
KUPANG, fortuna.press – Satu langkah nyata peduli kesehatan perempuan dan remaja dilakukan Rotary Club Kupang Rastamores. Bersama Past District Governor Lina Soeratman, mereka memberikan pelatihan pembuatan pembalut wanita “Reuse’ (lebih dari sekali pakai) bagi para siswi jurusan Krya Tekstil SMKN 4 Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan yang dilakukan pada Sabtu, 27 September 2024 pagi di ruang praktek SMKN 4 Kupang tersebut diikuti puluhan siswi dan sejumlah guru. Hadir pula President Rotary Club Kupang Rastamores Abed Frans dan Kepala SMKN 4 Kupang, Semy Ndolu,M.Pd.
Kepada fortuna.press, Past District Governor Lina Soeratman mengatakan tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan ketrampilan para siswa SMKN 4 Kupang dalam menghasilkan produk pembalut wanita yang berkualitas, dapat dipakai lebih dari sekali, murah serta bernilai ekonomi karena pembalut menjadi menjadi salah satu kebutuhan vital perempuan termasuk siswi SMKN 4 Kupang.
Tujuan lain yakni menjadikan siswi SMKN 4 Kupang sebagai mentor (Traning for Trainers) bagi teman sebaya dan atau komunitas perempuan di Kota Kupang yang ingin mendapatkan atau memproduksi produk pembalut wanita berkualitas dengan harga terjangkau.
Lina Soeratman yang adalah seorang pengusaha sukses yang bergerak dibidang produksi pembalut branded di Jogjakarta itu berharap pelatihan tersebut menjadi bekal sekaligus peluang usaha bagi para siswi SMKN 4 Kupang dalam memproduksi pembalut wanita dengan brand khusus sekaligus mendukung program “Ina Kasih” Pemerintah Kota Kupang yang kini membagikan pembalut gratis bagi wanita dari keluarga miskin ekstrim.
“Tentu ini jadi langkah nyata kolaborasi Rotary Club Kupang Rastamores tidak saja untuk meningkatkan ketrampilan para siswi, sisi sosial tapi juga menyentuh aspek economic development, jadi produk ini bisa juga dipasarkan,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, Rotary Club juga ingin kegiatan tersebut beriringan dengan isu lingkungan merawat bumi, memerangi masalah sampah yang sering jadi momok global.
“Bayangkan berapa sampah plastik dari pempers, pembalut dan lain-lain yang butuh waktu ratusan tahun baru bisa terurai. Dengan produk pembalut dari kain dan tenun ramah lingkungan ini kita telah berjuang bersama mengawal isu keselarasan dengan lingkungan ini,” kata wanita energik ini
Untuk diketahui, pelatihan itu juga adalah bentuk dukungan nyata bagi masyarakat Kota Kupang dibidang kesehatan ibu dan remaja putri, apalagi belum lama ini Wakil Walikota Kupang Serena Francis didaulat menjadi anggota kehormatan Rotary Club. Giat ini tentu selaras dengan program Ina Kasih yang dilaunching Pemkot Kupang.

Vital Namun Sering Dianggap Sepeleh
Lina yang pernah menjabat Gubernur Rotary Club Indonesia Timur itu menjelaskan selama ini banyak perempuan dari keluarga terbatas ekonomi cendrung mengeluhkan soal pembalut yang menjadi kebutuhan vital rutin bulanan yang wajib disiapkan namun sering dianggap sepeleh.
Dengan kondisi ekonomi yang tidak menentu maka solusi yang ditawarkan adalah menghasilkan pembalut yang tidak hanya sekali pakai tapi juga bisa digunakan berulang-ulang (reuse) namun dijamin bersih dan higienis.
Bahannya banyak dan beragam termasuk dari kain percah tenun yang bisa diolah dengan sentuhan ketrampilan khusus, mudah namun bisa bernilai ekonomi.
Saat itu Lina dan sejumlah Rotarian mengajarkan cara memilih dan memilah jenis kain untuk pembuatan pembalut, membuat pola dan ukuran sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Para siswi juga dilatih khusus cara menjahit dan menghasilkan sebuah produk pembalut dari produk daur ulang yang tetap memperhatikan aspek kebersihan dan juga kualitas serta layak dipasarkan.

Sederhana Tapi Berdampak
President Rotary Club Kupang Rastamores Abed Frans menyampaikan terima kasih kepada Past District Governor Lina Soeratman yang sempat mengisi waktu 2 jam bersama para siswi SMKN 4 Kupang dalam lawatan sepekan ke Nusa Tenggara Timur menyinggahi Kota Kupang, Belu dan pulau Sumba. Terima kasih juga disampaikan kepada Kepala SMKN 4 Kupang Semy Ndolu yang telah berkolaborasi baik.
Pelatihan tersebut menurut Abed Frans adalah salah satu kegiatan sederhana yang bisa dilakukan Rotary Club sebagai sebuah organisasi internasional yang bergerak di bidang kemanusiaan namun berdampak mulitidimensi.
Diharapkan para siswi dapat menjadi trainer (Training of Trainers) yang bisa menularkan hal baik tersebut kepada para remaja putri, keluarga dan komunitas juga dalam rangka mendukung program “Ina Kasih” yang diluncurkan Pemerintah Kota Kupang.
Di Kota Kupang katanya, Rotary Club juga memberikan perhatian pada urusan pengelolaan dan pengolahan sampah, aksi peduli lingkungan dengan penanaman mangrove dan pelepasan tukik di kawasan pantai Muara Abu Oesapa Barat pekan lalu dihadiri langsung oleh District Governor (DG) Rotary Club, Dyah Aggraeni bersama Tim selama 2 hari berada di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan tersebut dibuka Plt.Sekot Kupang melibatkan sejumlah pejabat dinas lingkungan hidup provinsi NTT dan Kota Kupang, Kepala pewakilan Bank Indonesia dan lembaga mitra jasa keuangan, Ketua KADIN NTT Bobby Lianto dan lintas komunitas profesi.
Rotary Club Kupang Rastamores juga berencana menyasar segmen pendidikan dengan kegiatan literasi dan pembagian buku- buku bagi sejumlah sekolah dan Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) juga penghijauan disejumlah titik rawan kebakaran di Kota Kupang sebagai bagian dari upaya bersama mencegah pemanasan global.

Tiga Manfaat Untuk Sekolah
Kepala SMKN 4 Kupang Semy Ndolu,M.Pd saat itu menyampaikan terima kasih kepada Past District Governor Lina Soeratman bersama Tim dan President Rotary Club Rastamores Kupang Abed Frans yang telah menjadikan SMKN 4 Kupang sebagai salah satu pilot project pembuatan pembalut wanita yang berkualitas dengan harga terjangkau.
Kegiatan tersebut kata Semy memberi 3 manfaat sejalan dengan upaya sekolah khususnya jurusan Krya Tekstil yang memang fokus juga pada ketrampilan menjahit dan menenun serta menjadikan kain percah sebagai bahan baku pembuatan berbagai souvernier dan aksestoris.
Pertama, bagi remaja putri, pelatihan tersebut juga sanggat membantu anak-anak tidak saja terampil tapi juga pemberdayaan dalam mendukung program sekolah ramah ramaja dan lingkungan serta peduli pada masa tumbuh kembang siswa/i.
“Kita tahu tidak semua anak sekolah pegang uang diatas Rp 20.000 per hari. Kalau pas disekolah dapat haid pertama lalu mereka tidak siap maka disinilah peran UKS kita dan manfaatnya akan terasa dari pelatihan ini, katanya.
Kedua, dalam konteks pemberdayaan ekonomi hal mana ada sisi edukasi dan motivasi pemberdayaan ekonomi bagi siswa/I jurusan Krya Tekstil dimana ada kompetensi jahit tenun dan lain-lain.
“Bagi saya program ini sangat bagus, kami juga biasanya siap pembalut wanita disekolah namun dengan pelatihan ini maka ada aspek pemberdayan lewat siswa di sekolah. Mereka bisa menyiapkan sendiri. Kalau mereka tiba-tiba alami haid pertama disekolah maka sudah bisa diantisipasi, katanya.
Manfaat ketiga, yakni melalui kegiatan ini para siswa/I SMKN 4 Kupang juga diperkenalkan tentang organisasi yang namanya Rotary Club yang merupakan organiasai non partisan, non politik, dengan misi utama kemanusian.
“Dengan hadirnya Kupang Rastamores Rotary Club untuk dapat melatih, mendidik dan mengajak mereka, Ayo kita bergerak bersama-sama untuk misi kemanusian, “ujarnya
Dia juga berharap urusan dengan Rotary Club tidak hanya sampai disitu tapi juga mempersiapkan siswa-siswi SMKN 4 Kupang menjadi calon Rotarian yang bisa terlibat dalam berbagai kegiatan sosial kemanusiaan kini dan mendatang.
“Nah anak-anak sejak usia SMA/SMK sudah bisa belajar masuk sebagai rotarian, kategori interract di Rotary Club. tidak berbayar, tidak siapkan kontribusi iuran dan lain-lain tapi bisa dilibatkan mereka dalam aksi kemanusiaan terlibat dalam bencana alam dan lain sebagainya, kata Semy.
Murni dan Melanti, dua siswa SMKN 4 Kupang jurusan Krya Tekstil mengaku sangat senang bisa mengikuti kegiatan pelatihan tersebut. Mereka merasakan ada ilmu baru yang siap ditekuni untuk kepentingan meningkatkan ketrampilan mereka sekaligus melihat peluang usaha kedepan.
Mereka berharap pelatihan tersebut ditingkatkan lagi dan jadi kelas bisnis serius sehingga bisa lebih dipahami lagi dari sisi teknis, kualitas, dan juga jaringan pemasaran. (tim/42na)



