
KUPANG, fortuna.press – Yosep Meman, pria yang saban waktu bergulat dengan usaha jual Koran dan Majalah di Bandara El Tari Kupang ini telah berpulang, Minggu, 30 November 2025.
Kabar duka ini menyelimuti banyak hati terutama para pekerja media dari seantero kota. Ucapan belangsungkawa pun mengalir cepat dari para jurnalis atas kepergian sosok yang layak dijuluki sebagai “Duta Koran dan Majalah” di Bandara El Tari Kupang ini.
Dion Putra, Pemimpin Redaksi Harian Pos Kupang adalah sosok pertama yang menyampaikan ucapan belasungkawa, segera ketika membaca postingan saya di akun facebook tentang kabar duka ini.
“Selamat jalan Om Ose, Bahagia Kekal di sisiNya. Tuhan meneguhkan keluarga yang ditinggalkan,” ujar Om Dion
Belangsungkawa juga dirasakan banyak wartawan antra lain dari Kompas Frans Pati Herin, Kornelis Kewa Ama, wartawan Pos Kupang Fery Ndoen, Okto Manehat, Oby Lamanweru, Pemred Portantt.com Jefri Tapobali serta sahabat dan mantan loper Koran yang kini jadi guru di Sikka Laurensius Laba.
Kesan yang sama disampaikan akun Joe Radha, Pemred salah satu portal Online di Kupang. “Selamat jalan om Ose. Saya tidak tahu namanya tapi sering perhatikan saat beliau tawarkan Koran kepada orang-orang yang datang ke bandara. Entah kapan melihat beliau tapi kala itu langkah kakinya kian berat meski tetap semangat menawarkan Koran,” tulis Joe
Akun Amatus Bhela menulis “Turut berdukacita atas meninggalnya (saya baru tahu nama dalam postingan ini), sudah sekian kali saya membaca Koran dari bapa Ose. Saya kagum dengan kesetiaanya menawarkan Koran dan Majalah kepada pembacara. Beliau “the real’ Duta Baca buat kita yang gemar membaca. Jasamu saya kenang dari Koran yang kubaca dari genggaman tanganmu yang setia melayani,” ujarnya
Sementara akun Theodorus Maengasi—Om Ose kini tidak jualan Koran dan majalah lagi tapi kenangan tentang beliau akan terus “terbit” diingatan kita semua.
Rasa duka mendalam juga disampaikan Agus Bajo, Ketua Komunitas Kita Bersaudara Maumere alias sebelumnya Kerukunan Keluarga Besar Maumere (KKBM Kupang) dan juga Kabid Usaha Kantor Pusat KSP Kopdit Pintu Air, Abdulrahman Nau
Tidak luput, ucapan belasungkawa pun datang dari Mantan Kepala Dinas Perindag dan Dinas Pariwisata NTT, Eddy Ismail. Dia mengenang om Ose sebagai sosok murah senyum dan ramah dengan siapapun.
“Beta sering disapa oleh Om Osse ketika memasuki terminal Bandara El Tari dengan senyuman yang khas walau sering saya tidak membeli korannya. Kita sudah saling kenal dan menyapa cukup lama saat saktif menjadi ASN hingga tanggal 2 November 2025 kemarin. Saat itu beta berangkat dengan pesawat Batik Air pagi dan Om Ose terlihat sehat. Umur seorang tidak pernah ada yang tahu. Tuhan memberi, Tuhan mengambil terpujilah Dia. Selamat jalan Om Ose menuju rumah Bapa, bahagialah bersama para kudus di sugra,amin, “tulis Haji Eddy Ismail membathin.
Selain Eddy Ismail, banyak pejabat mengenang sosok Om Ose. Ada Mantan Kadis Sosial Sentis Medi, Ketua Komisi IV DPRD NTT Patrisius Lali Wolo, Anggota DPRD NTT Yuliana Elisabeth Adoe, Anggota KPU Lembata Herman Tadon, Mantan Lurah Penfui Juventus Beribe, Kadispar Sikka Even Edomeko dan Emanuel Mabikafola, Mantan Ketua DPRD Kota Kupang Tellen Daud, mantan pejabat Dishub NTT Marsel Tupen Massan, Kadis Pariwisata Ende Derson Duka, Mantan Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Kupang Paternus Vinsi, Wakil Dekan FKIP Undana Doktor Wara Sabon Dominikus, Mantan Kadis Pariwisata Flotim Sil Kabelen, Sekretaris Kesbagpol Sikka Mannase Monas Wodong, Ekonom Unwira Masri Sadipun, Pejabat Disparekraf NTT Johny Rohi dan pejabat fungsional Badan Diklat NTT Benediktus Belang Niron.
Dedikasi Hingga Akhir Hayat
Yosep Meman atau karib disapa Om Ose adalah salah satu dari puluhan loper Koran yang sudah sekian dekade menghabiskan waktu dan profesinya untuk berjualan Koran.
Putra asal Solor FLores Timur ini mendedikasikan diri secara total sejak sekitar 25 tahun lalu saat bisnis Koran lagi produktif hingga akhir hayat disaat bisnis Koran dan majalah menemui titik terendah dari sisi tiras dan omset penjualan.
Kabar duka inipun Fortuna dapatkan dari postingan facebook Manager produksi Harian Pagi Timor Express Yusuf Landumata. Kaget bukan kepalang karena hari Selasa tepat seminggu yang lalu kami masih menyapa hangat dan bercengkrama dengannya di bandara El Tari.
Seperti biasa, dengan ayunan langkah yang pelan agak terseret, dia tak seharipun alpa menawarkan aneka koran dan majalah ditanganmnya kepada pelanggan–siapa saja yang hilir mudik di bandara. Wajah Om Ose pasti familiar bagi siapa saja yang pernah melintas di bandara El Tari Kupang meski tdk mengenal namanya, bukan?
Saya pun mengenal pria sepuh ini sekitar 10 tahun lalu–selanjutnya sangat sering bertemu secara tak sengaja dan sejenak pasti berbincang dengannya terutama soal oplah harian koran dan majalah yang terjual. Tak jarang saya menepuk pundaknya setiap jumpa sekedar memberi semangat ‘memasarkan setiap produk jurnalistik” yang kami produksi dari dapur redaksi masing-masing
Minta Jualan Majalah Fortuna Meski Gratis
Satu pengalaman menarik, kala itu saya ke bandara bertemu pejabat pengelola bandara dan bertamu di kantor Angkasa Pura I untuk izin menitip Majalah Esklusif Bilingual FORTUNA di setiap pojok baca bandara El Tari. Meski desainnya Lux, majalah Fortuna tidak dijual alias gratis. Siapapun dapat membaca di Reading Corner (pojok baca) bandara El Tari dan bahkan memilikinya tanpa harus membayar.
Om Ose yang penasaran mendatangi saya. Dalam benaknya majalah lux dua bahasa (cetakan bahasa Indonesia dan Inggris) sekeren ini ko tidak dijual. Dia melakukan lobi dengan saya sebagai pemilik majalah ini untuk menjualnya. Sayapun memahami maksudnya dan mengizinkan. Targetnya–pengunjung/wisatawan yang datang dan pergi melalui bandara El Tari Kupang. Itulah awal mengenal sosok ini meski namanya saya tidak hafal persis karena saya selalu menyapanya ‘Kae’ (sapaan kaka ala Flores).
Selamat Jalan Kae Yosep Meman (Om Ose) menuju surga abadi. Semoga oma bersama anak cucu selalu diberi kekuatan dan penghiburan iman
Terima kasih telah menjadi “Duta Koran/Majalah juga Duta Baca” bagi semua kami pekerja media di Kupang, NTT dan juga Indonesia yang telah mendapatkan manfaat dari jasa2 kecilmu itu. Amin (Fidel Fortuna)



