
RUTENG, fortuna.press – Race Director (Direktur Lomba) Tour De Entete, Sondi Sampurno menilai sejauh ini, sejak etape 1-9 lomba balap sepeda internasional Tour de EnTeTe berjalan dengan baik.
Bahwa ada kekurangan ini, itu dapat dimaklumi karena ini event pertama dan belum mengambil point UCI (Union Cycliste Internationale).
Baginya, secara teknis baik, ditandai dengan kelancaran acara dan tidak ada insiden yang fatal. Kalaupun ada yang perlu diperbaiki, yang terlihat adalah pemilihan lokasi star dan finish .
Dia mencontohkan star di depan rumah jabatan Wakil Bupati Ende yang lokasinya sempit sehingga pembalap tidak leluasa berpacu dan masyarakat tidak dapat menonton dengan penuh sukacita.
Demikian juga finish di halaman kantor Bupati Manggarai di Ruteng kenapa memilih jalan menurun, harusnya flet atau rata, jika perlu sedikit tanjakan sehingga seru, pembalap lebih leluasa berselebrasi dan penonton juga leluasa memberikan apresiasi dengan aneka ekpresi.

Golo Mongkok Yang Keren dan Melelahkan
Etape 9 hari ini melintasi rute yang cukup menantang mulai dari tikungan tajam berkelok-kelok Bajawa-Aimere hingga tanjakan Borong (64 Mdpl) menuju Ranamese dengan ketinggian titik puncak mencapai 1.336 Mdpl. dengan jarak tempuh 135 kilometer.
Pada etape ini 30 kilometer tanjakan di Golo Mongkok , Manggarai Timur menjadi tanjakan King of Mountain (KOM) yang melelahkan para pembalap. Namun semua diselesaikan dengan baik tanpa insiden yang luar biasa hingga finish di halaman kantor Bupati Manggarai.
Sejak star di depan Taman Kartini pukul 09.00 Wita yang dilepas oleh Bupati Ngada, Raymundus Bena, para pembalap tancap gas dan kurang lebih 4 kilometer setelah semua pembalap masuk dalam peloton dilakukan realstar.
Sepanjang jalan, para pembalap kejar-kejaran baik secara tim dalam pelonton maupun personal. Sama seperti etape 1-7 di Timor dan Sumba, masyarakat antusias menyaksikan laga bergengsi lomba balap sepeda bertaraf internasional Tour de EnTeTe di sisi kiri dan kanan jalan memberikan suport dengan teriakan, lambaian tangan, lambaian bendera merah putih.

Selain mensuport, warga juga memburu konten dengan video dan foto, siaran langsung baik facebook, tiktok, istagram (IG) dan lainnya. Sejak etape 1 hingga 9, hari ini, balap sepeda internasional Tour de EnTeTe viral di media sosial dengan berbagai konten baik amatiran maupun kreator profesional.
Gubernur NTT, Melki Laka Lena di Sumba Barat Daya dan Ende, menekankan lomba balap sepeda Tour de EnTeTe tidak hanya sport (olahraga) tapi juga entertain (menghibur). Hal ini terbukti, sepanjang jalan yang menjadi lintasan balap, masyarakat antusias menyambut dan menonton dengan penuh suka cita.

Disambut Drumband di Ruteng
Disaksikan wartawan di setisap lintasan yang dilalui oleh para pembalap, masyarakat dari berbagai kalangan usia berjejer di pinggir kiri,kanan jalan menyaksikan secara dekat para pembalap yang dijuluki manusia berkaki baja.
Saat memasuki finish warga cukup antusias memadati dan mencari pembalap untuk foto bersama. Pada etape ini, juga diberikan kuis dengan hadiah kostum Tour de EnTeTe.
Para pembalap juga disambut dengan drumband dari SMAK St. Fransiskus Xaverius Ruteng serta tarian Tiba Meka serta ritual adat tuak curu manuk kapu oleh tua adat setempat kepada Gubernur NTT yang diwakili Plh. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT, Alfonsus Theodorus.
Bupati Manggarai, Heribertus Geradus Nabit menyampaikan selamat datang kepada para peserta Tour de EnTeTe dan seluruh rombongan.
“Selamat datang di Kota Ruteng, luar biasa sekali karena boleh finish di etape ini dengan selamat dan disambut meriah oleh masyarakat Manggarai. Suatu kehormatan bagi kami boleh mampir di Kota Ruteng,” katanya.
Bupati yang akarab disapa Heri Nabit bersama Wakil Bupati serta masyarakat berharap Tour de EnTeTe dengan balap sepeda internasional tetap berlanjut tahun dengan dengan peserta lebih banyak lagi dari mancanegara atau pembalap bule. (Tim/42na/gem)



