Wednesday, December 10, 2025
spot_img
More

    Latest Posts

    Disparekraf NTT Gelar Bimtek Pengolahan Jagung Titi dan Kemiri di Flores Timur

    Jagung Titi, salah satu produk lokal kebanggan masyarakat Kabupaten Flores Timur. Foto : Ist

    KUPANG, fortuna.press – Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) berencana mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengolahan Jagung Titi dan Kemiri di Larantuka, Kabupaten Flores Timur pada tanggal 24-26 November 2025.

    Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) NTT Noldy Pelokilla. S.Sos, MM melalui Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Theresia M.Sri Sarinah Lendes, SE kepada fortuna.press di ruang kerjanya, Kamis, 20 November 2025 mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mendorong para peserta terutama pelaku Ekonomi Kreatif (Ekraf) mengembangkan ketrampilan dan inovasi atas produk jagung titi dan kemiri menjadi produk bernilai lebih guna meningkatkan ekonominya.

    Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 40 orang pelaku usaha Jagung Titi dan Kemiri dari desa di kabupaten Flores Timur untuk mengembangkan produknya menjadi bernilai lebih. Para peserta akan dimentori oleh para pelatih yang profesional, pengusaha sukses dan pelaku bisnis dibidangnya.

    Mereka akan berbagi teori, praktek dan kiat-kiat jitu dalam mengembangkan dan memasarkan produk lokal tersebut sehingga lebih berkualitas, berdaya saing, dikenal luas pasar dan omset usahanya meningkat.

    “Tentu ada pemahaman baru tentang strategi pengemasan, branding, dan pemasaran produk; Jaringan dan potensi kolaborasi dengan pelaku usaha lain; ada motivasi dan bekal pengetahuan untuk memulai atau mengembangkan usaha ekonomi kreatif berbasis jagung titi dan kemiri,” ujar Sri Lendes

    Terkait pilihan produk jagung titi dan kemiri kata Sri, itu adalah produk lokal milik masyarakat Flores Timur, ramah ditangan mereka dan juga sudah dikenal luas publik. Kedua produk andalan lokal inilah jadi lokus pelatihan.

    Sri Lendes yang sebelumnya bertugas di kantor Bappeda NTT (Kini, Bapperida, red) ini berharap ada ragam produk turunan dari jagung titi dan kemiri, terutama dalam pengolahan dan kemasan juga pemasaran.

    Sama hal dengan jagung titi, Kemiri kata dia bisa diolah jadi produk minyak dan juga tepung serta aneka penganan lain yang beragam dan bernilai jual tinggi.

    Mendukung Program OVOP dan OCOP

    Sri Lendes mengatakan tujuan lain dari Bimtek tersebut adalah terciptanya kolaborasi antar pelaku ekonomi kreatif untuk menciptakan sinergi dan ekosistem yang lebih kuat di Fores Timur dalam mendukung program One Village One Product (OVOP) dan One Community One Product (OCOP) sebagaimana program unggulan pemrov NTT dibawah pimpinan Gubernur Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma.

    “OVP Ini program unggulan pemerintah provinsi NTT dibawah pimpinan Gubernur Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma. Kiranya Jagung Titi dan Kemiri yang dilatih ini bisa menjadi produk yang dapat dipasarkan dan memberi peningkatan pendapatan bagi masyarakat,” tandasnya.

    Untuk diketahui, selama tahun 2025, Dinas Parekraf NTT menggelar Bimtek Ekraf serupa dengan tema dan lokus berbeda. Ada Bimtek Pengolahan Kopi, Bumbu Dapur, Mete, Kacang, dan produk lainnya yang dipusatkan di Lelogama Kabupaten Kupang, Ende, Manggarai, Sumba Barat Daya dan TTU. Semua pilihan produk disesuaikan dengan potensi lokal yang dimiliki warga masyarakat setempat. (tim/42na)

    Latest Posts

    spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

    Don't Miss

    Stay in touch

    To be updated with all the latest news, offers and special announcements.