Fortuna

Menteri Koperasi : Obor Mas Jangan Besarkan Koperasi Sebagai Entitas Bisnis Saja

“Ketika koperasi mengelola PT maka dapat mengandung potensi resiko antara lain tergerusnya modal dan orientasi lebih pada kepentingan bisnis”

Kunjungan Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki ke anggota pemilik usaha ayam pedaging di Maumere belum lama ini. Foto : Fortuna

Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki meminta pengurus dan manajemen KSP Kopdit Obor Mas harus berjuang untuk memacu peningkatan kemampuan ekonomi anggota dan tidak hanya fokus membesarkan entitas bisnis.

“Untuk koperasi, yang paling penting harus berjuang meningkatkan usaha ekonomi anggota dan bukan hanya sekedar membesarkan koperasi sebagai entitas bisnis,” ujar Teten Masduki melalui Deputy Perkoperasian Ahmad Zubadi dalam RAT Kopdit Obor Mas Tahun Buku 2020 di kawasan Sea World Maumere, pagi tadi

Ia mengapresiasi progres dan capaian Kopdit Obor Mas di tahun buku 2020 yang mana asetnya sudah tembus diatas Rp 1 triliun dan anggota mencapai 102.000 orang.

Satu langkah gemilang yang dilakukan Obor Mas dan mendapat pujian juga adalah semangat lembaga untuk melakukan konsolidasi wilayah cukup masif dengan konsentrasi anggota di provinsi NTT

Berkunjung ke lahan hortikulutura milik anggota di Desa Tilang, Nita, Kabupaten Sikka. Foto : Fortuna

Spin Off Berbasis Potensi Milik Anggota

Terkait Spin off yang kini gencar dilakukan oleh sebagian koperasi, Menkop mengatakan spin off  sejatinya menjadikan koperasi hanya sebagai fasilitator penumbuhan ekonomi yang berbasis potensi milik anggota.

Wujudnya kata dia harus spin off dalam bentuk koperasi dan bukan dalam bentuk badan usaha Perseroan Terbatas (PT).

Hal itu dikarenakan ketika koperasi mengelola PT maka dapat mengandung potensi resiko antara lain tergerusnya modal dan orientasi lebih pada kepentingan bisnis.

Oleh karena itu Ia berharap Obor Mas kedepan harus bisa jadi Holding Company dalam bentuk gabungan koperasi sebagai sekunder Obor Mas. “Mudah-mudahan Kopdit Obor Mas bisa menjadi pionirnya, ujar dia.

Apresiasi juga diberikan kepada Pengurus dan Manajemen Kopdit Obor Mas atas segala pencapaian selama ini dan juga menjalankan usaha dgn digital koperasi dmana telah mendukung promosi digitalisasi koperasi yang dilakukan oleh kemenkop dan UKM RI.

Hadir pada kesempatan RAT tersebut yakni Bupati Sikka Fransiskus Diogo Idong, Kepala Dinas Koperasi dan Nakertrans Provinsi NTT Selvi Pekudjawang, Wakil Bupati Sikka yang juga tokoh Koperasi Nasional, Romanus Woga, Ketua KSP Kopdit Obor Mas Andreas Mbete, General Manager Leonard Frediyanto, tamu undangan dan delegasi RAT dari setiap cabang

Pada kesempatan itu Tokoh Koperasi Nasional Romanus Woga mengungkap lima kiat jitu mengapa orang Cina selalu berhasil dalam usahanya.

Kelima rahasia sukses tersebut yakni  menabung 60 % dari pendapatan, tidak mempersoalkan untung sedikit (untung sedikit tidak masalah), membeli barang harga murah, haram berhutang dan giatkan investasi

Untuk itulah kepada semua anggota koperasi di Indonesai dimanapun berada termasuk anggota Kopit Obor Mas, Romanus meminta agar menerapkan lima prinsip sukses ala orang Cina tersebut dalam menata usaha dan ekonomi keluarga berbasis koperasi

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan Nakertrans Propinsi NTT, Selvi Pekudjawang pada kesemaptan itu menekankan penting para pengurus dan manajemen untuk kembali ke roh koperasi kredit yang core bisnisnya adalah simpan pinjam.

“Saya berharap semua pengurus, pengawas dan manajemen koperasi fokus untuk menata kembali core bisnis dan nilai-nilai gotong royong yang adalah kekuatan koperasi dengan memaksimalkan simpan pinjam dan pelayanan keanggotaan,” ujar Selvi

Baginya koperasi sebagai soko guru perenomian nasional harus benar-benar menunjukan jati dirinya sebagai usaha bersama yang berasal dari anggota, dikelola secara bersama  untuk kesejatheraan bersama. (tim/42na)

Iklan Garam Pintu Air

Iklan HUT RI ke 76

Iklan Kopdit Obor Mas

%d blogger menyukai ini: