Fortuna

Wagub NTT Minta Pempus Tambah Alat Tes PCR di Sumba, Flores dan Alor

“Dia mengungkapkan bahwa saat ini NTT masih kekurangan alat tes PCR untuk pulau Sumba dan Flores, juga Alor”

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi didampoing Sekda Ben Polomaing dalam Virtual Meeting, Selasa, (2/1), Ruang Rapat Gubernur NTT. Foto : Humas

Penyebaran covid-19 di Propinsi NTT saat ini sangat tinggi. Jumlah angka kasus positif covid 19 terus meningkat dari hari ke hari bahkan sudah tembus angka 5000 kasus.

Fakta ini tentu masuk dalam kondisi darurat oleh karenanya maka penanganannya juga harus dengan tindakan extraordinary dengan dukungan sumber daya obat-obatan dan peralatan medis yang memadai terutama alat tes PCR

“Alat tes PCR saat ini sangat dibutuhkan juga tidak hanya diKupang tetapi juga di pulau Sumba, Flores dan Alor. Kita minta pemerintah pusat melalu Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes untuk membantu ini,” papar Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef Nae Soi, MM dalam Virtual Meeting dengan Kemenkes RI di Ruang Rapat Gubernur, sebagaimana dirilis Biro Humas Setda Prov NTT, Selasa, (2/1).

Dalam virtual meeting yang dihadiri Direktur Jenderal Pelayanan Kementerian Kesehatan RI Prof. dr. Abdul Kadir, Ph.D. Sp.THT-KL(K) M.A.R.S. Ext, itu, Wagub meminta perlatan tersebut dikirim segera.

Baginya, covid-19 di NTT saat ini sifatnya extraordinary dan harus ada penanganan yang cepat dari pemerintah provinsi dan juga dukungan Pemerintah Pusat.

Dia mengungkapkan bahwa saat ini NTT masih kekurangan alat tes PCR untuk di pulau Sumba dan Flores, juga Alor.

Kami minta agar bisa dikirim segera alatnya. Alat rapid tesnya sudah ada di sana namun belum ada alat untuk tes PCRnya,” katanya.

 Pemerintah Provinsi NTT juga ujarnya terus berupaya untuk menekan angka kasus positif covid 19 yang terus meningkat dan kita minta pemerintah pusat melalui Dirjen Pelayanan Kesehatan untuk memberikan dukungan tambahan peralatan kesehatan, obat-obatan anti virus dan  vitamin untuk didistribusi ke seluruh kabupaten di NTT

Forum itu juga langsung menyepakati beberapa dukungan sarana peralatan medis dan juga obat-obatan dari Kementerian Kesehatan RI dalam penanganan Covid 19 di Provinsi NTT.

Untuk diketahui permintaan kebutuhan sarana peralatan diantaranya PCR mobile, mesin PCR, coverall, masker N95, masker bedah, faceshield, googles, handscoon non steril, handscoon steril, rapid antigen, catridge TCM. Juga kebutuhan obat-obatan diantaranya Oceltamivir 75 mg, Favipiravir 200 mg, Remdesivir 100 mg, dan Vitamin C 500 mg.

Sementara itu Dirjen Kemenkes Prof. dr. Abdul Kadir, Ph.D. Sp.THT-KL(K) M.A.R.S. Ext menanggapi dengan baik permintaan Wakil Gubernur NTT untuk segera direalisasikan dalam minggu ini.

Profesor Kadir juga meminta agar Pemprop NTT terdahulu bisa menyurati pihaknya sesuai dengan data dan kebutuhan dengan tembusan ke Menteri Kesehatan agar bisa disetujui langsung.

“Kami akan kirim ke Kupang dan juga nantinya bisa dilanjutkan ke Rumah Sakit di kabupaten-kabupaten sekitarnya. Kita tahu juga memang kondisi geografis dengan kepulauan dan cuaca saat ini yang menyulitkan tetapi semuanya harus dilakukan dengan cepat dan sigap,” tambahnya.

Prof. Kadir juga meminta agar pelayanan teknis dalam penanganan covid 19 hendaknya tidak terlalu membebankan pihak rumah sakit dimana pasien yang dengan gejala saja yang dirawat di rumah sakit.

“Kita jangan terlalu membebani rumah sakit karena terbatas pada ruangan dan tenaga kesehatan. Saya himbau agar pasien covid 19 dengan gejala saja ataupun yang keadaan kritis yang dirawat di rumah sakit, sementara itu yang tanpa gejala bisa isolasi mandiri di rumah. Namun tetap dirawat dengan baik dengan pemberian asupan makanan dan juga obat-obatan,” ujarnya. (rilis/humas)

%d blogger menyukai ini: