Monday, January 12, 2026
spot_img
More

    Latest Posts

    Gubernur NTT Minta TP PKK Lakukan Inovasi Agar Program PKK Ramah Bagi Generasi Muda dan Masyarakat Moderen

    Ketua TP PKK NTT Ny.Asti Lakalena bersama wakil Ketua Ny.Vera Asadoma pose bersama para Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT disela-sela Pembukaan Rakor TP PKK NTT di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Jumat, 29 Agustus 2025. Foto : Fortuna

    KUPANG, fortuna.press – Gubernur NTT Emanuel Mekiades Laka Lena berharap agar Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Kabupaten/Kota melakukan Inovasi agar program- progam yang dirancang dapat diterima dan dijalankan dengan sukacita oleh generasi muda dan masyarakat modern.

    Demikian dikatakan Gubernur Melki Laka Lena dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Sekda NTT Kosmas Lana ketika membuka kegiatan Rapat Koordinasi (RAKOR) TP PKK tingkat Provinsi NTT  yang dihadiri oleh semua Ketua TP PKK Kabupaten/kota di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Jumat, 29 Agustus 2025.

    RAKOR yang mengusung tema “Kolaborasi Tp Pkk, Mewujudkan NTT Maju, Sehat, Cerdas Sejahtera Dan Berkelanjutan” itu dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi NTT Kosmas Lana dan jajaran Forkompimda NTT, Pimpinan OPD  lingkup Pemprov NTT, Pengurus TP PKK provinsi NTT, Para Ketua dan pengurus TP PKK kabupaten/kota se- provinsi NTT, Pimpinan Lembaga Mitra, Pimpinan Organisasi dan Komunitas serta Insan Pers dan Media Massa

    Gubernur Melki menegaskan bahwa Peran Tim Penggerak PKK telah lama menjadi pilar penting dan motor penggerak dalam membangun ketahanan keluarga dan masyarakat, khususnya di akar rumput. Oleh karena itu sinergi antara TP PKK di seluruh NTT dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota menjadi sebuah keharusan.

    Ada Sepuluh Program Pokok PKK, mulai dari Penghayatan dan Pengamalan Pancasila, Gotong Royong, Pangan, Sandang, Perumahan dan Tatalaksana Rumah Tangga, hingga Kesehatan dan Kelestarian Lingkungan Hidup, adalah fondasi yang sangat relevan untuk menjawab tantangan zaman sekarang.

    Untuk itulah demi mencapai tujuan bersama pembangunan nasional dan juga di provinsi NTT maka semua pelaksanaan program harus mengedepankan inovasi, adaptasi serta metode pendekatan agar program-program PKK dapat diterima dan dijalankan dengan sukacita oleh generasi muda dan masyarakat modern.

    Gubernur juga meminta TP PKK Provinsi NTT untuk memperkuat sinergi antara TP PKK Provinsi, Kabupaten/Kota, hingga ke tingkat Kecamatan dan Desa/Kelurahan, serta dengan Organisasi Wanita dan instansi pemerintah terkait lainnya.

    Hal lain yang tidak kalah penting pesan gubernur yakni melakukan perbaharuan Data dan Evaluasi yang Akurat untuk memastikan bahwa setiap bantuan dan program yang dijalankan tepat sasaran dan berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan keluarga.

    Semua itu baginya jadi catatan penting karena keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik yang kasat mata, tetapi lebih utama adalah pembangunan manusia seutuhnya.

    “Nah, hal ini dimulai dari keluarga. Ibu-ibu PKK adalah arsitek utama di balik ketahanan dan kebahagiaan keluarga Indonesia. Energi, ketulusan, dan keikhlasan Ibu-ibu dalam mengabdi adalah aset yang tidak ternilai harganya bagi Provinsi kita,” ujarnya.

    Ketua TPP PKK Provinsi NTT Midriyanti Astiningsih Laka Lena dalam sambutannya pada acara Rapat Koordinasi (RAKOR) TP PKK Tingkat provinsi NTT di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Jumat, 29 Agustus 2025.

    Bersinergi, Kolaborasi Perangi Aneka Masalah Keluarga 

    Sementara Ketua TPP PKK Provinsi NTT Midriyanti Astiningsih Laka Lena dalam sambutannya mengatakan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Nusa Tenggara Timur berkomitmen memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam memerangi aneka masalah keluarga terutama stunting serta kekerasan terhadap perempuan dan anak.

    Baginya, Rakor adalah forum tertinggi merumuskan dan menetapkan arah kebijakan PKK yang selaras dengan visi misi Gubernur dan wakil gubernur, Walikota, Bupati Se Provinsi NTT

    Asti Laka Lena saat itu menekankan fokus kepengeurusan kali adalah pada program-program prioritas yang memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, seperti pencegahan stunting, penanganan kemiskinan ekstrim serta pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang berdampak pada peningkatan kualitas keluarga, pembentukan karakter, dan ketahanan keluarga.

    Beberapa catatan yang penting juga katanya adalah Penguatan Kelembagaan PKK mulai dari tingkat provinsi hingga desa dan kelurahan. Hal ini meliputi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, administrasi dan tata kelola kelembagaan, serta sinergi dengan berbagai pihak terkait penguatan kapasitas kader dan pemberdayaan PKK yang lebih efektif lewat gerakan kolaboratif.

    Isu lain yakni Penguatan Inovasi dan Adaptasi. Hal ini penting karena TP PKK harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

    “Kita perlu memanfaatkan teknologi informasi untuk memperluas jangkauan program dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan program, ‘ katanya

    Dia juga menekankan pentignya Kolaborasi dan Sinergi Program Kerja.

    “Kita perlu memperkuat kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak terkait, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat. Kolaborasi yang kuat akan memperbesar dampak dari program-program PKK, ujaknya dihadapan Sekda NTT dan puluhan lembaga serta organisasi mitra yang menghadiri forum tersebut.

    Asti Laka Lena berharap Rakor tersebut  menjadi media evaluasi terhadap pelaksanaan Gerakan PKK sesuai Hasil Rakernas X PKK yang baru saja dilaksanakan pada tanggal 8 Agustus 2025 di Samarinda.

    Menyusun Strategi dan Program PKK kedepan

    Adapun dalam sambutannya, Ketua TP PKK NTT Asti Laka Lena mendorong seluruh Tim Penggerak PKK di semua jenjang baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota untuk;

    Pertama, Menyusun Strategi Gerakan PKK setiap tahunnya, sebagai langkah operasional dalam mencapai Visi dan Misi Gerakan PKK 2025–2029;

    Kedua, Mengintegrasikan program-program PKK ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah dan desa;

    Ketiga, melakukan sinergi dan kolaborasi multi pihak dengan pemangku kepentingan, seperti kementerian/lembaga, perangkat daerah, sektor swasta, lembaga donor, institusi pendidikan, media, lembaga kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat dan pihak lainnya dalam mendukung pelaksanaan program;

    Keempat, melakukan penataan, pembinaan dan pendayagunaan Kelompok PKK di tingkat Dusun/Lingkungan, RW dan RT melalui penetapan kepengurusan oleh Kepala Desa/Lurah, pemberian asistensi dan supervisi, serta penguatan kapasitas melalui pelatihan yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.

    Ada Materi Diskusi dan Kujungan Lapangan

    Ketua Pelaksana Rakor TP PKK Provinsi NTT Tahun 2025, Jefri Handre Aryandra,S.KM, MKM dalam laporanyna mengatakan tujuan kegiatan RAKOR adalah untuk mengevaluasi capaian program 10 Pokok PKK selama Semester I Tahun 2025.

    Tujuan lain yakni untuk menyusun rencana tindak lanjut dan strategi untuk periode berikutnya, meningkatkan pemahaman terhadap tugas, fungsi, dan program PKK, memperkuat jejaring dan koordinasi antar TP PKK dengan stakeholder terkait serta melakukan sinergi kegiatan antara TP PKK Provinsi dengan TP PKK Kabupaten/Kota.

    Dikatakan Jefri, peserta kegiatan ini berjumlah 300 orang yang terdiri dari Pengurus Tim Penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Timur : 46 orang, Ketua, Staf Ahli, Sekretaris, Ketua Bidang/Pokja 1 s/d 4 dari setiap Tim Penggerak PKK Kabupaten/Kota, total berjumlah : 154 orang, juga undangan dari mitra kerja TP PKK Provinsi NTT berjumlah 100 orang

    Adapun metode yang dilaksanakan dalam kegiatan ini adalah Penyajian Materi, Tanya jawab, Diskusi Kelompok, Seminar, dan Kunjungan lapangan ke beberapa lokasi, yakni Kantor TP PKK Provinsi NTT, NTT Mart, Dekranasda, dan Dapur Flobamorata. (tim/42na)

    Latest Posts

    spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

    Don't Miss

    Stay in touch

    To be updated with all the latest news, offers and special announcements.