LARANTUKA, fortuna.press – Paus Leo XIV secara resmi mengangkat RD. Yohanes Hans Monteiro sebagai Uskup Baru di Keuskupan Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.
Pengangkatan dan pengumuman dilakukan oleh Sri Paus langsung dari Vatikan pada hari Sabtu 22 November 2025 pukul 19.00 WITA.
Pengumuman Uskup Baru Keuskupan Larantuka itu secara resmi baru ditandatangani Sekjen Kesukupan Larantuka Romo Fransiskus Kwaelaga dengan nomor KL.440/V.I/XI/2025 pada Sabtu tanggal 22 November 2025.
Yohanes Hans Monteiro menggantikan Mgr. Fransiskus Kopong Kung yang kini telah memasuki masa pensiun.
Untuk diketahui, Romo Hans Monteiro adalah dosen liturgi pada Institut Teknologi Filsafat Katolik (ITFK) Ledalero dan merupakan lulusan Fakultas Teologi Katolik Universitas Wina Austria.
Berita tersebut menjadi kabar sukacita bagi Umat Keuskupan Larantuka dan gereja sejagat bahwa RD. Yohanes Hans Monteiro secara resmi diumumkan oleh Sri Paus Leo XIV menjadi Uskup baru di kesukupan Larantuka.
Tentang Romo Yohanes Hans Monteiro
Romo Yohanes Hans Monteiro adalah seorang rohaniwan Katolik Indonesia yang mengabdikan hidupnya sebagai Imam, akademisi dan pakar Liturgi.
Dia diangkat sebagai Uskup Keuskupan Larantuka oleh Paus Fransiskus pada tanggal 22 November 2025. Sebelum pengangkatannya, ia dikenal sebagai akademisi dan pakar liturgi.
Berikut adalah profil singkatnya:
- Nama Lengkap: Yohanes Hans Monteiro, Pr
- Tanggal Lahir: 15 April 1971
- Tempat Lahir: Larantuka, Nusa Tenggara Timur
- Tahbisan Imamat: 14 Juli 1999
Pendidikan dan Karier:
Romo Hans Monteiro menempuh pendidikan di Seminari Menengah San Domingo Hokeng dan Institut Filsafat Katolik Ledalero. Ia memperoleh gelar Licentiate dan Doktor dalam bidang Liturgi dari Universitas Wina, Austria.
Ia memiliki rekam jejak yang panjang dalam pelayanan gerejawi dan akademis:
Dia pernah mengajar di Seminari Menengah San Domingo Hokeng dan menjadi dosen Liturgi di Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero.
Romo Hans melayani sebagai vikaris paroki di dua gereja di Wina, Austria (Gereja Franz-von-Assisi dan Maria Himmelfahrt) selama lebih dari satu dekade.
Setelah kembali ke Indonesia pada tahun 2018, ia menjadi formator di Seminari Tinggi Santo Petrus Ritapiret.
Sejak tahun 2022, ia aktif terlibat sebagai anggota Komisi Liturgi Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).
Romo Hans juga merupakan penulis buku “Semana Santa di Larantuka: Sejarah dan Liturgi”, yang membahas tradisi Pekan Suci di Larantuka dari perspektif historis dan liturgis.
Pengangkatannya sebagai uskup menggantikan Mgr. Fransiskus Kopong Kung, yang telah mengundurkan diri karena mencapai batas usia pensiun. (berbagai sumber/42na)



