
KUPANG, fortuna.press – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi NTT berencana menggelar Festival Industri Kecil Menengah (IKM) sore ini, Jumat, 14 November 2025 di sepanjang jalan El Tari Kupang, melibatkan 100 orang pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Demikian dikatakan Kepala Disperindag NTT, Dr. Zeth Sony Libing, M.Si kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis, 13 November 2025.
Menurut Sonny, tujuan dari pelaksanaan IKM ini adalah memberikan ruang promosi dan pemasaran produk-produk bagi para pelaku UMKM di NTT, meningkatkan akses pasar dan interaksi ekonomi bagi pelaku UMKM serta mendorong geliat pertumbuhan ekonomi daerah.
Melalui eventi ini juga sejatinya pemerintah ingin memberi ruang kolaborasi dan interaksi antara pelaku IKM dengan berbagai stakeholders untuk kepentingan pengembangan usaha dan promosi bersama.
Kegiatan sore ini rencananya dibuka oleh Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma pada pukul 17.00 WITA dan akan berlangsung sampai jam 22.00 (Car free nigth), selanjutnya akan dilanjutkan lagi pada esok Sabtu, 15 November 2025 pukul 05.00 – pukul 12.00 WITA bertepatan dengan acara Car Free Day.
Sonny Libing mengajak seluruh masyarakat untuk datang dan menikmati sukacita Car Free Nigth dalam Festival IKM malam ini berbarengan dengan panggung hiburan rakyat dan nanti pada arena Car Free Day esok pagi nanti.
“Mari nikmati hiburan bersama artis-artis ternama kita sambil berbelanja produk-produk lokal kebanggaan Nusa Tenggara Timur,” ajaknya

NTT Punya 5. 800 Item Produk IKM
Pada tempat yang sama, Kadis Perindag NTT Sonny Libing mengatakan saat ini NTT sudah memiliki setidaknya ada 5.800 item produk yang telah dikurasi layak, aman dan nyaman dipasarkan di NTT Mart dan juga pasar publik.
Sesuai kewenangannya, Disperindag NTT juga memberi perhatian khusus tidak hanya pada proses pengolahan produk bahan baku menjadi barang jadi tapi juga proses pembuatan packing/kemasan, perizinan dan juga membantu pemasaran.
Baginya, dikala ekonomi yang lagi lesu saat ini hanya sektor UMKM yang bisa tampil tumbuh jadi garda terdepan perekonomian rakyat.
Pemerintah dalam hal ini hadir mengintervensi dari sisi hilirisasi agar produk-produk yang ada bisa diberi sentuhan lebih profesional sehingga produk tersebut lebih bernilai ekonomi dan diterima pasar regional, nasional bahkan global.

Bantu Sertifikasi Halal, Merk dan BPOM Bagi 120 Pelaku IKM
Sonny mengatakan selama tahun 2025, pemerintah provinsi NTT memfasilitasi pengurusan sertifikasi merk dan halal bagi 120 orang pelaku IKM di provinsi NTT terutama di kabupaten Sumba Timur, Ende, Nagekeo dan Manggarai Barat.
Sertifikasi merek dan halal ini penting untuk memastikan ada identitas dan profil produk yang jelas sehingga tidak menimbulkan klaim-klaim yang tidak sehat selama proses pemasaran.
“Jadi proses sertifikasi merk, halal, dan juga bantuan pengurusan izin di Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) merupakan langkah final agar produk dipasarkan luar setelah melewati proses pengolahan yang higienis dan standar, proses packing/kemasan sebelum dipasarkan di etalase NTT Mart dan pasaran luas. Pemerintah intervensi dan bantu sampai tingkat ini,” ujarnya
Dikatakan Disperindag NTT mendukung program Dasacinta I Pemerintah Provinsi NTT khusunya dari segmen “dari ladang dan laut ke pasar”.
Program ini dipahami bahwa semua produk perikanan dari laut dan hasil pertanian di ladang tidak harus langsung ke pasar, perlu proses hilirisasi supaya ada sentuhan dari bahan baku yang ada menjadi barang jadi sehingga lebih bernilai ekonomi tinggi di pasaran.
Langkah ini juga tentu sejalan dengan program One Village One Product (OVOP) atau One Communitty One Product (OCOP) yang digalakan Gubernur NTT Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma
“Ini langkah teknis mendukung program OVOP dan OCOP yang dirancang pemerintah. Semua produk itu harus diolah dengan standar tinggi dari sisi pelatihan teknis pengolahan yang higiensi aman nyaman, teknik packing, ada merk, halal, lolos uji BPOM selanjutnya siapkan dipasarkan luas terutama melalui NTT Mart, ujarnya
NTT Mart Etalase IKM NTT
Nah setelah produk jadi yang ada sudah memenuhi unsur Halal, Merk, BPOM maka pemerintah juga membantu proses pengurusan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sehingga bisa ikut lelang pemerintah yang jatanya 40 persen itu karena itu persyaratannya wajib.
Ketika semua proses itu sudah dikurasi memenuhi syarat maka produk-produk tersebut siap dipasarkan luas secara offline dan oflline di NTT Mart yang adalah etalase IKM provinsi Nusa Tenggara Timur. Pemerintah bahkan langsung membeli semua produk yang dihasilkan.
“Jadi produknya Pemda beli putus dan pasarkan di NTT Mart part yang adalah etalase seluruh produk lokal yang telah lulus kurasi serta layak dan nyaman untuk dipasarkan ke publik. Demikian kita tidak hanya beli dan pasarkan tapi juga bantu promosi sehingga dikenal luas,” ujarnya
Pemeintah beli karena prduk itu sulti dibelim pemerintah bantu invternsei pemasarannyta, bantu pasar dan promosi juga.

Launching NTT Mart di 21 Kabupaten
Sonny memaparkan bahwa setelah melakukan pelatihan dan persiapan layakanya 5.800 produk IKM NTT yang kini siap dipasarkan, pihaknya juga berencana melaunching 21 titik NTT Mart di 21 kabupaten tahun 2025.
Launching NTT Mart ini diharapkan menjadi oleh-oleh sekaligus dukungan pemerintah provinsi NTT bagi kemajuan UMKM NTT, momentum peningkatan ekonomi kerakyatan hasil kolaborasi pemerintah, Dekranasda dan Swasta menyambut HUT NTT yang jatuh pada 20 Desember 2025.
“Saat ini tim kita lagi berada di semua kabupaten di NTT untuk memastikan tempat NTT Mart bekerjasama dengan Dekranasda dan swasta untuk persiapan dilaunching serentak oleh Gubernur NTT, ujarnya (Tim/42na)



