
KUPANG, fortuna.press – Lagi !!! Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi NTT menggelar Festival Industri Kecil Menengah (IKM) sore ini, Jumat, 27 November 2025 di Depan Kantor Gubernur dan sepanjang jalan El Tari Kupang, melibatkan 100 orang pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Ini adalah IKM II dalam tahun ini yang bertujuan mendorong tumbuhnya UMKM selaku garda terdepan kebangkitan ekonomi lokal dan regional searah gerakan pemerintah provinsi NTT “Ayo Bangun NTT, Ayo Beli Produk NTT yang diluncurkan Gubernur Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur Johny Asadoma,” kata Kepala Disperindag NTT, Dr. Zeth Sony Libing, M.Si kepada wartawan di Tarus, Kamis, 27 November 2025.
Menurut Sonny, tujuan dari pelaksanaan IKM ini adalah memberikan ruang promosi dan pemasaran produk-produk bagi para pelaku UMKM di NTT, ruang edukasi kewirausahaan, meningkatkan akses pasar dan interaksi ekonomi bagi pelaku UMKM serta mendorong geliat pertumbuhan ekonomi daerah.
Melalui eventi ini juga sejatinya pemerintah ingin memberi ruang kolaborasi dan interaksi antara pelaku IKM dengan berbagai stakeholders untuk kepentingan pengembangan usaha dan promosi bersama.
Kegiatan sore ini rencananya dibuka oleh Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma pada pukul 17.00 WITA dan akan berlangsung sampai jam 22.00 (Car free nigth), selanjutnya akan dilanjutkan lagi pada esok Sabtu, 29 November 2025 pukul 05.00 – pukul 10.00 WITA bertepatan dengan acara Car Free Day.
Sonny Libing mengajak seluruh masyarakat untuk datang dan menikmati sukacita Car Free Nigth dalam Festival IKM malam ini berbarengan dengan panggung hiburan rakyat bersama artis lokal Alfred Gare, “Ikan Nae di Pante’cs dan juga nanti pada arena Car Free Day esok pagi nanti.
“Mari nikmati hiburan bersama artis-artis ternama kita sambil berbelanja produk-produk lokal kebanggaan Nusa Tenggara Timur,” ajaknya

NTT Punya 5. 800 Item Produk IKM
Pada tempat yang sama, Kadis Perindag NTT Sonny Libing mengatakan saat ini NTT sudah memiliki setidaknya ada 5.800 item produk yang telah dikurasi layak, aman dan nyaman dipasarkan di NTT Mart dan juga pasar publik.
Sesuai kewenangannya, Disperindag NTT juga memberi perhatian khusus tidak hanya pada proses pengolahan produk bahan baku menjadi barang jadi tapi juga proses pembuatan packing/kemasan, perizinan dan juga membantu pemasaran.
Baginya, dikala ekonomi yang lagi lesu saat ini hanya sektor UMKM yang bisa tampil tumbuh jadi garda terdepan perekonomian rakyat.
Pemerintah dalam hal ini hadir mengintervensi dari sisi hilirisasi agar produk-produk yang ada bisa diberi sentuhan lebih profesional sehingga produk tersebut lebih bernilai ekonomi dan diterima pasar regional, nasional bahkan global.
Para pelaku UMKM difaslitasi pemerintah berjualan di arena pameran belum lama ini. Foto : Fortuna

Bantu Sertifikasi Halal, Merk dan BPOM Bagi 120 Pelaku IKM
Sonny mengatakan selama tahun 2025, pemerintah provinsi NTT memfasilitasi pengurusan sertifikasi merk dan halal bagi 120 orang pelaku IKM di provinsi NTT terutama di kabupaten Sumba Timur, Ende, Nagekeo dan Manggarai Barat.
Sertifikasi merek dan halal ini penting untuk memastikan ada identitas dan profil produk yang jelas sehingga tidak menimbulkan klaim-klaim yang tidak sehat selama proses pemasaran.
“Jadi proses sertifikasi merk, halal, dan juga bantuan pengurusan izin di Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) merupakan langkah final agar produk dipasarkan luar setelah melewati proses pengolahan yang higienis dan standar, proses packing/kemasan sebelum dipasarkan di etalase NTT Mart dan pasaran luas. Pemerintah intervensi dan bantu sampai tingkat ini,” ujarnya
Dikatakan Disperindag NTT mendukung program Dasacinta I Pemerintah Provinsi NTT khusunya dari segmen “dari ladang dan laut ke pasar”.

Program ini dipahami bahwa semua produk perikanan dari laut dan hasil pertanian di ladang tidak harus langsung ke pasar, perlu proses hilirisasi supaya ada sentuhan dari bahan baku yang ada menjadi barang jadi sehingga lebih bernilai ekonomi tinggi di pasaran.
Langkah ini juga tentu sejalan dengan program One Village One Product (OVOP) atau One Communitty One Product (OCOP) yang digalakan Gubernur NTT Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma
“Ini langkah teknis mendukung program OVOP dan OCOP yang dirancang pemerintah. Semua produk itu harus diolah dengan standar tinggi dari sisi pelatihan teknis pengolahan yang higiensi aman nyaman, teknik packing, ada merk, halal, lolos uji BPOM selanjutnya siapkan dipasarkan luas terutama melalui NTT Mart, ujarnya



