Wednesday, January 21, 2026
spot_img
More

    Latest Posts

    Solidaritas Untuk Sumatera, Kader PDI Perjuangan NTT Gotong Royong Donasikan Rp 55 Juta

    Ketua DPD PDI Perjuangan NTT Yunus Takandewa dan jajaran menyampaikan dana solidaritas untuk Bencana Sumatera, usai Rapat Kerja Pengurus di kantor DPD PDIP NTT Kupang, Jumat, 11 Desember 2025. Foto : Fortuna
    KUPANG, fortuna.press –  Kader PDI Perjuangan Provinsi NTT menaruh kepedulian dan empati tinggi pada bencana yang dialami sesama saudara di Sumatera.
    Tidak pelru menunggu waktu lama, semangat gotong-royong itu tertular cepat diantara kader PDI Perjuangan di setiap kabupaten/kota di NTT dan berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 55 Juta.
    Dana yang terkumpul dari aksi solidaritas itu siap disalurkan untuk meringankan beban sesama warga di Sumatera yang terdampak dan membutuhkan pemulihan segera.
    Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, Yunus Takandewa, menyampaikan bahwa bantuan ini lahir dari kepedulian kolektif keluarga besar partai di NTT.
    Ia menegaskan bahwa gotong royong dan solidaritas adalah napas perjuangan partai yang harus terus hidup dalam setiap momentum kemanusiaan.
    “ Atas nama Keluarga Besar PDI Perjuangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, kami menyerahkan dompet peduli bencana Aceh dan Sumatera melalui BPI-BPI Perjuangan. Dengan doa dan harapan, semoga Aceh dan Sumatera cepat pulih,” kata Yunus kepada media, Jumat, 12 Deember 2025.
    Aksi gotong-royong tersebut kata Yunus, adalah bentuk komitmen PDI Perjuangan NTT dalam mendukung penanganan bencana nasional dan memperkuat nilai solidaritas antar-daerah.
    Yunus menjelaskan donasi yang terkumpul selanjutnya akan diteruskan ke rekening gotong-royong DPP PDI Perjuangan untuk disalurkan kepada para korban bencana yang membutuhkan bantuan segera.
    Ribuan Orang Meninggal dan Kehilangan Harta Benda
    Untuk diketahui, bencana banjir bandang dan tanah longsor di menimpah sejumlah kota di pulau Sumatera utamanya di provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang dimulai sejak akhir November 2025.
    Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan hampir seribu orang meninggal dunia.  Data per 11 Desember 2025 menunjukkan 969 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya masih hilang.  Hampir 1 juta warga terpaksa mengungsi akibat bencana ini.
    Daerah yang paling parah terkena dampak antara lain Aceh Tamiang, Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.
    Bencana ini dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem dan curah hujan yang sangat tinggi, diperparah oleh degradasi hutan di daerah hulu. Dampaknya, ratusan jalan dan puluhan jembatan mengalami kerusakan, menghambat proses distribusi bantuan.
    Pemerintah pusat sedang mempercepat upaya pemulihan, dan gubernur Aceh bahkan meminta bantuan internasional untuk mengatasi krisis ini. (tim/42na)

    Latest Posts

    spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

    Don't Miss

    Stay in touch

    To be updated with all the latest news, offers and special announcements.