Fortuna

Warga Minta Anggota DPRD NTT Eman Kolfidus Serius Awasi Proyek Jalan Waipare-Bola

“Selain awasi pengerjaan proyek jalan agar sesuai bestek, kita di Bola juga minta Pak Dewan komunikasikan dengan manajemen Bank NTT atau Bank BRI untuk bangun 1 unit ATM di Bola,”

Anggota DPRD NTT, Emanuel Kolfidus bercengrama dengan warga Dusun Ian, Desa Bola, Kabupaten Sikka, Sabtu, (27/3). Foto : Ist/ Fortuna

Warga Dusun Ian, Desa Bola, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, minta anggota DPRD NTT, Emanuel Kolfidus (EK) untuk memperkuat fungsi pengawasan dengan mengawasi secara baik proyek pengerjaan jalan provinsi NTT lintasan Waipare-Bola.

Hal ini disampaikan warga saat berjumpa dengan Eman, ketika melakukan reses di Dusun Ian Desa Bola, Kecamatan Bola Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sabtu, (27/3).

Dalam dialog selama 2 jam itu, salah seorang warga bernama Yohannes Vianey meminta agar EK mengawasi pekerjaan jalan Waipare – Bola agar dikerjakan dengan baik, sesuai aspek teknis dan memenuhi harapan warga

“Kami minta Bapak Eman awasi pekerjaan jalan supaya hasilnya bagus. Jangan sampai kerja hari ini, bulan depan sudah mulai rusak,” tegas Yohanes, mewakili warga yang hadir.

Ia juga meminta agar perencanaan dan pelaksanaan proyek jalan itu harus dibarengi dengan pembangunan saluran pembuangan air di bagian kiri atau kanan jalan.

“Kami juga minta supaya proyek jalan itu sekaligus dengan saluran air (got), karena percuma hanya kerja jalan, tanpa saluran, nanti kalau hujan banjir, air mengalir di badan jalan dan berpotensi merusak jalan,” katanya

Kepada anggota Komisi V DPRD NTT ini, Yohanes mensinyalir pembangunan jalan tanpa ada saluran pembuangan, pasti tidak lama jalan rusak lagi.

Mendengar itu, Eman Kolfidus menyanggupi untuk melakukan pengawasan dengan baik karena pengawasan adalah satu fungsi utama anggota DPRD.

“Pasti saya awasi karena itu salah satu kerja kami, selain anggaran dan buat Perda, tandas Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan ini

Ketua Bapemperda DPRD NTT ini bersedia berkoordinasi dengan Dinas PU Provinsi NTT, kontraktor pelaksana dan kontraktor pengawas untuk memperhatikan kualitas proyek, apakah jalan ataupun proyek lainnya.

Kita harus belajar seperti di daerah lain atau di negara lain, kalau kerja jalan bertahan puluhan tahun. Ini kebiasaan baru yang harus mulai dipraktekkan,ujarnya.

Selain soal pembangunan infrastruktur jalan, warga juga minta adanya pelatihan oleh pemerintah untuk masyarakat dalam berusaha.

“Pemerintah sudah baik, kasih banyak bantuan sosial (bansos-red), tapi supaya kami mandiri, tolong buat pelatihan-pelatihan untuk ekonomi kreatif. Di Dusun Ian Desa Bola, terdapat tujuh kelompok masyarakat, antara lain kompok tani dan kelompok tenun ikat,” kata Susana,warga lainnya.

Mendengar semua aspirasi, Eman Kolfidus menyatakan bahwa dia tidak berjanji tapi dia sudah mendengar dengan baik, dan akan menjadi dasar dalam perjuangan di DPRD NTT.

Sementara, Yosep salah seorang warga lainnya mengharapkan Emanuel Kolfidus membangun komunikasi dengan pihak perbankan supaya di Kecamatan Bola ada ATM

“Perputaran uang di kecamatan Bola sangat tinggi, kami mau ambil uang harus turun ke geliting dan harus rugi uang ojek, kita minta Bank NTT atau Bank BRI bangun juga 1 unit ATM di Bola, urai Yosep

EK pada kesempatan itu menyampaikan bahwa akan membangun kemitraan dengan pihak Perbankan, kiranya usulan tersebut dapat terwujud.

Hadir pada Reses kali ini Kepala Desa Bola Klemensia, Pengurus BPD Desa Bola, dan kurang lebih 50 orang warga (tim/42na)

%d blogger menyukai ini: