Wednesday, December 10, 2025
spot_img
More

    Latest Posts

    Aroma Arabica di Kampus Bambu Turetogo, Lokus Gelaran Workshop Pembuatan Film Pendek AntikFest III

    Para peserta Workshop Pembuatan Film Pendek dalam rangkaian acara Antikfest 3 di Ngada. Foto : JR

    BAJAWA, fortuna.press – Kabut baru saja menepi di punggung Turetogo. Rumpun bambu berdiri rapi menaungi rumpun   kunyit di sela-selanya. Decit gesekan betung menyapa kedatangan kami diantara semilir pucuk meruncing. Sesekali kicau punglor kembang (zoothera interpres) terdengar merdu. Musik alami.

    Sepertinya hujan renyai baru saja usai. Masih tersisa aroma belerang di sepanjang jalan di bawah sana. Teringat tadi di Mangulewa terlihat Ebulobo, salah satu ring of fire yang berdiri kokoh dengan kawah perkasa nya. Terpana. Ajakan berhenti untuk mengabadikan pemandangan itu tak ku hiraukan karena ingin mencapai dirimu.

    Begitupun saat melewati  Rumah Retreat Kemah Tabor dengan cemara yang eksentrik memberi kesan Eropa yang begitu teduh. Di depannya, Seminari St. Yohanes Berchmans Todabelu yang telah melahirkan begitu  banyak tokoh berbagai latar belakang karya. Petunjuk Google Maps di ponsel memerintahkan kami agar 200 meter lagi harus berbelok ke kanan. Infrastruktur jalan sangat mulus sekali.

    Tempat ini begitu fenomenal, karena dengan bambu yang dilaminasi bisa menjadi bahan bangunan yang kokoh. Bambu laminasi ini merupakan alternatif yang lebih ramah lingkungan, lestari dan lebih rendah karbon. Tidak heran ke depan NTT bisa menjadi produsen terbesar bambu laminasi ini. Pelestarian bambu di Ngada didukung pula dengan adanya kearifan lokal masyarakat dalam tindakan eksplotatif bambu ini.

    Desain bangunan Campus Bamboo yang ramah lingkungan. Foto : JR

    Aroma Arabica Bajawa begitu menggoda dari pantri disudut sana. Apalagi barengan dengan ketela rebus dan pisang goreng. Ibu Susi sang penanggung jawab pengelolaan menyambut kami untuk persiapan kegiatan pre event AnTiKFest (Ana eNTeTe Kreatif Festival) Goes to Campus melakui kegiatan Workshop Pembuatan Film Pendek  dengan instruktur Eko Watu, anak muda potensial yang telah melahirkan berbagai film dengan berbagai pencapaian penghargaan.

    Tentang AntikFest

    AnTiKFest Series 3 digelar Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) di Kota Bajawa pada 21-22 November 2025 di Lapangan Kartini Bajawa.

    Kegiatan ini melibatkan semua stakeholders pariwisata yang strategis sebagai wadah ekspresi, edukasi, dan kolaborasi lintas komunitas yang bertujuan mempromosikan produk-produk ekonomi kraetif lokal Bajawa dan sekitarnya.

    rangkaian AntikFest III akan menyajikan edutainment event dan meningkatkan akses pasar produk UMKM melalui Pameran dengan Tema “Merajut Kreativitas, Menguatkan Ekonomi Lokal Flores”.

    Ana NTT Kreatif /AnTiKFest Series III bukan hanya festival tetapi juga wadah ekspresi, edukasi, dan kolaborasi lintas komunitas yang bertujuan mempromosikan produk-produk ekonomi kreatif lokal Bajawa dan sekitarnya,” kata dia.

    Tujuan lain yakni meningkatkan kapasitas dan jejaring pelaku ekonomi kreatif melalui pelatihan dan pameran; Mendorong sinergi antara pemerintah, komunitas kreatif, dunia usaha, dan lembaga keuangan serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bajawa dan Flores;

    Event ini juga diharapkan dapat memperkuat identitas budaya lokal sebagai dasar pengembangan ekonomi kreatif berkelanjutan

    Kadis Parekraf Provinsi NTT Noldy Pellokila mengatakan rangkaian aktivitas yang dilaksanakan di Ana NTT Kreatif Festival/AnTiKFest Series III antara lain perlombaan diantaranya Lomba Fashion Desain, Lomba Band, Lomba Tari Kreasi Ja’i dan Lomba Memasak yang diikuti oleh Pelajar SMA/SMK, Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngada, Kabupaten Sikka, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Ende dan Kabupaten Manggarai Timur;

    Ada juga pameran produk Ekonomi Kreatif yang meliputi Tenun Ikat, Kopi Bajawa, Kerajinan Bambu dan Kayu, Produk Kuliner, Fashion Lokal, Kriya, dan Desain;

    Ada Bazar UMKM dan Kuliner Lokal, Pentas Budaya dan Musik dan aktifitas menarik lainnya

    Festival ini diinisiasi oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT bekerja sama dengan EO Beta Bisa Management, serta stakeholders Pariwisata dan Ekonomi kreatif lainnya diantaranya Perbankan, media, Industri/komunitas Kreatif, Perguruan Tinggi.

    “Melalui Ana NTT Kreatif Festival/ /AnTiKFest Series III, kami ingin menunjukkan bahwa anak muda NTT tidak hanya punya semangat, tapi juga punya kualitas serta kita punya cerita, kita punya warna, ujar Noldy.

    Informasi lebih lanjut dan pendaftaran dapat diakses melalui laman FB, IG Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT.

    Kontak Media : Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Timur Jalan Frans Seda No 72 Kupang, CP: Piter Kami (082236704751) dan Jetty (EO Beta Bisa– 081239443944), Email: disparekraf@nttprov.go.id/, [Instagram: @dinasparekrafntt, Facebook: Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Website: www.parekraf.nttprov.go.id. (tim/42na)

    Latest Posts

    spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

    Don't Miss

    Stay in touch

    To be updated with all the latest news, offers and special announcements.