
KUPANG, fortuna.press – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT sukses menggelar Festival IKM dan UMKM Jilid II, 28-29 November 2025 di jalan El Tari Kota Kupang. Sebelumnya kegiatan itu digelar 14-15 November 2025 dengan jumlah peserta I dan II sama banyak yakni 100 IKM/UMKM.
Pantauan fortuna.press, Jalan El Tari Kota Kupang, tempat digelar event itu nampak tumpah ruah, warga berjubel mendatangi lokasi pagelaran festival– tentu ada banyak macam tujuan, datang pesiar dengan orang terkasih, menikmati geliat malam di pusat kota, menikmati rangkaian acara hiburan yang dipersembahkan panitia, tapi juga berburu aneka aksesories krya/fashion dan juga kuliner khas provinsi Nusa Tenggara Timur yang dijajakan 100 stand di sepanjang jalur protokol Kota Kupang itu.
Ada juga sebagian kecil warga yang datang untuk melakukan konsultasi usaha dan juga perizinan serta macam-maca syarat untuk mendirikan sebuah usaha/Industri rumah tanggan atau IKM/UMKM karena pemerintah menyediakan pojok konsultasi untuk memberikan edukasi/literasi bagi publik yang ingin mendapatkan informasi tentang cara membuka usaha baru, perizinan dan tahapan-tahapan serta bagaimana bisa menjadi mitra pemerintah dalam berbagai kegiatan dan program pengadaaan barang dan jasa.
Semalam, kota Kupang benar-benar meriah, di depan Gedung Sasando kantor Gubernur NTT ada giat pameran UMKM yang digelar oleh Biro Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi NTT dan di sepanjang jalan El Tari tepatnya di depan Gedung DPRD NTT digelar Festival Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Hadir pada kegiatan itu Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTT Dr. Zeth Sonny Libing, M.Si, Kadis Koperasi dan UMKM Provinsi NTT, Dr.Lery Rupidara, Pejabat dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia, unsur Forkompimda NTT, pejabat dari dinas/instansi terkait, para pelaku UMKM, para orangtua dan gadis- gadis cilik yang ikut lomba fashion show dan juga masyarakat umum.

Menyasar 4 Tujuan
Dalam laporannya, Kabid Sarpras Pelayanan Industri, Nixon Balukh,SP.MSI selaku Ketua Panitia Festilval IKM dan UMKM II Ayo Bangun NTT mengatakan kegiatan itu merupakan penjabaran dari Dasa Cita I Gubernur dan Wakil gubernur Nusa Tenggara Timur yaitu dari ladang dan laut ke pasar yang efisien, modern dan aman juga mendukung program kerja Ayo Bangun NTT melalui Gerakan Beli NTT.
Festival IKM yang dipandu langsung oleh MC beken Kota Kupang, Meysna Wonda dan Friend itu kata Nixon, merupakan panggung promosi produk lokal serta sarana untuk membuka dan memperluas akses akses pasar bagi produk IPS dan UMKM,
Selain itu memperkenalkan produk unggulan NTT dan Kota Kupang kepada masyarakat luas yang serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui transaksi langsung antara pelaku usaha dengan konsumen.
Event itu juga produktif dalam menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap produk pria produk fashion dan produk kuliner lokal NTT
Dijelaskan kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT dan didukung oleh PLN, ICE, BNN, BPOM, Bank Indonesia, Bank Mandiri, BNI dan juga Bank NTT.

Fashion Show IKM Cilik dan Artis Alfred Gare,cs
Mengawali kegiatan pembukaan Festival IKM/UMKM Ayo Bangun NTT tersebut, panita juga menampilkan Lomba Fashion Show Cilik yang diikuti 28 anak dari berbagia sekolah di Kota Kupang.
Tampil sebagai juri adalah designer Kota Kupang Erwin Yuan, CEO Padu Padan Tenun, Jemmy Pragina Gong, Master Of Art, Dosen, Coach Modeling Class, Seniman & Budayawan, dan merupakan Founder of Jemmy Dance Academy serta Dyathra Silvana Baten, Puteri Indonesia Kepulauan Bali NTT NTB 2014
Menariknya melalui eventi ini, anak-anak sejak dini diperkenalkan tentang potensi dan kekayaan seni budaya daerah, ragam fashion/krya serta aneka kuliner khas Nusa Tenggara Timur. Tidak heran, semua peserta nyaris didandani dengan aneka kreasi fashion yang keren, banyak juga anak-anak tampil membawakan aneka buah tangan dari kain percah tenun, anyaman bahkan barang percah sampah yang dimodifikasi kreatif jadi tontonan kreatif. Benar-benar luar biasa, anak-anak tampi berani, fashion dan kreatif.
Menurut Nixon, selain lomba fashion show dan pameran/pemasaran 1oo pelaku usaha dengan rincian 50 stand IKM dan 50 stand UMKM.
Pihaknya juga menghadirkan Pojok Konsultasi untuk memfasilitasi TKDN dan informasi akses kemodalan serta panggung hiburan menghadirkan Artis NTT Alfred Gare,Pax band dan tarian tradisional yang berlangsung 28 November 2025 hingga 29 November pagi-siang bertepatan dengan Car Free Day.
Suasana festival menjadi semarak dengan penampilan artis regional Alfred Gare,Cs yang membawakan 8 nomor lagu berirama pop. Mereka mampu menghentak audiens dengan performa yang khas dan sangat NTT. Tidak heran Kadis Perindag NTT bersama Ny. Elisa Libing serta sejumlah pejabat tampil melantai, meriah memang, ah Alfred, pria bongsor dkk itu mampu menghipnotis peserta malam IKM/UMKM itu.

Gubernur Apresiasi Disperindag dan Pelaku UMKM NTT
Gubernur NTT Melki Laka Lena dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kepala Disperindag NTT Dr. Zet Sonny Libing.M.Si ketika membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Disperindag NTT dan semua pelaku UMKM yang menginisiasi dan mengisi ruang kegiatan Malam IKM dan UMKM tersebut.
Menurut Melki Laka Lena, sektor industri kecil dan maupun usaha mikro kecil dan menengah merupakan salah satu tulang punggung ekonomi di provinsi Nusa Tenggara Timur. Hampir 90% pelaku usaha di Nusa Tenggara Timur adalah skala kecil dan memengah. UMKM tetap survive meski terjadi guncangan goncangan ekonomi di mana-mana bahkan tetap bertumbuh.
Itulah sebabnya maka pemerintah provinsi NTT merumuskan berbagai kebijakan dan program untuk memperkuat pelaku usaha kecil dan menengah. Salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur adalah terus menyelenggarakan berbagai Festival dan salah satunya adalah malam industri kecil dan menengah
Kegiatan itu implementasi dari apa yang telah dirumuskan bersama dalam DASA CITA I dari ladang laut ke pasar dilakukan hulirisasi menjadi produk bernilai tinggi yang nyaman dikonsumsi dan aman.
Hilirisasi seluruh potensi yang dimiliki baik di bidang pertanian peternakan perikanan kelautan industri kecil dan menengah serta berbagai sektor lainnya dilakukan dengan harapan melalui kegiatan festival seperti ini masyarakat dapat menampilkan segala karyanya, mempromosikan segala produknya serta dapat memasarkannya. Masyarakat juga dapat berkonsultasi dengan berbagai elemen pemerintahan untuk memperkuat produk-produk yang telah mereka hasilkan,” ujarnya
Ada juga layakan/Pojok Konsultasi bagi yang ingin berkonsultasi tentang halal, izin usaha, yang mau mencatat segala usahanya melalui katalog, juga dari biro pengadaan barang dan jasa agar seluruh pelaku ekonomi ini bisa mendaftarkannya dan bisa ikut dalam pemerintah serta berbagai pojok-pojok lain yang telah pemerintah
Festival itu juga kata Gubernur sebagai wujud dari membangun NTT dan sebuah gerakan namanya Gerakan Beli NTT yang mendorong seluruh masyarakat Indonesia untuk mencintai produk lokalnya sendiri.
Pemerintah provinsi NTT katanya, berkomitmen untuk terus memberikan dukungan nyata bagi penguatan sektor IKM dan UMKM melalui pelatihan peningkatan kualitas dan inovasi produk fasilitas dilegalisasi usaha bantuan izin dan peralatan serta akses pasar domestik maupun internasional
Dikatakan pada festival Malam IKM dan UMKM I tanggal 14 November 2025 lalu, total transaksi tercatat sebesar Rp 105 juta . Itu membuktikan bahwa produk-produk yang dihasilkan oleh pelaku UMKM kita berdaya saing unggul

Apresiasi dari Pelaku UMKM
Sejumlah pelaku UMKM yang terlibat dalam kegiatan Festival IKM dan UMKM semalam berterima kasih dan apresiasi kepada pemerintah provinsi NTT khususnya melalu Dinas Peridag NTT yang telah memberikan ruang bagi mereka untuk memasarkan produk-produk mereka.
Mereka berharap kegiatan ini bisa digelar 3 bulan sekali ditempat yang sama sehingga semua produk jualan mereka dan karya kreatif dapat dipasarkan secara terkonsetrasi, dengan target yang jelas.
“Luar biasa dan terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Wakil juga Dinas Perindag yang telah memberi kami ruang promosi dan pemasaran ini, inilah momentum yang kita tunggu. Kita harapankan sering digelar dan kalau bisa 3 atau 4 bulan sekali,” ujar Asri seorang pengusaha makanan ringan, kain tenun dan keu kering.
Hafsah rekan lainnya yang berjualan camilan, es buah dan cincau mengaku dagangannya laris manis. Alhamdulih, tadi pikirnya hujan tapi tidak maka jualan saya laku semua. Ya lumayan sekitar Rp 6o0.00o rezeki mala mini,” ujarnya terbuka

Hal yang sama dikatakan Kartini seorang mahasiswa yang mengaku datang ke lokasi untuk berkonsultasi tentang izin usaha dan syarat produk lolos BPOM dan Halal. Syukur dapat banyak informasi dari pojok konsultasi yang disiapkan,” ujarnya. (tim/42na)



