Fortuna

Upss,,,Ada Ekowisata Keren di Kawasan Gua Maria Eban

“Meski dibalut bebatuan raksasa, Gua Maria Eban terlihat eksotis, ada pohon pelindung dan telah dipagari permanen oleh Satgas Pamtas Yonif 132 Bima Sakti. Didalam gua dibangunakan armida-armida untuk ziarah umat”

Kawasan Gua Maria Ratu Rosari Paroki Eban. Foto : Majalah Fortuna

Satu lagi magnet wisata yang wajib anda kunjungi ketika berada di Kabupaten Timor  Tengah Utara, Nusa Tenggara  Timur yakni berjanjangsana ke Gua Maria Ratu Rosari Paroki Eban di Kecamatan Miomafo Barat.

Gua yang didesain dalam balutan bebatuan raksasa itu menyajikan suasana wisata yang berbeda; khusuk bagi peziarah tapi juga unik dan memantik sukma untuk menikmati pesona ekowisatanya

Tempat itu sangat alami, indah dan pastinya mengundang decak kagum wisatawan dan pengunjung lintas keyakinan. Gua Maria Ratu Rosasi Eban sangat direkomendasikan bagi para petualang yang ingin menaklukan pulau Timor dan pesonanya.

Berada dipuncak pulau Timor dengan hawa yang dingin serta kabut yang meyelimuti menjadikan gua ini sebagai salah satu spot wisata baru yang keren dan instagramable selain sebagai destinasi wisata rohani bagi umat Katolik

Gua ini  berada di pusat ibukota Kecamatan Miomafo Barat di Eban, atau persisi berhadapan dengan Markas Satgas Pemtas TNI

Tempat ini bisa anda jumpai seteleh menempuh perjalanan kurang lebih 30 kilometer dari Kota Kefamenanu, ke arah Selatan menuju Eban dengan lama tempuh sekitar 1 jam perjalanan menggunakan semua jenis kendaraan

Pemadangan menarik destinasi ini mulai nampak ketik ada memasuki kawasan sekitar gua. Rombongan Fun Trip Majalah Fortuna pekan lalupun berjangsana ke Gua ini dan menikmati pesonanya di kala senja

Sebelum mendapatkan kunci masuk kompleks Gua Maria yang dititipkan pada Pasukan Pamtas TNI Yonif 132 Bima Sakti di Eban, kami mencoba menelusuri beberapa lekuk bebatuan raksasa itu dari luar. Persis disebelah Barat ada sebuah mata air yang keluar dari dalam lubang batu. Airnya segar, bersih dan jadi sumber kehidupan bagi warga sekitar

Kawasan mata air itu telah didandani dengan jembatan kayu diatas rawa-rawa, ada tulisan-tulisan romatis dari balik batu; unik, alami dan jadi spot foto paling keren bagi pengunjung. Tak jauh dari jembatan kayu itu dibangun sebuah bak penampung dekat dengan sumber mata air, ada MCK dan sebuah lopo kecil untuk sekedar berteduh. Indah nian

Taman Rekreasi Garuda, sisi ekowosata melengkapi kunjungan Anda di kawasan ini. Foto : Majalah Fortuna

Yohanes Adio Balan salah seorang tokoh muda Eban mengisahkan gua itu sudah dibangun sekitar tahun 1970 dan dirintis oleh misionaris-misionaris asing bernama Pater Theodorus Lafrisen, orang Belanda dan beberapa pastor dari Jerman, bersamaan dengan pembangunan Gereja Paroki Eban

“Sudah ada sejak lama dan dibangun oleh Misionaries bertepatan dengan hadirnya Paroki Eban. Desain arsitektur gerejanya unik seperti yang dilihat sekarang. Semuanya adalah  warisan dari Pastor-pastor misionaris itu,” ujar Adio Balan kepada www.fortuna.press disela-sela mengunjungi gua itu, Selasa, (10/11)

Ia mengakui meski menjadi sebuah tempat berdoa, karena kurun waktu lama pula maka Gua Maria Eban dibiarkan seadanya bahkan boleh dibilang kurang terawat.

Kemudian datang Satgas Penanganan Perbatasan (Satgas Pamtas) dari TNI Yonif 132/Bima Sakti. Dalam beberapa tahun terakhir mereka kemudian terpanggil untuk menata kembali gua itu dan hasilnya luar biasa bagus.

Adapun Gua Maria tersebut direnovasi, diresmikan dan diserahterimahkan oleh Dansatagas Yonif 132/Bima Sakti, Letnan Kolonen Inf. Wisyudha Utama kepada Vikjen Keuskupan Atambua, P.Vinsen Wun,SVD pada tanggal 22 Januari 2020 untuk dipergunakan oleh gereja dan masyarakat.

Tempat tersebut kini tidak saja nyaman  bagi peziarah tetapi juga jadi sebuah destinasi wisata pilihan pengunjung.

Meski dibalut bebatuan raksasa, Gua Eban terlihat eksotis, ada pohon pelindung dan telah dipagari permanen oleh petugas Pamtas TNI. Didalam gua dibangunakan armida-armida untuk ziarah umat. Nampak patung Bunda Maria ditahtakan nyaman dan indah didalam gua dihiasi lampu-lampu.  

Tak jauh dari tahkta Bunda Maria ada sebuah meja Altar untuk para imam mempersembahkan Misa Kudus dengan latar patung Yesus dibelakangnya

Kawasan Gua Eban makin asri dan terawat bahkan sangat indah pada malam hari karena dilengkapi dengan sebuah salib besi berukuran tinggi yang ditancap dipuncak bebatuan. Salib dan kawasan itupun dibaluti lampu hias sehingga menambah semarak dan nyaman bagi siapa saja yang ingin berkunjung dan berdoa didalamnya.

Adio mengakui, penataan gua yang indah itu adalah sisi positif yang nampak dari pola pendekatan Satgas TNI. Mereka begitu luar biasa dekat dengan gereja, masyarakat, umat Katolik di Eban maupun pemerintahan

TNI menginisiasi semua kegiatan-kegiatan pembangunan dan penataan wilayah di Kecamatan Miomafo Barat kususnya Eban dan beberapa desa sekitarnya.

Tidak heran berkat kehadiran TNI melalui Satgas Pamtas Eban maka beberapa tempat yang dulunya dipandang kini menjadi destinasi wisata unggulan, indah dan menakjubkan

Pintu Masuk Kawasan Gua Maria. Foto : Majalah Fortuna

Adio Balan mengisahkan salah satu karya emas dan persembahan Satgas Pamtas adalah Jembatan Bima Sakti untuk membuka akses masyarakat perbatasan Desa Noepesu di Kabupaten Timor TU dan Desa Bonleu Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Karena sekian tahun sejak Indonesia Merdeka akses perbatasan dua kabupaten itu terputus karena kali Noepesu belum memiliki jembatan permanen. Baru kali ini melalui pembuatan Jembata Bima Sakti, membuka akses warga sehingga dapat membantu kedua kelompok masyarakat perbatasan ini,’ katanya.

Bagi anda petualang dan penikmat wisata, jangan lupa berkunjunglah ke kabupaten TTU, berkunjunglah ke Gua Maria Eban dan nikmati pesona ekowisatanya. (Tim/42na)

TransNusa, Meskapai Perintis Isolasi Pariwisata Indonesia

Welcome Speech

Atraksi Pasola di Pulau Sumba

Ume Kbubu, Rumah Warga Timor Tengah Selatan, NTT

Gereja Ikonik di Kefamenanu Timor

%d blogger menyukai ini: