Fortuna

Paulus Efi : Pariwisata TTU Harus Didesain Bersama

“Kita akui masih banyak yang belum dituntaskan tapi kita juga berterimakasih kepada pak Bupati, Wabub dan jajaran yang telah memberi diri secara total untuk membangun daerah”

Rumah Pohon, salah satu pesona yang ada di Kawasan Hutan Lindung Oeluan, Kabupaten TTU. Foto : Majalah Fortuna

Pariwisata Timor Tengah Utara sejatinya menjadi kekuatan ekonomi baru yang seksi dan produktif. Hal itu akan terjadi manakala penataan pariwisata didaerah tersebut didesain lebih keren dan akomodatif melibatkan para pelaku wisata dan masyarakat

“Urusan pariwisata itu tidak hanya urusan senang-senang tetapi juga bagaimana potensi itu bisa digerakan bersama semua stakeholder baik pemerintah, dunia usaha dan masyarakat. Pariwisata mesti jadi kerja gotong-royong yang seksi tapi juga memberi manfaat ekonomi untuk rakyat,”ujar Ketua Fraksi Nasdem DPRD TTU, Paulinus Efi kepada www.fortuna.press, Minggu, (29/11)

Paulus meminta pemerintah untuk membuat grand design pariwisata yang memadai dan menjadikan kabupaten perbatasan Indonesia dan Timor Leste itu sebagai kawasan pariwisata baru yang unggul dan berdaya saing internasional.

Baginya apapun potensi daerah namun kalau tidak dikemas dengan baik dari aspek perencanaan maka hasilnya akan biasa-biasa saja. Dibutuhkan grandesign tentang kawasan Tanjung Bastian- Wini sebagai lokus dan destinasi wisata yang produktif dan potensial tidak saja untuk kepentingan masyarakat TTU dan sekitarnya tetapi juga untuk kepentingan perdagangan dan pergerakan ekonomi nasional bahkan internasional.

Hal ini dikarenakan kedua daerah itu berbatasan langsung dengan Distrik Oecusse yang  kini pembangunan  infrastrkuturnya sangat gencar

Urusan pemerintah adalah memfasilitasi pembangunan sarana prasarana dan pemberdayaan masyarakat, sementara kalangan dunia usaha dan para pengusaha jasa pariwisata bertugas mengelola kawasan itu sebagai sebuah sumber ekonomi yang bisa menggerakan kepentingan lintas sektor, “ujaryna

Paulinus menyarankan agar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Wini- Tanjung Bastian bisa menjadi penyangga bagi Timor Leste (distrik Oekusi,red) terutama dalam hal persiapan infrastruktur perhotelan, pusat hiburan dan tentu pusat bisnis yang bisa memback-up kebutuhan logisitik  dan pelayanan jasa di negara tetangga.

Ia juga berterimakasih kepada Bupati Raymundus Fernandes dan Wakil Bupati Aloysius Kobes yang telah mendharmabaktikan diri membangun lintas sektor di TTU selama satu dekade ini

Terhadap berbagai kekurangan silakan dikritisi namun manakala ada hal-hal yang baik mesti juga diapresiasi sebagai sebauah komitmen kuat untuk membangun daerah dan mensejatherakan rakyat

“Kita akui masih banyak yang belum dituntaskan tapi kita juga berterimakasih kepada pak Bupati, Wabub dan jajaran yang telah memberi diri secara total untuk membangun daerah. Terlepas dari kelebihan dan kekurangan maka sudah wajib hukumnya generasi daerah ini hukumnya harus memberi apresiasi,” ujarnya

Suasana perbatasan interasional di PLBN Wini-Oecusse. Foto : Majalah Fortuna

Jeli “Manfaatkan” Isu Perbatasan

Disisi lain Paulus Efi juga meminta kepada siapapun Bupati dan Wakil Bupati TTU yang akan datang agar meneruskan program kerja yang sudah dan lebih kreatif dalam mengeloa semua potensi wisata alam, bahari, sejarah budaya dan minat khusus yang ada di TTU untuk percepatan capaian kesejatheraan rakyat.

Ia meminta agar sektor pariwisata bisa ditingkatkan menjadi sektor yang bisa berdaya saing bagi masyarakat kabupaten TTU sebagai sebuah daerah perbatasan.

Kemajuan Timor Leste di enclave Wini mesti didukung dengan pembangunan infrastruktur pariwisata di Wini dan sekitarnya. Nah disinilah tugas pemerintah daerah mesti jeli melihat peluang yang ada termasuk dari aspek kepariwisataan,” ujar Politisi Partai Nasdem itu.

Kedepan katanya pemerintahan baru TTU harus menaruh perhatian serius pada sektor pariwisata karena suka tidak suka, pariwisata sudah menjadi isu nasional dan dunia. Saat ini pariwisata hampir menyalib sektor migas sebagai penyumbang devisa bagi nasional dan daerah.

Para Wisatawan asing sedang bersantai di resort marjon Wini. Foto : ist

Prospektif Bisnis Wisata

Terpisah, Isak Marjon, salah seorang pengusaha pariwisata di Wini mengaku saat ini pasar usahanya sangat menjanjikan di Wini sebagai salah satu pintu masuk berbatsaan internansional

Baginya posusu strategis Wini sebagai kota perbatasan memantik minatnya untuk berinvestasi dibidang usaha hotel dan restoran.

Hadirnya Marjon Resort, Homestay dan Cafe  di Wini makin memanjakan pelanggan dan siapa saja yang ingin berkunjung ke Pos Lintas Batas Antara Negara (PLBN) Indonesia dan Timor Leste itu. Resort ini dilengkapi aneka fasilitias hunian tepi pantai yang indah, nyaman dan moderen.

Pengunjung juga bisa menikmati wisata pantai yang indah, bersih, nyaman dengan kawasan hunian yang apik. Ditempat ini juga anda bisa menikmati hidangan sea food terutama ikan kuah asam yang enak, gurih dan segar langsung dari perairan wini, katanya. (tim/42na)

Iklan Garam Pintu Air

Iklan HUT RI ke 76

Iklan Kopdit Obor Mas

%d blogger menyukai ini: