
KUPANG, fortuna.press – Gubernur NTT Melki Laka Lena, Kamis, (27/11/2025) meresmikan satu lagi Gerai NTT Mart di wilayah Tarus, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang
Acara ini dihadiri Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Dr. Zeth Sonny Libing,M.Si, Ketua Jemaat Ebenharzer Tarus, Pdt.John Famaney , para pelaku UMKM, serta ratusan jemaat Ebenhaezer Tarus. Hadir juga dari perwakilan Lembaga Jasa Keuangan dan Perbankkan termasuk Bank BNI.
Melihat dan membaca potensi pengolahan, packing dan progress pemasaran UMKM di wilayah setempat, maka pihak lembaga jasa keuangan langsung menawarkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku UMKM. Akses permodalan berbunga murah ini tidak segan-segan langsung ditawarkan beberapa staf Bank BNI yang menghadiri acara tersebut.
Ivoni Beda dan Mey Ndoen dari Bank BNI Cabang Kupang ditemui disela-sela berbelanja di NTT Mart memberi apresiasi dan membaca ada potensi yang bisa dikolaborasikan disana.
“Kita apresiasi dan ini luar biasa pelaku UMKM kita, sekilas terlihat standar minimal pemasaran sebuah produk sudah terpenuhi. Kita menyambut baik atas hadirnya banyak produk UMKM yang diproduksi oleh warga lokal khususnya di jemaat Ebenhaezer yang sudah memenuhi standar dari sisi pilihan produk, pengolahan, packing dan juga pemasaran,” ijar Ivon dan Mey.
Keduanya berharap para pelaku UMKM tetap survive terutama dalam konteks memproduksi aneka produk yang ada dan jikalau ada kandala modal untuk pengembangan usaha maka pihaknya menyediakan askes pembiyaan murah dari pos Kredit Usaha Rakyat (KUR) bersama Bank BNI Kupang.
Adapun Gerai NTT Mart/ GG Mart Tarus adalah Gerai NTT Mart kedua yang diresmikan oleh Guberur di Provinsi NTT setelah sebelumnya hadir gallery di Jalan Palapa Kota Kupang, pada 12 Agustus 2025. Direncanakan akhir tahun ini sekurangnya ad 10 Gerai NTT Mart di beberapa kabupaten/kota dengan aneka produk UMKM lokal sudah bisa dilauching pemanfaatanya.
NTT Mart/GG Mart di Tarus Kabupaten adalah kerjasama Pemprov NTT melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan dengan para Pendeta dan Jemaat Gereja Ebenhaezer Tarus dalam mendukung pengembangan ekonomi/UMKM jemaat.

Etalase Potensi NTT dan Harga Diri Pelaku UMKM
Dalam sambutnnya, Gubernur NTT Melki Laka Lena mengatakan kehadiran NTT Mart adalah bukti harga diri Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di provinsi NTT. Semua Produk unggulan lokal dari kabupaten/kota di provinsi NTT harus bisa masuk dietalase yang layak, pantas dan dapat dijangkau semua pangsa pasar baik di level regional, nasional bahkan internasional.
Setidaknya itulah alasan filosofis mengapa Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Lakalena bergerak cepat meresmikan Gerai NTT Mart kedua dan selama bulan Desember 2025 ini akan ada puluhan Gerai NTT Mart di berbagai kota/ Kabupaten di Provinsi NTT yang siap dilaunching.
Harus diakui, ada begitu banyak binsis waralaba raksasa yang menyasar Indonesia bahkan hingga ke pelosok-pelosok desa. Kehadiran Outlet Indomaret dan Alfamart dengan skema mini supermaret misalnya, menjadi pilihan dan gaya hidup moderen namun cepat atau lambat berpotensi melumpukkan roda perekonomian daerah dan jadi petaka bagi pelaku UMKM kita.
“Kita senang di NTT ada toko kios, Alfamart, Indomaret punya orang luar, ini baik juga, tapi rasanya kurang enak ya karena mesti ada yang rasa lokal NTT. NTT Mart ini jadi ruang kebanggan kita, kita tiru dan kita mulai buat untuk NTT yang lebih maju, produktif, sehat dan berkualitas,” ujar Gubernur Melki Laka Lena saat itu.
Dengan NTT Mart ini jadi harga diri NTT, kita juga bisa tampil hebat dengan semua produk luar biasa yang kita punya. Pemerintah katanya, melalui spirit dan program One Village One Product (OVOP) dan One Communitty One Product maka NTT Mart ini jadi gerakan gayung bersambut.
Hal ini tentu sangat idiologis, NTT punya segalanya, semuanya asli, enak dan unggul namun selama ini kita kalah dalam brand karena belum tersentuh optimal dari sisi pengolahan, packing dan terutama pasar yang tidak cukup memberi ruang untuk pemasaran.
“Di Bali punya KRISNA sebagai sentral oleh-oleh khas Bali, Padang punya, Surabaya punya, Makassar punya bahkan NTB punya. Nah NTT Mart inilah inilah kita punya, ini komitmen kita untuk angkat derajat dan harga diri pelaku UMKM dan juga karya bakti masyrakat NTT kepentas yang lebih layak dan beradap,’”ujarnya emosional
Nilai Tambah Produk
Menurut Melki, dengan NTT Mart, pemerintah mau mendorong agar ekonomi NTT bergerak, terurus dari hulu ke hilir dan bernilai standar untuk dipasarkan dalam regional nasional dan luar negeri.
Dengan adanya etalase pemasaran yang jelas melalui NTT Mart juga, masyarakat bisa dapatkan nilai tambah dari sebuah produk yang mereka hasilkan dan jual.
Adapun dalam NTT Mart ada ratusan item produk yang layak pasar dari unsur makanan, minuman, krya dan ekraf serta yang telah memenuhi standar BPOM dan Halal.
Ada produk dari kain tenun dan aksesories percah tenun, ada makanan dan mimuman, pangan, semuanya ada disini. Jadi etalase untuk produk UMKM NTT, yang siap dipasarkan dengan harga terjangkau,” katanya
Ketua Panitia Pelaksana, Nixon Baluk dalam laporannya mengatakan NTT Mart merupakan dasa cita II dari program Gubernur yakni dari ladang dan laut ke pasar yang efisien, modern dan aman mendukung hilarisasi. Juga program prioritas dasa cita Ayo Bangun NTT melalui Gerakan Beli NTT.
Selain menjual produk hasil UMKM masyarakat, NTT Mart juga menyediakan beras SPHP dan minyak goreng kita dengan harga het terendah.
Ketua Jemaat Ebenharzer Tarus John Famaney mengatakan sudah saatnya gereja memberikan perhatian pada pertumbuhan ekonomi masyarakat dan jemaat. Melalui pemerintah provinsi, gereja siap berkolaborasi memberdayakan ekonomi masyarakat dan jemaat.

Produk Jemaat, Dibeli Pemerintah DiKelola Oleh Jemaat dan Hasilnya Bagi
Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Dr. Zeth Sonny Libing,M.SI menjelaskan bahwa ada skema menarik dari kerjasama ini antara pemerintah provinsi NTT, pemerintah Kabupaten Kupang, Gereja, jemaat dan masyarakat.
“Skemanya kita harapkan semua produk lokal olahan masyarakat kabupaten Kupang dibeli oleh pemerintah, dijual kepada publik termasuk para ASN, Jemaat, pengusaha, wisatawan dan siapa saja melalui NTT Mart ini dan hasilnya dibagi dengan margin keuntungan sekitar 5-10%,” ujar Sonny.
Skema itu katanya menjadi satu mata rantai aktif yang melibatkan semua pihak untuk sama-sama menggairahkan ekonomi lokal berbasis pertanian, perikanan kelautan, kulier, krya/fashion dan apa saja produknya.

Segera Resmikan, SoE, Atambua, Sikka, Ende dan Sumba Timur
Sonny Libing mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan meresmikan gallery NTT Mart di SoE kabupaten TTS, di Atambua kabupaten Belu, di Maumere Kabupaten Sikka, Kabupaten Ende, Sumba Timur dan Labuan Bajo
Beberapa kota lain juga sedang dipersiapkan dan rencannya akan diresmikan oleh Gubernur NTT selama bulan Desember 2025 hingga awal tahun 2026.
Hal ini menurut Sonny, menjadi bukti bahwa pemerintah konsern memperhatikan produk UMKM NTT sebagai kekuatan ekonomi baru yang akan dikawal sejak dari proses hulu sampai hilir sehingga mendapatkan nilai jual yang layak dan standar.
“Bapak Gubernur NTT dan Wakil Gubernur menyatakan komitmen untuk membangun NTT Mart di semua kabupaten kota termasuk di Labuan Bajo yang adalah kota pariwisata dunia, Bali, Jogja, Jakarta dan Batam. Ini komitmen kuat seorang pemimpin yang ingin agar potensi daerahnya dikembangkan secara maksimal, mendapatkan nilai pasar yang lebih layak karena di proses, diolah, berkualitas dan dipasarkan secara lebih baik,” ujarnya.
Saat ini katanya ada ratusan produk khas NTT yang sudah ready dipasarkan di etalase NTT Mart. Kepada semua pelanggan dan siapapun tamu yang berdatangan ke Kupang sudah bisa berkunjung dan berbelanja oleh-oleh khas NTT di NTT Mart dengan harga terjangkau.
“Ada ratusan item produk UMKM misalnya kopi, kelor, coklat, stik sorgum, keripik pisang dan ubi, gula sabu, dari rempah kunyit jahe pisang, juga aneka mimuman dan minyak gosok serta produk krya tenun ikat dan percah tenun yang sangat beragam mempesona,” ujar Sonny Libing didampingi Kabid pembinaan, koordinasi, Pengendalian Matheos Atasoge kepada fortuna.press disela-sela kegiatan
Meski demikian, Sonny memastikan bahwa semua produk yang masuk ke NTT Mart dijamin kenyamanan, higienis, aman untuk dikonsumsi sesuai stadar BPOM dan juga label halal untuk jenis makan dan minuman.

Pelaku UMKM Terharu
Merespons hadirnya NTT Mart, beberapa pelaku UMKM mengaku terharu dan bangga. Akhirnya mereka bisa memilikki banyak akses untuk memasarakan produk olahan mereka.
“Kami senang dan bangga karena makin banyak gerai maka produk kami makin mudah dipasarkan, terima kasih pemerintan propinsi yang telah menghadirkan,” ujar Asty seorang pelaku usaha yang konsen pada keripik pisang dan pemasaran ikan kering itu.
Hal senada dikatakan Frans, salah seorang pelaku UMKM lainnya yang menghadiri acara peluncuran NTT Mart tersebut. Menurutnya dengan adanya kebijakan pemerintah menerima produk mereka di NTT Mart maka produksi dipastikan ditingkatan karena ada banyak pilihan selain di beberapa outlet yang selama ini ada.
Baik Asti maupun Frans berharap skema kerjasama pemerintah dan pelaku UMKM dapat lebih meringankan dan menguntungkan mereka.
Pantauan fortuna.press, kegiatan launching NTT Mart di kompleks gereja GMIT Ebenhaezer Tarus berlangsung meriah dan dihadiri ratusan jemaat dan pendeta, pejabat dari Kabupaten Kupang, para pelaku usaha, para tokoh masyarakat dan lain sebagainya. (tim/42na)



