Fortuna

Quo Vadis Desa Wisata di Manggarai Timur

“Kira-kira kelanjutan pasca ditetapkan desa wisata ini oleh pemerintah daerah itu seperti apa? Apa hanya dengan pelatihan-pelatihan yang sudah dilakukan selama ini?”

Indahnya Nangarawa, salah satu spot wisata di Manggarai Timur. Foto : Anton/Fortuna

Oleh : Edy Dahal (Praktisi Pariwisata)

Menyambut penetapan Pariwisata Super Premium Labuan Bajo, di Kabupaten Manggarai Barat, Flores, suka tidak suka semua daerah di Flores Lembata harus bersiap diri

Salah satu daerah yang saat ini mulai gencar bersolek adalah kabupaten Manggarai Timur, sebuah daerah terdekat yang sejatinya harus mendapat tumpahan manfaat dari banyak aspek terkait penerapan program strategis prioritas nasional itu.

Artinya, dengan status baru Labuan Bajo sebagai destinasi periwisata super premium, maka daerah-daerah lain pun yang berada disekitanya pasti akan berdampak. Karena itu, Manggarai Timur pun sedang mempersiapkan diri dari dampak positif itu.

Salah satu bentuk yang diupayakan oleh pemerintah daerah Manggarai Timur adalah dengan menetapkan desa wisata. Desa wisata yang telah ditetapkan itu terdiri atas; Desa Compang Ndejing Kecamatan Borong, Desa Golo Loni Kecamatan Rana Mese, Desa Bamo Kecamatan Kota Komba, Desa Colol Kecamatan Pocoranaka Timur-sekarang Lamba Leda Timur, dan Desa Nanga Mbaur Kecamatan Sambi Rampas.

Kelima desa yang ada ini tentu memiliki potensi dan kekhasan masing-masing. Proses penetapannya pun pasti melalui proses kajian yang panjang oleh dinas terkait. Dari hasil kajian inilah mengapa kelima desa ini ditetapkan menjadi desa wisata pertama di setiap kecamatan yang ada di Manggarai Timur.

Yang menarik tentang penetapan desa wisata ini adalah terkait tindak lanjut dari penetapan desa wisata.

Kira-kira kelanjutan dan ditetapkan desa wisata ini oleh pemerintah daerah itu seperti apa? Apa hanya dengan pelatihan-pelatihan yang sudah dilakukan selama ini?

Seyogyanya, tidak hanya sebatas pelatihankan. Tentu ada action lanjutan dari pelatihan yang telah diberikan selama ini. Pada saat pelatihan pernah disampaikan bahwa ketika pelatihan seperti ini tidak dilanjuti dengan pendampingan ke setiap lima desa yang ada.

Maka, besar kemungkinan desa yang ada ini hanya terima simbolis semata atas  surat keputusan (SK) yang diberikan daerah kepada kelima desa wisata yang ada saat ini.

Kesempatan yang sangat luar biasa saat Kegiatan Penguatan Kapasitas Digitalisasi Desa Wisata yang diselenggarakan oleh Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Labuan Bajo-Flores, saya berdiskusi dengan salah satu pejabat dari Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai

Ia menuturkan soal langkah proaktif dinas dalam membantu desa wisata. Mulai dari hiba dana ke desa dan pendampingan-pendampingan yang intens dari dinas. Hal inilah yang menjadi energi positif dari dinas dalam menyambut pariwisata super premium Labuan Bajo.

Yang paling menarik dari diskusi saya dengan beliau adalah soal kesadaran desa dalam membangun objek wisata yang ada di desa.

Salah satunya adalah Desa Compang Ndejing, Kecamatan Borong. Bahwa Desa Compang Ndejing sejak 2017 sudah memulai menata objek wisata desanya. Bahkan sudah begitu banyak aset yang telah dibangun oleh pemerintah desa.

Beberapa fasilitas dasar yang sudah dibangun misalnya MCK, Gazebo, listrik, lapak jualan, jalan rabat, pos jaga masuk objek wisata, tembok pembatas antara pantai dan persawahan masyarakat, dan beberapa jenis pohon yang ditanam di sekitar pantai.

Inilah trobosan-trobosan pemerintah desa dalam menata destinasi wisatanya. Yang sedang digodok adalah soal rencana penambahan Gazebo 3 unit dan penanaman pohon.

Sementara yang menjadi kewalahan untuk desa Compang Ndejing adalah akses masuk menuju desa wisata. Tahun ini, pemerintah rencananya akan membabgun jalan masuk dari Simpang Tiga Sok menuju Iteng.

Dalam pemberitaan diberbagai Media, bahwa dana yang akan dialokasikan untuk pembangunan jalan yang ada sebesar 15 miliar.

Semoga berita yang ada menjadi informasi yang baik dan benar akan direalisasikan tahun ini. Jika itu tidak terjadi, maka mimpi kami yang ada di desa Compang Ndejing menjadi sia-sia.

Karena itu, harapan besarnya adalah keterlibatan pemerintah daerah membantu desa wisata itu harus benar-benar dilakukan.

Salah satunya adalah soal pembangunan jalan masuk desa wisata. Karena ini yang menjadi poin penting bagi penikmat destinasi wisata pedesaan. Quo Vadis Desa Wisata kita? (*

Iklan Garam Pintu Air

Iklan HUT RI ke 76

Iklan Kopdit Obor Mas

%d blogger menyukai ini: