Tuesday, January 13, 2026
spot_img
More

    Latest Posts

    Membaca Pesan dari Flobamora Film Festival, Ada Empati, Keberanian, dan Kemanusiaan

    Gubernur NTT Melki Lakalena dan Ketua DPRD NTT Emi Nomleni mendengarkan dengan saksama penjelasan para seniman NTT disel-sela acara Flobamora Film Festival. Foto : humas

    KUPANG, fortuna.press – Komunitas Film Kupang  berkolaborasi dengan berbagai pihak menginisiasi pagelaran “Flobamora Film Festival”  pada 5-9 Agustus 2025 di Kupang yang mengambil tema ‘Kalunga’ sebagai simbol tumbuh dan berkembangnya perfilman di Nusa Tenggara Timur.

    Festival ini menghadirkan pemutaran film, diskusi serta berbagai program kolaboratif yang terbuka untuk semua kalangan.

    Flobamora Film Festival 2025 menayangkan 65 film yang berasal dari tingkat NTT maupun dari tingkat nasional hingga internasional.

    Event itu dihadiri Gubernur NTT Melki Lakalena dan Ketua DRPD Provinsi NTT, Emelia J. Nomleni, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Noldi Pelokila, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi NTT, para Pegiat Seni dan Film dari berbagai komunitas serta insan pers.

    Gubernur NTT Melki Lakalena saat itu mengatakan Film dan kisahnya, menghubungkan aneka sudut pandang masyarakat sekaligus jembatan cerita-cerita yang menginspirasi.

    “Film adalah cermin dari masyarakat kita, suara dari sudut pandang yang berbeda, dan jembatan yang menghubungkan kita dengan cerita-cerita yang menginspirasi.” katanya

    Melki mengatakan, saat ini film telah menjadi salah satu bentuk seni dan media yang populer untuk menginformasikan berbagai macam pesan dari berbagai sudut pandang. Dengan memadukan secara seimbang elemen visual, audio, dan naratif, film dapat berperan sebagai media yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan penting sehingga mampu mempengaruhi cara pandang penonton atau masyarakat terhadap dunia atau suatu persoalan.

    “Kalau politisi pidato model begini kan orang mudah lupa. Tapi kalau melalui film atau lagu, itu pesannya lebih masuk, dan tentu akan dihayati oleh para penontonnya,” ujarnya guyon

    Meski demikian, dia menilai film memiliki kekuatan luar biasa untuk merekam realitas, membangkitkan empati dan menginspirasi perubahan. Film tidak hanya menghibur. Setiap frame yang terukir, setiap dialog yang terucap, membawa kita pada sebuah perjalanan emosional, mengajarkan kita tentang empati, keberanian, dan kemanusiaan.

    Lingkungan alam, budaya dan sejarah NTT menurut Melki Laka Lena  sangat kaya sehingga telah menjadi latar berbagai macam film nasional yang berkualitas dan masuk dalam nominasi penghargaan perfilman nasional maupun internasional.

    “Film Rumah Merah Putih yang disutradarai oleh Arie Sihasale, juga film Women From Rote Island yang mampu menembus perhelatan bergengsi, itu kan latarnya NTT. Kita patut berbangga,” tambahnya.

    Gubernur NTT Melki Lakalena dan Ketua DPRD NTT Emi Nomleni mendengarkan dengan saksama penjelasan para seniman NTT disel-sela acara Flobamora Film Festival. Foto : humas

    Ria Rago Film Pertama Indonesia dari Ende

    Saat itu juga Melki Laka Lena bahkan menyinggung soal Film Ria Rago, Pahlawan Wanita Dari Lembah Ndona yang merupakan hasil karya Pastor SVD dengan ciri etnografi dan diproduksi tahun 1923 dalam bahasa Belanda yang masuk dalam jajaran film pertama dan tertua di Indonesia.

    “Jadi kita di NTT ini bukan hanya Pancasila saja yang dilahirkan di NTT, tapi film pertama di Indonesia itu dibuat di Ende, yang walaupun sekarang masih dalam perdebatan,” ujar Melki.

    Beberapa film lainnya dengan latar NTT yang dibintangi artis-artis ternama tanah air serta punya rating tinggi seperti Pendekar Tongkat Emas, Susah Sinyal, Labuhan Hati, Tiga Dara, Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak dan masih banyak lainnya.

    Sejalan dengan Dasa Cita kedua Pemerintah Provinsi NTT yakni Millennial dan Perempuan Motor Kreativitas Lokal, Melki akan terus mendorong dan menfasilitasi pengembangan kreativitas anak muda melalui berbagai pelatihan, bantuan modal usaha, youth campaign, dan inkubator bisnis.

    Gubernur mengapresiasi Komunitas Film Kupang  beserta seluruh pihak yang telah menginisiasi kegiatan ini.

    “Saya minta kepada para sineas muda NTT  untuk terus belajar, tingkatkan kualitas kalian dan berkarya, teruslah bermimpi, juga teruslah berkontribusi untuk kemajuan perfilman NTT maupun nasional,” ucapnya. (tim/rilis 42na)

    Latest Posts

    spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

    Don't Miss

    Stay in touch

    To be updated with all the latest news, offers and special announcements.