
KUPANG, fortuna.press –Universitas Nusa Cendana (UNDANA), Kupang, Nusa Tenggara Timur menggelar Suksesi Rektor untuk memilih seorang pemimpin baru yang siap menahkodai kampus negeri tertua di provinsi NTT itu selama 4 tahun kedepan.
Ketua Panitia Penjaringan Rektor Undana periode 2025-2029, Prof. Dr. Drs. Simon Sabon Ola, M.Hum mengatakan bahwa hingga penutupan pendaftaran 22 Agustus 2025, telah terjaring 4 Bakal Calon Rektor Undana periode 2025- 2029.
Nama- nama itu antara lain Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Undana; Prof. Dr. Ir. Apris A. Adu, S.Pt., M.Kes., Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undana; dan Prof. Dr. Malkisedek Taneo, M.Si., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Undana serta Dr. Hamza Wulakada, M.Si menjabat sebagai Koordinator Program Studi Pendidikan IPS pada program Pascasarjana Undana.
Semua bakal calon ini adalah figur – figur terbaik Undana yang selama ini telah mengabdi bagi Undana dari berbagai disiplin ilmu dan kepakaran juga memiliki kapasitas manejerial. Mereka pun telah mengetahui apa permasalahan, tantangan, peluang serta kekuatan yang bisa membawa Undana tampil sebagai kampus yang siap bersaing di level nasional.
“Awalnya ada 3 nama yang telah mendaftar. Dr. Hamza Wulakada, M.Si yang menjabat sebagai Koordinator Program Studi Pendidikan IPS pada program Pascasarjana Undana yang terakhir mendaftar sekaligus melengkapi kuota minimum calon yang dibutuhkan sebagai pra syarat masuk ke tahapan berikut,”ujarnya.
Profesor Simon menegaskan, keempat bakal calon telah memenuhi syarat administratif, termasuk menduduki jabatan Lektor Kepala dan pernah mengemban jabatan manajerial setara minimal ketua jurusan.
Proses pendaftaran ini berjalan dengan lancar dan terorganisir dengan baik. Langkah selanjutnya adalah penyerahan berkas dokumen administrasi dan penyampaian hasil penjaringan ke Mendiktisaintek pada tanggal 17 September 2025.
Tahapan berikut yakni Pemaparan Visi Misi dan program kerja pada tanggal 23 September 2025 dan penetapan 3 nama yang akan menjadi calon definitif Rektor. Kemudian penyampaian hasil penjaringan ke Mendikitsaintek beserta dokumennya hingga batas maksimal pada tanggal 14 Oktober 2025.
Manakala semua proses berjalan lancar maka agenda pemilihan Rektor Undana dijadwalkan sekitar tanggal 15 Oktober – 10 November 2025. Calon Rektor terpilih periode 2025- 2029 akan disampaikan kepada Ketua Senat untuk selanjutnya diteruskan kepada Mendiktisaintek untuk ditetapkan dan dilantik pada tanggal 6 Desember 2025.
Panitia Seleksi (Pansel) memastikan setiap langkah dilakukan secara transparan dan akuntabel. Hal ini didukung oleh pengawasan ketat dari pihak internal maupun eksternal, termasuk inspektorat kementerian.
“Kami sebagai pemegang hak suara (senat) yang terdiri dari 63 orang sangat dikontrol ketat sehingga hasilnya benar-benar legal,” ujar Prof. Simon
Adapun Suksesi Rektor Ini adalah forum demokrasi tertinggi untuk mengganti Rektor UNDANA saat ini Prof. Dr. drh. Maxs U.E.Sanam, M,Sc yang telah memimpin Undana sejak tahun 2021 dan akan mengakhiri masa jabatannya pada Desember 2025. Prof.Maxs Sanam adalah Rektor Undana yang ke-10 menggantikan Rektor sebelumnya Prof. Fredrik Lukas Benu yang menjabat selama 2 periode.
Banyak kemajuan dan capaian akademik, penelitian dan pengembangan serta program pengabdian kepada masyarakat selama kepemimpinan Prof.Sanam. Merujuk pada pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, Rektor Sanam bersama seluruh civitas akademika secara berjenjang mulai dari tingkat program studi, jurusan, fakultas hingga program pascasarjana telah mengaplikasikan visi misi dan tujuan spesifik Undana menjadi salah satu kampus kesohor secara nasional.
Keberlanjutan pelaksanaan Tridharma PT dengan visi menjadikan Undana sebagai mercusuar dari Timur Indonesia untuk nusantara dan dunia juga ditentukan pula oleh siapa Rektor Undana kedepan.
Itulah sebabnya, sebagai kampus milik seluruh masyarakat NTT, suksesi rektor Undana tahun 2025 menyedot perhatian publik terutama civitas akademika, pemerintah daerah dan juga puluhan ribu alumni yang tersebar mengabdi di seantero negeri. Jagat media sosial pun diramaikan dengan pertanyaan siapa yang akan menggantikan Prof.Maxs Sanam untuk menahkodai Undana 4 tahun kedepan?

Akreditasi Unggul dari BAN-PT
Terlepas dari berbagai kekurangan dan keterbatasan manusiawinya, Profesor Maxs Sanam bersama jajaran struktual Wakil Rektor, Dekan, Ketua Jurusan hingga Ketua Program Studi serta Direktur Pascasarjana Undana, telah meretas banyak jalan kemajuan bagi Undana. Sejak awal, dia berkomitmen agar Undana bisa dijadikan sebagai pusat riset untuk mengembangkan SDM.
Satu pencapaian yang luar biasa dan tercatat dalam tinta emas kempimpinan Prof. Maxs Sanam adalah bahwa Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali mencetak prestasi gemilang di awal tahun 2025 dan berhasil meraih “Akreditasi Unggul” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
Akreditasi ”Unggul” Undana tersebut berdasarkan Surat Keputusan BAN-PT No. 2288/SK/BAN-PT/AK/PT/II/2025. Dalam proses penilaian, Undana berhasil memperoleh skor 367, yang melampaui batas minimum akreditasi unggul. Status ini berlaku sejak 11 Februari 2025 hingga 11 Februari 2030, menjadikan Undana sebagai salah satu universitas terbaik di kawasan Timur Indonesia. Saat ini, Undana menjadi perguruan tinggi ketiga di kawasan ini yang meraih akreditasi unggul, setelah Universitas Hasanuddin dan Universitas Udayana Bali
Apa yang membuat Undana Akreditasi Unggul? Ya karena Undana berkomitmen dalam meningkatkan kualitas mutu pendidikan berlanjutan, pengembangan kurikulum yang relevan, sumber daya manusia (SDM) yang unggul, serta fasilitas yang memadai, yang didorong oleh kerja sama seluruh civitas akademika dan dukungan berbagai pihak.
Pencapaian ini juga memperkuat posisinya sebagai institusi unggulan di Indonesia Timur dan meningkatkan kepercayaan publik serta daya saing lulusan di tingkat nasional dan internasional.
Tentu, prestasi tersebut juga adalah hasil kerja keras seluruh civitas akademika Undana baik untuk program Sarjana (S1) maupun Pascasarjana (S2 dan S3).
Rektor Undana, Prof. Dr. drh. Max Sanam, M.Sc., menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian ini dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam proses akreditasi.
Akreditasi itu katanya merupakan bentuk pengakuan atas kualitas pendidikan yang tinggi di Undana. Dia berjanji akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan kepada mahasiswa.
Akreditasi itu juga katanya merupakan bukti bahwa Undana telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh BAN-PT. Akreditasi ini juga akan meningkatkan daya saing Undana dalam dunia pendidikan tinggi.
“Dengan akreditasi ini, kami berharap Undana dapat menjadi pilihan utama bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan mereka di tingkat perguruan tinggi,” kata Rektor Sanam.
Dia berharap dengan capaian yang ada maka kampus ini kedepannya lebih maju dan kompetitif baik dari sisi riset dan pengembangan, akademi serta pengabdian pada masyarakat bersama kempimpinan Undana yang baru.
Kampus Tujuan Mahasiswa Program LPDP
Belum lama ini Undana juga secara resmi mengumumkan bahwa sepuluh program studi pascasarjana, terdiri dari delapan program magister dan dua program doktor, telah masuk dalam skema afirmasi Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tahun 2025. Pencapaian ini merupakan buah manis dari status Akreditasi Unggul dan Akreditasi Internasional yang telah diperoleh Undana.
Saat itu Rektor Undana, Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc., didampingi para wakil Rektor I, Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si. Wakil Rektor II Dr. Paul G. Tamelan, M.Si., Wakil Rektor III Dr. Siprianus Suban Garak, M.Sc., dan Wakil Rektor IV Prof. Dr. Jefri S. Bale, ST., M.Eng. serta Kepala BPKS Undana menjelaskan arti penting dari afirmasi ini.
“Dengan adanya pemberian afirmasi ini, artinya pemerintah melalui kementerian terkait, baik Kemdiktisaintek maupun Kementerian Keuangan, mempercayakan Undana untuk menyelenggarakan program S2 dan S3 dengan dukungan pembiayaan dari LPDP,” ujar Prof. Maxs. Ini menegaskan posisi Undana sebagai institusi yang kredibel di mata pemerintah pusat.
Skema afirmasi LPDP ini merupakan bentuk keberpihakan negara terhadap wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Undana, sebagai salah satu perguruan tinggi negeri strategis di kawasan timur Indonesia, menjadi titik fokus kebijakan ini. Pemerintah melihat pentingnya peningkatan partisipasi mahasiswa dari daerah 3T untuk jenjang pascasarjana, yang sekaligus akan memperkuat sumber daya manusia (SDM) lokal di wilayah tersebut.
Pemerintah tentunya berpikir bagaimana meningkatkan partisipasi mahasiswa di daerah 3T, sekaligus memperkuat SDM di wilayah ini, tentunya dengan pemberian beasiswa ini,” tambah Rektor. Namun afirmasi tersebut katanya bukan semata-mata karena posisi geografis Undana, melainkan karena pengakuan atas kualitas institusi.
Sementara Wakil Rektor I, Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si menjelaskan bahwa Afirmasi tidak diberikan begitu saja hanya karena Undana berada di wilayah 3T, tapi karena memang akreditasi institusi sudah unggul Maret kemarin, dan program studi S2 sendiri telah mendapatkan akreditasi Unggul, bahkan internasional dari ASIIN maupun FIBAA,” katanya
Prof. Annytha menjelaskan bahwa Proses afirmasi beasiswa itu juga memang karena ada effort besar yang harus dipenuhi oleh Undana, yaitu akreditasi Unggul. (Tim/42na)



