Tuesday, January 13, 2026
spot_img
More

    Latest Posts

    Sore Ini Artis Edo Kondologit dan Alfred Gare,Pax Hibur Warga Maumere di Arena Peresmian Gerai NTT Mart

    Bossmen, produk olahan mete khas Maumere, Kabupaten Sikka. Foto : Vicky da Gomez
    MAUMERE, fortuna.press – Artis Nasional Edo Kondologit dan Alfred Gare,pax hari ini Minggu, 14 Desember 2025 sekitar puku 17.00 WITA siap menghibur warga kota Maumere dalam acara Peresmian Gerai NTT Mart di jalan A.Yani, samping Alfamart, tak jauh dr Polres Sikka, Maumere, Flores.
    Sesuai agenda, hari ini Minggu 14 Desember 2025, Gubernur NTT Melki Laka Lena akan meresmikan 2 Gerai NTT Mart yakni di Kota Ende  dan Maumere, Kabupaten Sikka.
    Kedua gallery ini dijadwalkan diresmikan pada hari yang sama meski beda jam. Seremonial peresmian akan dihibur oleh artis nasional ; Edo Kondologit dan Alfred Gare,Pex.
    “Di Ende, acara akan dihadiri Bapak Gubernur NTT Melki Laka Lena bersama Bupati Ende, Forkompimda juga artis Edo Komdoligit pada pukul 12.00 siang ini, sedangkan di Maumere juga sama pada petang hari nanti sekitar pukul 17. 30 WITA yang akan dihibur bareng Edo Kondologit dan Alfred Gare,pex,”ujar  Kadis Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT Dr. Zeth Sonny Libing,M.Si dalam rilisnya.
    Adapun NTT Mart adalah program inovatif dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mempromosikan dan menjual produk unggulan lokal (seperti kopi, tenun, hasil perikanan) agar bisa bersaing di pasar yang lebih luas, dengan tujuan meningkatkan ekonomi daerah, dan kini mulai merambah ke berbagai wilayah.
    Gubernur NTT Melki Laka bersama Pendeta Jemaat Ebenhazer Tarus, para pejabat, pengurus gereja, jemaat disela-sela meninjau Gerai NTT Mart Tarus, kabupaten Kupang, 27/11/2025/ Foto : Fortuna
    Sebelumnya Gubernur NTT telah meresmikan gerai yang sama di Kota Kupang, kabupaten Kupang, Belu dan Kabupaten Timor Tengah Selatan.
    Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT Dr. Zeth Sonny Libing,M.Si mengatakan persiapan peresmian kedua gerai tersebut dijadwalkan pada Minggu 14 Desember 2025 karena disesuaikan dengan jadwal Gubernur yang sangat pada jelang akhir tahun.
    Menurut Sonny Libing, kehadiran Gerai NTT Mart di Maumere, Ende dan rencananya di semua kabupaten di Provinsi NTT menjadi babak baru kebangkitan ekonomi lokal sekaligus simbol pengakuan derajat daerah serta harkat dan martabat para pelaku UMKM di provinsi Nusa Tenggara Timur.
    NTT Mart kata dia, tidak saja menjadi langkah strategis dalam memperkuat kemandirian ekonomi daerah melalui gerakan cinta akan produk lokal tapi juga menyiapkan etalase yang standar dan layak dalam memperkenalkan dan memasarkan semua karya anak-anak daerah NTT termasuk di Kabupaten Ende dan Maumere Kabupaten Sikka.
    Sony Libing juga mengatakan bahwa NTT Mart merupakan hasil koordinasi antara Pemprov NTT dan Pemkab setempat. Saat ini terdapat hampir 5000 produk IKM NTT dari ratusan pelaku, mencakup jenis fashion, kriya, dan kuliner.
    Pemerintah juga menerapkan skema beli putus agar pelaku UMKM tidak terbebani target penjualan serta menetapkan margin keuntungan maksimal 10% agar harga tetap terjangkau. Peluncuran NTT Mart ini juga nantinya akan segera dilanjutkan ke wilayah Flores dan Timor.
    Dia berharap, sisa waktu yang ada selama bulan Desember 2025 ini bisa diresmikan lagi beberapa unit NTT Mart di Flores, Sumba, Alor, Sabu dan Rote.
    Artis Regional Alfred Gare,pax ” Ikan Nae di Pantai” saat tampil menghibur warga di arena Festival IKM di kota Kupang, 27 November 2025. Foto : Fortuna
    Ketidakstabilan Produksi dan Ketiadaan Pasar
    Gubernur NTT Melki Laka Lena dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa NTT Mart merupakan bagian dari gerakan untuk mendorong masyarakat memproduksi, membeli, dan menggunakan produk lokal.
    Gerakan ini sejalan dengan kampanye nasional “Aku Cinta Indonesia” pada masa Presiden Soeharto, konsep Trisakti Presiden Soekarno, serta kini diterjemahkan melalui kampanye “Aku Cinta Produk NTT”.
    Dikatakan, tantangan utama UMKM saat ini adalah ketidakstabilan produksi. “Banyak UMKM mampu memproduksi, tetapi tidak konsisten setiap bulan. Inilah yang membuat pasar kita tidak berkembang,” tegasnya.
    Vircores Kresna, produk olahan mete khas Maumere, Kabupaten Sikka. Foto : Vicky da Gomez
    Dia juga mencontohkan potensi besar dari olahan jantung pisang yang dapat memberikan nilai tambah jika diolah dan dikemas dengan baik. Ia juga mendorong perubahan pola ekonomi tradisional dari tanam–panen–jual mentahan menjadi gerakan hilirisasi yakni olah–kemas–jual.
    Untuk memperkuat perputaran ekonomi lokal, Gubernur mengumumkan kebijakan wajib belanja produk lokal minimal Rp. 100.000 bagi ASN menjelang Natal dan Tahun Baru.
    “Dengan 4.000–5.000 ASN di Ende atau Sikka, perputaran ekonomi dapat mencapai Rp5 miliar dalam satu periode belanja,” ujarnya.
    Kebijakan ini, lanjutnya, lazim diterapkan di berbagai negara maju serta tidak membebani ASN karena kebutuhan konsumsi tetap.
    Untuk diketahui, Peresmian Gerai NTT Mart di Ende dan Maumere merupakan 2 kota pertama di Flores yang menghadirkan gerai ini.
    Diharapkan semua kota di Flores juga segera menghadirkan gerai serupa menjadi etalase UMKM setempat. (tim/42na)

    Latest Posts

    spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

    Don't Miss

    Stay in touch

    To be updated with all the latest news, offers and special announcements.