Tuesday, January 13, 2026
spot_img
More

    Latest Posts

    NTT Mart Hadir di SoE, Gubernur Melki : Ini Jawaban Atas Keluhan UMKM Minim Pasar

    Gubernur NTT dan Bupati TTS memantau produk yang dipasarkan di NTT Mart TTS. Foto : dok.fortuna

    SOE, fortuna.press – Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena meresmikan NTT Mart by Dekranasda di Desa Kesetnana, Mollo Utara, SoE, Ibukota Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Selasa (2/12/2025).

    Melki menegaskan bahwa NTT Mart merupakan jawaban atas keluhan UMKM tentang minimnya pasar, bukan minimnya produksi.

    “UMKM kita produksi, tapi tidak punya pasar. Karena itu, kita buka pasarnya lebih dulu melalui NTT Mart,” ujarnya

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati TTS Eduard Markus Lioe, Wakil Bupati TTS Johny Army Konay, Wakil Ketua DPRD TTS, Ketua Dekranasda TTS, unsur Forkompimda TTS, Sekda TTS, Kadis Perindag NTT, Sonny Libing, para Pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten TTS, serta pelaku UMKM dan IKM.

    Pada kesempatan itu Gubernur Melki menyebut NTT Mart berfungsi sebagai pusat pemasaran One Village One Product (OVOP), menyerap produk UMKM dari desa dan kelurahan, menampilkan etalase kuliner, kerajinan, tenun, kriya, dan fashion, dikembangkan menjadi platform digital seperti Shopee, Tokopedia, atau Lazada versi NTT.

    “NTT Mart adalah gerakan awal untuk membangun kepercayaan diri pelaku UMKM. Kalau pasar dibuka, produksi pasti mengikuti,” ujarnya.

    Pastikan Ketersediaan Produk

    Ia meminta Dekranasda, PKK, perangkat desa, dan seluruh pelaku UMKM memastikan ketersediaan produk terus berlanjut.

    “Produksi di desa–kelurahan tidak boleh terputus. Barang harus tetap ada, dan kualitas harus konsisten,” tegasnya.

    Menurutnya, produk yang harus masuk ke NTT Mart meliputi kuliner, minuman, kerajinan, fashion, kriya, hingga berbagai jenis olahan rumah tangga.

    Melki menjelaskan bahwa sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar yang membina 17 provinsi Indonesia Timur, ia memanfaatkan jaringan tersebut untuk menyiapkan pasar bagi produk NTT di luar daerah.

    “Di Merauke, komunitas Rote besar. Di Papua Barat dan Papua Barat Daya, kain Timor menjadi mahar adat paling berkelas. Bahkan di Papua, nilainya bisa mencapai Rp500 juta,” jelasnya.

    Tak heran, Ia meminta akademisi dan antropolog meneliti hubungan budaya Timor–Papua yang dianggapnya sangat kuat.

    Tinggalkan Jualan Produk Mentah

    Melki menegaskan masyarakat harus meninggalkan pola penjualan bahan mentah dan beralih ke produk olahan bernilai tambah tinggi.

    “Jantung pisang yang dijual Rp.5.000 bisa diolah jadi keripik Rp.25.000. Nilai tambahnya sampai 50 kali lipat. Kita harus bekerja lebih cerdas,” ujarnya.

    Ia menilai banyak keluarga menjadi miskin bukan karena tidak punya uang, melainkan karena salah mengelola uang.

    “Pendeta, pastor, ustaz, dan pendamping desa harus bantu edukasi cara pakai uang yang benar, agar tidak habis untuk hal tidak produktif,” tambahnya.

    Gubernur NTT bersama Bupati TTS disambut Natoni dan Tarian lokal. Foto : dok.Fortuna

    Disambut Natoni dan Bicara Trisakti Bung Karno

    Kedatangan Gubernur NTT Melki Laka Lena bersama rombongan disambut dengan sapaan adat Natoni oleh para tetua adat dan penari dari SMK Negeri 2 Soe.

    Mengawali sambutannya, Gubernur Melki menyampaikan paparan panjang mengenai kondisi perdagangan NTT, strategi kemandirian ekonomi, hingga langkah konkrit percepatan pemasaran produk UMKM.

    Gubernur Melki menyinggung sejarah pemikiran ekonomi nasional dari Trisakti Bung Karno, gerakan “Aku Cinta Indonesia” era Orde Baru, hingga arahan Presiden Prabowo Subianto tentang kebanggaan menggunakan produk lokal. Menurutnya, kesadaran konsumsi produk dalam negeri harus dimulai dari daerah.

    Melki kemudian mengungkap data Bank Indonesia bahwa NTT mengalami defisit perdagangan sangat besar.

    “Barang yang keluar dari NTT hanya sekitar Rp.8 triliun. Barang yang masuk mencapai Rp.59 triliun. Artinya, kita defisit Rp.51 triliun, dan ini lebih besar dari APBD Provinsi NTT,” tegasnya.

    Ia mencontohkan pembelian pinang dari luar daerah yang mencapai Rp1 triliun per tahun. “Saya ketemu Gubernur Jambi. Dia bilang, ‘Terima kasih orang NTT, saya kaya karena pinang yang kalian beli.’ Padahal kita bisa tanam pinang sendiri,” ujarnya.

    Pertemuan Gubernur Bali, NTB dan NTT

    Melki juga mengungkapkan hasil pertemuan tiga Gubernur NTT–NTB–Bali bahwa total penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk NTT mencapai Rp.2,2 triliun dengan lebih dari 300 ribu penerima.

    “Bunga KUR hanya 6 persen, disubsidi pemerintah pusat. Pemerintah kabupaten/kota berhak mengajukan UMKM penerima KUR, dan bank wajib terima jika syaratnya lengkap,” katanya.

    Melki juga menegaskan bahwa hampir separuh APBD Provinsi ada di sektor pendidikan, sekitar Rp.2,7 triliun.

    “SMA/SMK harus punya produk sendiri, One School One Product (OSOP). Produk sekolah wajib masuk NTT Mart. Komunitas hobi juga harus bikin Community Product. Intinya harus kreatif, inovatif dan produktif,” tegasnya.

    APBD sektor pendidikan, katanya, harus menopang kegiatan produktif, bukan hanya administrasi. Salah satu instruksi paling konkret Melki adalah kewajiban bagi seluruh ASN TTS untuk mendukung keberlanjutan NTT Mart.

    “Sebanyak 11.000 ASN TTS wajib belanja minimal Rp.100.000 per bulan. Potensi perputaran uang mencapai Rp.11 miliar per bulan. Tidak ada ASN yang jatuh miskin hanya karena seratus ribu,” tegasnya.

    Apresiasi dari BETA BISA EO

    Adapun kegiatan Peluncuran NTT Mart by Dekranasda TTS berjalan lancar dan sukses berkat kolaborasi pemerintah provinsi NTT, Pemkab TTS dan BETA BISA sebagai event organizer.

    Direktris Beta Bisa Event Organizer, Jetty Abineno mengaku bangga bisa menjadi bagian dari rangkaian persiapan peresmian acara akbar NTT Mart Kabupaten TTS sehingga berjalan lancar dan sukses. Dia juga mengapresiasi kerja-kerja kolaborasi antara pemerintah provinsi NTT, Kabupaten TTS dan para pelaku UMKM.

    ‘Terima kasih untuk kepercayaan kepada kami dalam kerja kolaborasi ini, dan harapan kita perekonomian lokal tumbuh dengan hadirnya spot pemasaran NTT Mart yang sudah disiapkan pemerintah, karena selama ini keluhan kita juga sebagai pelaku UMKM adalah soal pasar.,” ujar Jetty

    Adapun BETA BISA adalah sebuah Event Organizer yang selama ini aktif mendukung berbagai pelaksanaan program pemerintah khususnya dalam berbagai gelaran event Expo, Pameran/ Ekshibisi di Kuang, Sumba, Flores, Alor, Kupang, Timor dan berbagai kegiatan lainnya. (tim/42na)

    Latest Posts

    spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

    Don't Miss

    Stay in touch

    To be updated with all the latest news, offers and special announcements.