersebut menuai keluhan warga pengguna jasa angkutan udara. Pun tarif penerbangan dari Maumere ke Kupang,PP yang biasanya hanya Rp 320ribu kini melambung hingga Rp 820ribu per orang

Saat ini hanya Wings Air dengan pesawat type ATR72.600 berkapasitas 72 seat dari Lion Air Group yang melayani Maumre- Kupang setiap hari sekali

NAM Air dan TransNusa yang sebelumnya melayani rute tersebut sudah menutup jam operasionalisasinya hingga waktu yang tidak ditentukan. Praktis “rute gemuk” tersebut kewalahan. Para penumpang harus lari ke Ende atau Larantuka bila ingin menggunakan pesawat tujuan Kupang

“Kita setengah mati cari tiket tujuan Kupang karena hanya Wings dan selalu penuh. Kalau dapatpun harga tiketnya sangat mahal sampai Rp 800 ribuan. Sangat tinggi apalagi untuk kami yang anak sekolah,” ujar Rilda seorang penumpang Wings Air tujuan Kupang yang mengaku 3 hari menanti tiket untuk keperluan kuliah

Ia berharap pemerintah kabupaten Sikka dapat berkoordinasi dengan operator penerbangan dan pengelola bandara Frans Seda untuk secepatnya mencari solusi sehingga tidak membabankan warga karena harus ada biaya tambahan untuk rapid test negative covid-19.

Hal yang sama dikatakan Barthol Badar. Pria yang selalu menggunakan jasa transprotasi udara dari Kupang tujuan Maumere itu mengaku sangat kesulitan mencari tiket untuk beperian ke Maumere dalam beberapa bulan terakhir

“Kami minta pemerintah dan pihak operator tolong ini diperhatikan. Cari meskapai pengganti armada yang selama ini melayani rute Kupang-Maumere. Kasian kita masyarakat sangat dirugikan apalagi harus ada biaya tambahan untuk rapid test sebelum terbang,” ujar pria asal kampung Sikka ini.

Barthol berharap pemerintah kabupaten Sikka dapat berkoordinasi dengan para pihak untuk secepatnya mencari pengganti NAM Air dan TransNusa yang sudah memutuskan berhenti beroperasi

Koordinasi para pemangku kepentingan katanya sangat diharapkan sehingga meskapai lain semisal Citilink bisa juga menyinggahi Maumere atau juga menambah slot penerbangan Wings Air dari sehari sekali menjadi dua kali sehari.

Anggota DPRD NTT Dapil Sikka, Emanuel Kolfidus meminta para pihak untuk memperjuangkan penambahan jadwal penerbangan dari dan ke Maumere. Kasihan sekali, sebuah bandara yang semakin cantik, megah dan representatif kok sunyi sepi dari armada pesawat,” kata Eman

Politisi PDI Perjuangan itu mengaku heran karena dalam beberapa waktu belakangan hanya satu armada “wings air” yang  melayani penerbangan Maumere – Kupang PP.

Padahal katanya mobilitas pada jalur ini cukup tinggi, infrastruktur bandara Frans Seda juga semakin baik, terbukti sudah dipercantik bandaranya, tapi anehnya jadwal penerbangan malah semakin menurun. Ini tentu situasi yang kontradiksi, bandara bagus kok pesawat tidak ada, tegasnya

Sebelumnya General Manager Lion Group Kupang, Rinus T. Zebua mengatakan untuk rute ke Maumere terus dipelajari tren pasar perhari. Baginya bila memungkinkan akan dinaikan slot penerbangan dari sehari sekali menjadi 2x sehari

Tujuannya kata Rinus agar warga yang selama ini kesulitan dan harus mengakses penerbangan lewat bandara terdekat di Ende atau Larantuka dapat teratasi

“Sangat bisa om Fidel. Kita terus pelajari permintaan pasar,” ujar Rinus menjawabi www.fortuna.press dalam layanan whataspp, Selasa, (8/6)

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diego dimintai komentarnya mengaku sudah menyampaikan keluhan warga tersebut ke Menteri Perhubungan dan bersurat resmi ke Operator Penerbangan meski dia tahu kandalanya adalah pandemic covid-19 yang membuat semuanya menjadi tidak pasti.

“Kita sudah sampaikan ini ke Kemenhub, operator Meskapai Garuda Citilink dan Lion juga. Wait and see… situasi covid yang membuat serba tidak pasti. Maskapai juga sedang mengalami kesulitan. Mudahan bisa teratasi dalam waktu yang tidak terlalu lama,” ujar pria yang akrab disapa Roby Idong itu

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sikka, Mauritius Minggo,ST,MT mengatakan Pemkab Sikka sudah bersurat resmi kepada Manajemen Citilink untuk sekiranya dapat mengoperasikan pesawat ATR72 dengan rute baru Kupang- Maumere,PP

“Kami sangat pahami kesulitan warga dan kini sudah kami buka komunikasi dengan manajemen Citilink untuk juga mengoperasikan meskapai Citilink ATR72 rute Kupang-Maumere,PP. Mudahan ada jawaban baik sehingga ada alternative dan harga tiket bisa lebih bersaing, ujar pria yang biasa disapa Us Minggo itu

Dia juga berjanji akan berkoordinasi dengan otoritas bandara Frans Seda Maumere untuk memastikan peningkatan kualitas pelayanan kepada warga masyarakat termasuk membuka peluang penambahan slot penerbangan dari Maumere ke Kupang,PP

Hal lain yang bakal dilakukan Pemkab Sikka katanya yakni bersurat dan meminta dukungan Manajemen Wings Air untuk menambah slot penerbangan ke bandara Frans Seda dari sehari sekali menjadi 2x sehari guna menjawabi tingginya permintaan warga akan layanan jasa transportasi udara

Bandara Frans Seda, Maumere. Foto : Ist

NAM Air Siap Operasi Awal Juli

Kepala Bandara Frans Seda Maumere, Poltak Gordon, MT dihubungi www.fortuna.press, Rabu, (9/5) mengatakan terkait harga tiket Wings Air sudah diaudit Inspektur dari Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV  Bali dan hasilnya masih dalam batas wajar.

Sementara untuk penambahan frekuensi penerbangan menjadi 2 kali dalam sehari, manajemen Bandara Frans Seda Maumere sangat mendukung.

“Kita sangat mendukung.Tidak ada masalah. Semua tergantung management Lion Group di Jakarta,” ujarnya sembil menambahkan untuk maskapai Citilink menggunakan  ATR72 -600 sepertinya mereka terbatas dengan Pesawat operasional.

Pihaknya juga tengah menunggu dan berharap kepastian dari manajemen NAM Air   dengan pesawat ATR72 -600  yang informasinya siap beroperasi normal pada awal Juli mendatang.

Untuk diketahui, Rute Kupang- Maumere saat ini hanya dilayani meskapai Wings Air ATR72-600 dengan kapasitas 72 seat. Sebelumnya rute ini juga dilayani Boeing737 NAM Air dan TransNusa namun kini masih terhenti tanpa batas waktu. (tim/42na)

Iklan Garam Pintu Air

Iklan HUT RI ke 76

Iklan Kopdit Obor Mas

%d blogger menyukai ini: