
KUPANG, fortuna.press –Wakil Ketua DPRD NTT Petrus Roby Tulus berharap Peserta Tour De Entete 2025 bisa melintasi rute Larantuka- Maumere- Ende dalam dalam ajang Balap Sepeda Internasional Tour De Entete 10- 21 September 2025.
Pernyataan Roby Tulus ini menanggapi kabar batalnya lintasan Larantuka –Maumere- Ende karena alasan bencana erupsi gunung api Lewotobi Laki-Laki dan bencana longsor pada beberapa ruas jalan Ende –Maumere yang berpotensi menghalangi lajunya lomba balapan sepeda kelas dunia itu.
Adapun Tour de Entete merupakan event balap sepeda internasional terpanjang di dunia yang digelar pemerintah provinsi NTT, Bank NTT, PT.Jelajah Sport serta beberap sponsorship untuk memperkenalkan NTT sebagai panggung pariwisata dunia sekaligus membangkitkan ekonomi lokal.
Ajang ini dibuka secara resmi hari ini Selasa, 9 September 2025 petang di halaman gendung Sasando Kantor Gubernur NTT dan mulai esok tanggal 10 September 2025 akan melintasi 3 pulau di provinsi NTT yakni Timor, Sumba dan Flores sejauh 1500 kilomoter dengan finish di Labuan Bajo.
Para peserta akan mengeksplorasi pulau Timor dari Kupang-Soe-Kefa Atambua menyinggahi pintu batas internasional (PLBN) Wini dan PLBN Motaain, selanjutnya kembali rute Atambua- SoE dan diangkut menggunakan kapal Dharma Rucitra menuju pulau Sumba.
Dari Waingapu Sumba Tiur, mereka akan melintasi seluruh kabupaten hingga Sumba Barat Daya dan kembali ke Waingapu. Peserta rencananya diterbangkan dengan Hercules dari bandara Umbu Mehang Kunda di Waingapu ke Flores melalui bandara udara Frans Seda Maumere kemudian didrop ke Larantuka untuk melakukan star riding menaklukan Flores dari Larantuka hingga Labuan Bajo.
Kandala erupsi gunung berapi yang isidentil dan situasional diduga memicu alasan pembatalan dan juga longsor Ende- Maumere.

Roby Tulus menyarankan kalaupun ada kandala teknis penerbangan maka peserta Tour De Entete dari Waingapu langsung bisa diangkut menggunakan kapal laut melintasi pantura Flores dan diturunkan langsung ke Maumere atau Larantuka untuk selanjutnya menikmati rute eskotik Larantuka- Maumere- Ende secara normal.
Dia meminta Gubernur NTT dan Pelaksana Tour de Entete untuk mengkaji lagi sehingga rencana event ikutan di Larantuka dan Maumere yang sudah disiapkan untuk menyemarakan Tour De Entete dapat tetap digelar.
Hal ini dikarenakan dengan kondisi ekonomi yang kian lesu, kehadiran sebuah event dapat memicu gelait roda perekonomian daerah dan masyrakat bisa merasakan manfaatnya.
Sebelumnya, Gubernur NTT Melki Laka Lena bertemu Bupati Sikka Juventus Prima Kago di Maumere untuk membahas persiapan teknis terkait event ini dan mengatakan akan diupdate karena potensi longsor dan erupsi gunung berapi sangat berpotensi menggangu keamana dan kenyaman peserta dari berbagai negara.
“Bisa kita batal kalau kondisi alam tidak berubah dan kita akan tetap pastikan ada event di Maumere dengan mengghadirkan artis lokal yang kini lagi popular Juan Reza untuk bisa hibur warga kabupaten Sikka, kata Gubernur Melki dikutip dari sejumlah media di Maumere
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan pariwisata Sikka Even Edomeko,S.Fil berharap event festival budaya daerah yang rencanannya dirangkaikan dengan kehadiran ratusan peserta dan official Balap Sepeda internasional Tour De Entete dapat terselenggara dengan baik.

Diikuti 17 Tim dan 13 Negara
Terpisah, Event Organizer PT. Jelajah Sport Yannes Wawa mengatakan seluruh peserta sudah tiba di Kupang pada puncak kedatangan Senin,8 September 2025 siang.
Total Peserta Tour de Entete 2025 terdiri dari 17 tim dari 13 negara, antara lain Filipina, China, Malaysia, Iran, Aljazair, Mesir, Slovenia, Australia, Inggris, Perancis, Belanda, Indonesai dan Timor Leste.
Adapun Tim Peserta Tour de Entete antara lain Paris Cycling Team, 7 Eleven dari Filipina, Go For Gold dari Filipina, Pontianak Wijaya Racing, CDF Racing dari Inggris, Malaysia Pro Cycling, Nex Velofit dari Australia, Madar Pro Cycling Team dari Aljazair, Jakarta Pro Cycling, Nusantara BYC, dan Tim dari Timor Leste
Menurut Yaness, Tour de Entete 2025 akan digelar pada 10-21 September 2025, melintasi tiga pulau besar di Nusa Tenggara Timur, yaitu Timor, Sumba, dan Flores. (tim/42na)



