“Yang pasti, perpaduan hamparan tambak menyerupai danau dan bukit Tuamese yang menakjubkan itu membuat lelah anda seakan terbayar lunas” Fidel Fortuna

Menempuh perjalanan kurang lebih 34 kilometer dari Wini, perbatasan Indonesia dan Oecusse Timor Leste tentu. Anda dipastikan terbakar terik bila memilih beranjangsana disiang hari. Lagipula bebukitan landai dan hamparan savana yang kering membuat sesak didada; angin sepoi-sepoi baru akan terasa ketika kendaraan yang anda tumpangi memilih untuk menepi dibawah pepohonan raksasa dan menikmati udara sejuk meski cuman sejenak.
Tim Fortuna belum lama ini ke Tuamese. Rute yang dipilih dari Kupang bermalam ke Wini dan keesokan harinya ke Tuamese setelah menikmati pesona mentari pagi di sekitar Pos Perbatasan Lintas Nengara (PLBN) Wini Indonesia – Oeccuse, Timor Leste
Berbeda dengan jarak dari Kota Kefamenanu ke Wini terasa lebih jauh karena harus berputar mengintari bukit batu raksasa Ambenu dan lembah Bakitolas yang curam. Waktu yang dibutuhkan sekitar pun 1,3 jam perjalanan.
Setelah exploring kawasan Wini-Tanjung Bastian, tim akhirnya bergerak dari Wini ke Mena, menuju Kaubele hingga Tamkesi. Hanya menghabiskan waktu 60 menit lebih karena petualangan kali ini harus mengabadikan setiap spot eskotik dan unik terutama bentangan alam pulau Timor sepanjang jalur ini. Meski landai dan berkelok-kelok disekitar padang belantara, mobil Terrios hitam yang ditumpangi nampak nyaman bagi rombongan yang terus berburu pesona wisata saat itu.
Belum lagi ketika memasuki jalan lingkungan berlapis sertu yang landai namun berlubang sepanjang kurang lebih 5 kilometer membuat guncangan terasa tak nyaman. Memilih kembali bukanlah sebuah solusi yang tepat saat itu karena disana ada tantangan yang harus segera menyudahi petualangan hingga ke puncak Tuamese.
Bentangan Bendera merah putih kebanggaan nasional berkibar agung di puncak bukti wisata Tuamese di Kabupaten Timor Tengah Utara, bendera itu dari jauh sudah kelihatan dan menjadi titik puncak skaligus etape terakhir yang harus dituju setelah anggota rombongan sudah berada di kaki bukit. Tak ada pilihan lain selain, perlahan menaiki lebih dari 200 anak tangga yang berkelolok-kelok didepan mata.
Saat itu tepat pukul 15.00, saat dimana puncak terik menyengat di ubun-ubun. Pilihan waktu yang tidak elok tapi tepat karena saatnya berburu senja. Waktu itulah sang rembulan seakan bergerak menjauhi bukit dan menutup bentangan pesona teluk Tuamese yang ranum itu.
Tepat pukul 15.30, rombongan telah mencapai etape satu dengan tawaran yang cukup keren, kolam nan indah dalam bingkai bukti yang terjal itu kini didepan mata. Camera Cannon segera dikeluarkan dari sarungnya untuk diarahkan ke pesona seksi didepan mata. Ada pagar penahan yang membalut photo spot dalam lingkaran LOVE itu seakan memandu pengunjung untuk sedekit was was. Bukan main curamnya bisa bikin nyawa melayang kalau tidak hati-hati.
Kurang lebih 30 menit menghabiskan waktu di etape pertama, tim bergerak kearah selatan memastikan tak jauh darisitu ada lembah pohon kelapa dan lontar yang terus mengapit samudera nun jauh disana. Spot ini akan indah dn cocok diabadikan dikala senja.
Penuh kehati- hatian menuju etape kedua, tim akhirnya bergerak ke puncak. Indah nian, tak bisa dilusikan dengan kata-kata, pesonnya sempurna, lembah laguna yang indah dipagari batu cadas nan hijau dengan lekukan paling seksi meski kami datang dikala puncak musim kemarau.
Disana terpampang tulisan Objek Wisata Tuamese, menjadi penanda bersejarah bagi siapapun yang pernah menginjakan kaki ditempat ini. Sejauh mata memandang pemandangan itu nyata dan tiada duanya, Tuamese memang layak jadi destinasi unggulan baru di Timor.

Wajib Anda Kunjungi
Adapun Tuamese adalah sebuah kawasan wisata unggulan baru di Kabupaten TTU yang pernah digenjot menjadi salah satu Nominator Anugerah Pesona Indonesia (API) Award tahun 2021 dengan kategori surga (alam) tersembunyi.
Terletak di Desa Tuamese, Kecamatan Biboki Anleu, tak jauh dari Distrik Oecusse pintu perbatasan Indonesia dan Timor Leste, spot wisata alam ini kian mengundang decak kagum siapapun yang beranjangsana.
Tuamese bisa dijangkau dari Kota Kefamenanu, Ibukota Kabupaten TTU atau juga dari Kota Atambua, Kabupaten Belu dengan lama tempuh sekitar 1 jam perjalanan.
Soal magnet wisatanya, janganlah ragu. Pasti keren dan sangat mengagumkan. Anda akan disuguhi panorama alam yang premium, eksklusif dan tiada duanya di dunia, penasaran kan?
Ya,,,tidak saja bukitnya yang tandus dan eksotis, Tuamese juga menawarkan bentangan alam sejauh mata memandang dengan hamparan tambak menyerupai danau nan indah di kaki lereng perbukitan yang sangat instagramble
Benar, Tuamese memang menakjubkan dan unik. Lokus ini cocok jadi spot foto pilihan baik dimusim penghujan maupun disaat kemarau memuncak. Sangat disayangkan ketika Anda berada di Kabupaten TTU dan tidak mengunjungi destinasi wisata ini.




