Tuesday, January 13, 2026
spot_img
More

    Latest Posts

    Buka Gerai UMKM di Seba, Sabu Raijau Siap Dorong Produknya Masuk di NTT Mart

    Aneka UMKM khas Kabupaten Sabu Raijua NTT. Foto : dok.Fortuna/Antara

    KUPANG, fortuna.press – Wakil Bupati Sabu Raijua Thobias Ully mengatakan dirinya bersama Bupati Sabu Raijua Krisman Benhard Riwu Kore menaruh perhatian serius pada pengembangan UMKM sebagai garda terdepan dalam peningkatan ekonomi di daerah terselatan NKRI itu

    Mereka berkomitmen untuk mengurus UMKM Sabu Raijua tidak hanya di hilir tapi dari hulu dengan melakukan pemberdayaan pada produk-produk lokal yang selama ini dikerjakan secara parsial oleh masyarakat.

    Tujuanya membuat produk tersebut bernilai lebih, berkualitas dan layan dipasarkan lebih luas agar memberikan manfaat bagi masyarakat/pelaku UMKMnya

    “Jadi tidak hanya pasarnya yang penting tapi kita ingin damping dan perkuat dari hulunya sehingga produk yang dihasilkan benar-benar berkualitas, aman nyaman untuk dipasarkan di gallery UMKM Sabu Raijua baik yang ada di Seba, ibukota kabupaten Sabu Raijua maupun dipasarkan di NTT Mart untuk menggaet pasar yang lebih luas,” ujar Wabup Thobias kepada fortuna.press ketika mennghadiri acara peluncuran Gerai NTT Mart oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Lakalena di Jalan Palapa Kupang, Selasa 12 Agustus 2025.

    Hadir saat itu Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Lakalena menegaskan kehadiran NTT Mart adalah bukti harga diri dan derajat UMKM provinsi NTT. Semua Produk unggulan lokal dari kabupaten/kota di provinsi NTT harus bisa masuk dietalase yang layak, pantas dan dapat dijangkau semua pangsa pasar baik di level regional, nasional bahkan internasional.

    Menurut Thobias, NTT Mart yang merupakan salah satu entitas bisnis baru yang memberi ruang bagi promosi produk UMKM di seluruh pelosok Nusa Tenggara Timur termasuk dari Kabupaten Sabu Raijua.

    Bagi mereka adanya NTT Mart menjadi bukti nyata pemerintah hadir untuk rakyat dan para pelaku UMKM yang kini jadi garda terdepan dalam upaya pemberdayan dan peningkatan ekonomi masyarakat.

    “Ruang ini pak Gubernur dan wakil gubernur sudah buka, kami harus ikut di daerah. Kita juga siap isi etalase yang ada dengan produk-produk unggulan dari Sabu Raijua selain nanti membangun gerai usaha sejenis di daerah, “ kata Wakil Bupati Thobias Ully

    Saat itu Wabup Thobias juga tekesimah ketika mendapatkan produk khas sabu Raijua “Gula Sabu” yang terpamapang di etalase NTT Mart.

    Tak segal-segan dia langsung mengambil produk itu dan dengan bangga mempromosikan khasiat dan keunggulan Gula Sabu bagi kesehatan tubuh manusia kepada pengunjung yang memadati pusat berbelenjaan NTT Mart saat itu.

    Thobias juga memperkenalkan produk ungulan Sabu Raijua yang punya khasiat bagus untuk pengobatan dengan produk lokal “Teraihawu”. Kita punya Teraiwahu (jagung/sorgum) untuk kesehatan, apalagi Terai dari Raijua khusus dimasak dengan kacang itam, maka biar beras yang super juga tidak laku, katanya berpromosi.

    Gubernur NTT, Wakil Gunernur, Wakil Ketua Komisi IX dan Kadis Periandag NTT, pose bersama saat peluncuran NTT Mart, Selasa, 12 Agustus 2025. Foto : Fortuna

    NTT Mart Harga Diri dan Derajat UMKM NTT

    Gubernur NTT Mellki Lakalena saat itu mengatakan kehadiran NTT Mart adalah bukti harga diri dan derajat UMKM provinsi NTT. Semua Produk unggulan lokal dari kabupaten/kota di provinsi NTT harus bisa masuk dietalase yang layak, pantas dan dapat dijangkau semua pangsa pasar baik di level regional, nasional bahkan internasional.

    “Kita senang di NTT ada toko kios, Alfamart, Indomaret punya orang luar, ini baik juga, tapi rasanya kurang enak ya karena mesti ada yang rasa lokal NTT. NTT Mart ini jadi ruang kebanggan kita, kita tiru dan kita mulai buat untuk NTT yang lebih maju, produktif, sehat dan berkualitas,” ujar Melki

    Dengan NTT Mart ini jadi harga diri NTT, kita juga bisa tampil hebat dengan semua produk luar biasa yang kita punya.  Perintah katanya melalui spirit dan program One Village One Product (OVOP) dan One Communitty One Product maka NTT Mart ini jadi gerakan gayung bersambut.

    Hal ini tentu sangat idiologis, NTT punya segalanya, semuanya asli, enak dan unggul namun selama ini kita kalah dalam brand karena belum tersentuh optimal dari sisi pengolahan, packing dan terutama pasar yang tidak cukup memberi ruang untuk pemasaran.

    Pramusaji NTT Mart dengan aneka kain tenun khas NTT. Foto : Fortuna

    “Di Bali punya KRISNA sebagai sentral oleh-oleh khas Bali, Padang punya, Surabaya punya, Makassar punya bahkan NTB punya. Nah NTT Mart inilah inilah kita punya, ini komitmen kita untuk angkat derajat dan harga diri pelaku UMKM dan juga karya bakti masyrakat NTT kepentas yang lebih layak dan beradap,’”ujarnya emosional.

    Menurut Melki, dengan NTT Mart, pemerintah mau mendorong agar ekonomi NTT bergerak, terurus dari hulu ke hilir dan bernilai standar untuk dipasarkan dalam regional nasional dan luar negeri. (tim/42na)

    Latest Posts

    spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

    Don't Miss

    Stay in touch

    To be updated with all the latest news, offers and special announcements.