
MAUMERE, fortuna.press – Sesuai agenda, hari ini Minggu 14 Desember 2025, Gubernur NTT Melki Laka Lena akan meresmikan Gerai NTT Mart di Kota Ende dan Maumere, Kabupaten Sikka. Kedua gallery ini dijadwalkan diresmikan pada hari yang sama meski beda jam.
NTT Mart adalah program inovatif dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mempromosikan dan menjual produk unggulan lokal (seperti kopi, tenun, hasil perikanan) agar bisa bersaing di pasar yang lebih luas, dengan tujuan meningkatkan ekonomi daerah, dan kini mulai merambah ke berbagai wilayah.
Sebelumnya Gubernur NTT telah meresmikan gerai yang sama di Kota Kupang, kabupaten Kupang, Belu dan Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT Dr. Zeth Sonny Libing,M.Si mengatakan persiapan peresmian kedua gerai tersebut dijadwalkan pada Minggu 14 Desember 2025 karena disesuaikan dengan jadwal Gubernur yang sangat pada jelang akhir tahun.
Menurut Sonny Libing, kehadiran Gerai NTT Mart di Kupang dan rencananya di semua kabupaten di Provinsi NTT menjadi babak baru kebangkitan ekonomi lokal sekaligus simbol pengakuan derajat daerah serta harkat dan martabat para pelaku UMKM di provinsi Nusa Tenggara Timur.
NTT Mart kata dia, tidak saja menjadi langkah strategis dalam memperkuat kemandirian ekonomi daerah melalui gerakan cinta akan produk lokal tapi juga menyiapkan etalase yang standar dan layak dalam memperkenalkan dan memasarkan semua karya anak-anak daerah NTT termasuk di Kabupaten Ende dan Maumere Kabupaten Sikka.

Kadis Perindag Sony Libing juga menerapkan skema beli putus agar pelaku UMKM tidak terbebani target penjualan serta menetapkan margin keuntungan maksimal 10% agar harga tetap terjangkau. Peluncuran NTT Mart ini juga nantinya akan segera dilanjutkan ke seluruh wilayah NTT

Dia berharap, sisa waktu yang ada selama bulan Desember 2025 ini bisa diresmikan lagi beberapa unit NTT Mart di Flores, Sumba, Alor, Sabu dan Rote.
Ketidakstabilan Produksi dan Ketiadaan Pasar
Gubernur NTT Melki Laka Lena dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa NTT Mart merupakan bagian dari gerakan untuk mendorong masyarakat memproduksi, membeli, dan menggunakan produk lokal.
Gerakan ini sejalan dengan kampanye nasional “Aku Cinta Indonesia” pada masa Presiden Soeharto, konsep Trisakti Presiden Soekarno, serta kini diterjemahkan melalui kampanye “Aku Cinta Produk NTT”.
Dikatakan, tantangan utama UMKM saat ini adalah ketidakstabilan produksi. “Banyak UMKM mampu memproduksi, tetapi tidak konsisten setiap bulan. Inilah yang membuat pasar kita tidak berkembang,” tegasnya.
Dia juga mencontohkan potensi besar dari olahan jantung pisang yang dapat memberikan nilai tambah jika diolah dan dikemas dengan baik. Ia juga mendorong perubahan pola ekonomi tradisional dari tanam–panen–jual mentahan menjadi gerakan hilirisasi yakni olah–kemas–jual.




