
KUPANG, fortuna.press – Selama tahun 2025, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT sukses menggelar 2 kali Festival IKM dan UMKM Ayo Bangun NTT. Kegiatan pertama tanggal 14-15 November 2025 dan Jilid II tanggal 28-29 November 2025. Pilihan lokasinya sama yakni di jalan El Tari Kota Kupang yang adalah salah satu ruas jalan protokol di Kota Kupang, Ibukota Provinsi NTT.
Tidak main-main peserta yang terlibat dalam festival ini mencapai 200 orang pelaku IKM dan UMKM yang mendapatkan fasilitas gratis berupa booth/stand, listrik dan aneka fasilitas lain. Pada periode pertama ada 100 orang dan kedua 100 orang. Rinciannya 50 persen pelaku IKM dan 50 persen pelaku UMKM.
fortuna.press yang meliput langsung dua hajatan ini terkesimah. Benar bahwa eventnya berkualitas, keren dan semarak serta jadi bukti bahwa NTT juga bisa buat event-event pameran/ekshibisi berkelas nasional. Tapi event akbar ini juga meninggalkan kesal; Pertama, hajatan sebesar dan semeriah ini tidak pernah dihadiri Gubernur Melki Laka Lena ataupun Wakil Gubernur Johny Asadoma karena kesibukan lain, padahal kegiatan ini menurut publik adalah dua hajatan besar dan produkif serta menjadi momentum kebangkitan UMKM NTT. Mereka, para pelaku UMKM hadir dan unjuk kebolehan mereka akan aneka karya, ragam produk ekraf, kuliner, fashion khas NTT sejalan dengan spirit/program unggulan Pemerintah Provinsi NTT “Ayo Bangun NTT dan Gerakan Beli NTT yang selalu digaungkan Gubernur NTT.
Kedua, ada kebangggaan, karena pantauan langsung media ini, selama dua kali event digelar, jalan El Tari Kota Kupang padat, warga nampak tumpah ruah, mereka berjubel mendatangi lokasi pagelaran festival– tentu ada banyak macam tujuan, datang pesiar dengan orang terkasih, menikmati geliat malam di pusat kota, menikmati rangkaian acara hiburan yang dipersembahkan panitia, tapi juga berburu aneka aksesories krya/fashion dan juga kuliner khas provinsi Nusa Tenggara Timur yang dijajakan 100 stand di sepanjang jalur protokol Kota Kupang itu.
Ada juga sebagian kecil warga yang datang untuk melakukan konsultasi usaha dan juga perizinan serta macam-macam syarat untuk mendirikan sebuah usaha/Industri rumah tanggan atau IKM/UMKM karena pemerintah menyediakan pojok konsultasi untuk memberikan edukasi/literasi bagi publik yang ingin mendapatkan informasi tentang cara membuka usaha baru, perizinan dan tahapan-tahapan serta bagaimana bisa menjadi mitra pemerintah dalam berbagai kegiatan dan program pengadaaan barang dan jasa.

Semalam, (28 November 2025) misalnya, kota Kupang benar-benar meriah, di depan Gedung Sasando kantor Gubernur NTT ada giat pameran UMKM yang digelar oleh Biro Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi NTT, sementara di sepanjang jalan El Tari tepatnya di depan Gedung DPRD NTT digelar Festival Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Hadir pada saat itu Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTT Dr. Zeth Sonny Libing, M.Si, Kadis Koperasi dan UMKM Provinsi NTT, Dr.Lery Rupidara, Pejabat dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia, unsur Forkompimda NTT, pejabat dari dinas/instansi terkait, para pelaku UMKM, para orangtua dan gadis- gadis cilik yang ikut lomba fashion show dan juga masyarakat umum.
Kabid Sarpras Pelayanan Industri Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTT, Nixon Balukh,SP.MSI selaku Ketua Panitia Festilval IKM dan UMKM II Ayo Bangun NTT mengatakan kegiatan itu merupakan penjabaran dari Dasa Cita I Gubernur dan Wakil gubernur Nusa Tenggara Timur yaitu dari ladang dan laut ke pasar yang efisien, modern dan aman juga mendukung program kerja Ayo Bangun NTT melalui Gerakan Beli NTT.
Festival IKM/UMKM ini kata Nixon, merupakan panggung promosi produk lokal serta sarana untuk membuka dan memperluas akses akses pasar bagi produk IPS dan UMKM, ini momentum bangkitnya UMKM kita,” kata dia
Selain itu festival ini juga strategis memperkenalkan produk unggulan NTT dan Kota Kupang kepada masyarakat luas yang serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui transaksi langsung antara pelaku usaha dengan konsumen.
Event itu juga produktif dalam menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap produk pria produk fashion dan produk kuliner lokal NTT
Dijelaskan kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT dan didukung oleh PLN, ICE, BNN, BPOM, Bank Indonesia, Bank Mandiri, BNI dan juga Bank NTT.

Fashion Show IKM Cilik
Mengawali kegiatan pembukaan Festival IKM/UMKM Ayo Bangun NTT tersebut, panita juga menampilkan Lomba Fashion Show Cilik yang diikuti 28 anak dari berbagia sekolah di Kota Kupang.
Tampil sebagai juri adalah designer Kota Kupang Erwin Yuan, CEO Padu Padan Tenun, Jemmy Pragina Gong, Master Of Art, Dosen, Coach Modeling Class, Seniman & Budayawan, dan merupakan Founder of Jemmy Dance Academy serta Dyathra Silvana Baten, Puteri Indonesia Kepulauan Bali NTT NTB 2014
Menariknya melalui eventi ini, anak-anak sejak dini diperkenalkan tentang potensi dan kekayaan seni budaya daerah, ragam fashion/krya serta aneka kuliner khas Nusa Tenggara Timur. Tidak heran, semua peserta nyaris didandani dengan aneka kreasi fashion yang keren, banyak juga anak-anak tampil membawakan aneka buah tangan dari kain percah tenun, anyaman bahkan barang percah sampah yang dimodifikasi kreatif jadi tontonan kreatif. Benar-benar luar biasa, anak-anak tampi berani, fashion dan kreatif.
Menurut Nixon, selain lomba fashion show dan pameran/pemasaran 1oo pelaku usaha dengan rincian 50 stand IKM dan 50 stand UMKM.
Pihaknya juga menghadirkan Pojok Konsultasi untuk memfasilitasi TKDN dan informasi akses kemodalan serta panggung hiburan menghadirkan Artis NTT Alfred Gare,Pax band dan tarian tradisional yang berlangsung 28 November 2025 hingga 29 November pagi-siang bertepatan dengan Car Free Day.

Apresiasi dari Pelaku UMKM
Sejumlah pelaku UMKM yang terlibat dalam kegiatan Festival IKM dan UMKM semalam berterima kasih dan apresiasi kepada pemerintah provinsi NTT khususnya melalu Dinas Peridag NTT yang telah memberikan ruang bagi mereka untuk memasarkan produk-produk mereka.
Mereka berharap kegiatan ini bisa digelar 3 bulan sekali ditempat yang sama sehingga semua produk jualan mereka dan karya kreatif dapat dipasarkan secara terkonsetrasi, dengan target yang jelas.
“Luar biasa dan terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Wakil juga Dinas Perindag yang telah memberi kami ruang promosi dan pemasaran ini, inilah momentum yang kita tunggu. Kita harapankan sering digelar dan kalau bisa 3 atau 4 bulan sekali,” ujar Asri seorang pengusaha makanan ringan, kain tenun dan keu kering.
Hafsah rekan lainnya yang berjualan camilan, es buah dan cincau mengaku dagangannya laris manis. Alhamdulih, tadi pikirnya hujan tapi tidak maka jualan saya laku semua. Ya lumayan sekitar Rp 6o0.00o rezeki mala mini,” ujarnya terbuka
Hal yang sama dikatakan Kartini seorang mahasiswa yang mengaku datang ke lokasi untuk berkonsultasi tentang izin usaha dan syarat produk lolos BPOM dan Halal. Syukur dapat banyak informasi dari pojok konsultasi yang disiapkan,” ujarnya. (tim/42na)



