Fortuna

Yusuf Soru : TTS Cukup Butuh Satu Event Wisata Tapi Berskala Nasional

“Mau promosi wisata jangan tanggung-tanggung. Buatlah cukup satu event tapi berskala nasional. Event itu digelar terintegrasi dalam rentang waktu seminggu dan melibatkan para pihak”

Suasana Pantai Oetune di Kabupaten TTS. Foto : Majalah Fortuna

Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dianugerahi pesona dan daya tarik wisata yang mumpuni.  Potensi tersebut tentu menjadi modal bagi pemerintah daerah dan kalangan pelaku usaha untuk dioptimalkan dan dipromosikan secara masif demi kesejatheraan masyarakat.

Tak segan-segan, Wakil Ketua DPRD TTS, Yusuf Soru,SE, AMd.Par mendorong agar Pemkab TTS menggelar sebuah event akbar sejenis Sport Tourism (Wisata  Olaraga) berkelas nasional di SoE, Ibukota Kabupaten Timor Tengah Selatan.

 “Mau promosi wisata jangan tanggung-tanggung. Buatlah cukup satu event tapi berskala nasional. Event itu digelar terintegrasi dalam rentang waktu seminggu dan melibatkan para pihak,” ujar Yusuf kepada www.fortuna.press, diruang kerjanya belum lama ini.

Ia bahkan mengusulkan dibuat event wisata olahraga “Lomba Lari Pecahkan Rekor Eduard Nabunome dipadukan dengan Lomba Lari Boti 10 K yang selama ini sudah digelar namun kelasnya lokal dan sederhana jadi belum mendatangkan lebih banyak wisatawan ke TTS.

Adapun paduan kegiatan itu katanya bertujuan mendatangkan orang dalam jumlah banyak, mempromosikan pariwisata daerah secara terintegrasi ke level nasional dan mendapat segmen promosi yang massif dari media partner

Tujuan lain dari Tourism Sport itu juga sekaligus mencari bibit baru atlet dari Kabupaten TTS yang memang adalah salah satu gudang atlet atletik Indonesia

Untuk menyukseskan itu maka Ia meminta pemerintah menggandeng mitra swasata, media, para pegiat medsos dan youtuber-youtuber dari luar untuk menggenjot promosi daerah.

“Jadi digelarnya teritegrasi dalam satu momentum. Ada lomba lari nasional, tradisional, gelar kuliner local, festival seni budaya, festival tenun ikat, city tour dan adventure tour ke Fatumnasi, Fatunausus, Fatukopopra, Boti dan lain sebagainya. Kita bikin semacam “Sepekan Expo TTS”, “ ujarnya

Strategi pagelaran event nasional itu juga katanya selaras dengan kiat penanggulangan covid terutama dalam upaya memperkuat imun tubuh melalui olaraga menciptaka kebugaran tubuh asal selalu memperhatikan protocol kesehatan

Dengan digelarnya event nasional maka banyak orang dari luar biasa mengenal TTS dan berdampak pada promosi daerah melalui peserta lomba dan juga media promosi

Hanya dengan pola itu maka target kunjungan wisatawan dapat dicapai dan promosi daerah bisa terekspose.

Soal scenario kegiatan, Ia meminta pemerintah dapat mengkolaborasikan dengan kepentingan lokal skaligus mengakomodasi event promosi untuk sekian OPD didalamnya.

Mari kita belajar dari Expo ALor, yang sudah rutin digelar selama bertahun-tahun, jadi agenda tetap dan strategis dalam mendorong transkasi ekononmi antara pengusaha, warga local dan  para pihak, ajaknya

Sementara tujuan khusus dari kegiatan itu adalah mengenang sosok pelari nasional asal TTS Eduard Nabunome yang pernah mencatat 5 rekor nasional tak terpecahkan selain mendorong bibit-bibit baru pelari asal TTS untuk terus berprestasi ditingkat nasional

Akses jalan ke spot wisata Fatumnasi. Foto : Fortuna

Promosi dan SDM Pariwisata

Disisi lain Yusuf Soru juga mengkritisi lambanya percepatan pembangunan pariwista di TTS dan pulau Timor pada umumnya ketimbang di pulau Flores dan Sumba

Meski memiliki keunggulan komparatif soal daya tarik destinasi, atraksi dan potensi seni budaya daerah, pembangunan pariwisata TTS masih terkendal pada promosi dan kesiapan SDM

“Potensi kita unggul, anggaran bias saja mendukung untuk penataan destinasi wisata tapi kita masih lemah soal strategi promosi dan kesiapan SDM di lapangan,’ ujar politisi PDI Perjuangan ini

Baginya, anggaran pemasaran pariwisata masih minim, dikelola secara sederhana dan belum kreatif.  Banyak juga SDM yang mengerti pariwisata justru ditempatkan di kecamatan-kecamatan padahal mereka adalah sarjana pariwisata.

“Promosi itu mahal dan harus menggunakan pendekatan yang kreatif  melibatkan para pihak. Soal penempatan pejabat dan staf yang urus pariwisata, kita inginkan The right man on the rigth place. Pak  Kadis perlu dibantu beberapa staf sarjana pariwisata yang saat ini mungkin masih bertugas di kecamatan atau dinas lain,” ujar Yusuf yang adalah Alumni Sekolah Tinggi Pariwisata Kupang ini.

Yusuf meminta pemerintah menggandeng mitra swasata, media, para pegiat medsos dan youtuber-youtuber dari luar untuk menggenjot promosi pariwisata TTS.

Pria yang saat ini lagi membangun spot agrowisata bersama warga petani di Bena itu berharap kondisi Corona segera pulih dalam beberapa waktu kedepan sehingga aktivitas ekonomi dan pariwisata segera tumbuh kembali. (Tim/42na)

%d blogger menyukai ini: