Fortuna

Turis Masuk Indonesia Terus Meningkat

Maskapai penerbangan saat ini telah melakukan revitalisasi, sekarang ada sekitar 350 pesawat yang beroperasi dari 550. Ini yang tentunya perlu kita sikapi karena banyak yang masih mengalami maintenance,” terang Menparekraf.

Seorang Wisatawan asing sedang memperhatikan ragam produk Ekraf Indonesia yng terpajang disebuah pasar tradisional warga. Foto : Ist

JAKARTA, fortuna.press – Angka Kunjungan wisatawan (turis) mancanegara (wisman) pada bulan April 2022 terpantau meningkat tajam jika dibandingkan dengan kunjungan di bulan yang sama pada tahun 2o21.

Jika dibandingkan bulan sebelumnya atau month on month, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada April 2022 meningkat 172 persen.

Mereka didominasi oleh turis dari lima negara yaitu Australia sebanyak 14 persen, Singapura 11, 4 persen, Malaysia 7,8 persen, India 6,1 persen dan Inggris 5,5 persen,” papar Menparekraf  Sandiaga Uno dalam Weekly Press Briefing, digelar secara hybrid, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat (13/6).

Melihat angka-angka tersebut, Menparekraf Sandiaga Uno optimistis data kunjungan wisatawan pada Mei 2022 dan bulan selanjutnya akan meningkat secara signifikan.

Ia pun memprediksi puncak peningkatan wisatawan ini akan jatuh di bulan Juli dan Agustus 2022.

Sandiaga menyebut, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada April 2022 melalui pintu masuk utama mencapai 11 ribu lebih, naik lima kali lipat atau 499 persen jika dibandingkan dengan April 2021.

“Mudah-mudahan jika situasi pandemi terkendali dan jumlah penerbangan ke Indonesia, terutama Bali bisa terus ditingkatkan. Menggeliatnya pariwisata belakangan ini memberikan suatu optimisme bahwa target tahun ini insyaallah akan tercapai,” ujarnya

Dipaparkan pergerakan wisatawan nusantara 550 juta, kemarin saat mudik lebaran sebagian sudah tercapai, kunjungan wisatawan mancanegara 1,8 sampai 3,6 juta wisatawan mancanegara dan realisasi investasi pariwisata tahun ini sebesar 2,5 miliar dolar AS,” tambah Menparekraf.

Kemenparekraf/Baparekraf akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, baik Kementerian BUMN, Kementerian Perhubungan, maskapai penerbangan internasional maupun nasional untuk membuka dan menambah frekuensi penerbangan ke Indonesia, terutama Bali.

Meskipun ia menyadari tentu banyak sekali tantangan atau kendala yang dihadapi untuk membuka rute baru dan menambah jadwal penerbangan.

Misalnya terbatasnya jumlah pesawat, walaupun permintaan meningkat, namun jumlah pesawat masih sangat terbatas, hal ini dikarenakan pandemi COVID-19 yang membuat pesawat-pesawat tersebut dirumahkan, bahkan SDMnya pun juga turut dirumahkan.

“Dan maskapai penerbangan saat ini juga telah melakukan revitalisasi, sekarang ada sekitar 350 pesawat yang beroperasi dari 550. Ini yang tentunya perlu kita sikapi karena banyak yang masih mengalami maintenance,” terang Menparekraf.

Selain itu, tidak semua negara menerapkan kebijakan pembukaan border misalnya China yang masih belum membuka perbatasannya. Wisatawan mancanegara asal Tiongkok sendiri sangat potensial dan sangat signifikan untuk Indonesia. 

“Kami ingin juga partisipasi dari pelaku parekraf bukan hanya pemerintah yang melakukan promosi, tapi juga travel agent maupun pelaku ekonomi kreatif ikut pada fair-fair besar dunia, meningkatkan kerja sama melalui skema joint promotion dengan travel agent dan tour operator maupun seller originasi atau di pasar tempat asal wisatawan, program-program seperti famtrip, penyelenggaraan webinar, market update terus kami kolaborasikan bersama dengan perwakilan Indonesia di luar negeri KBRI dan KJRI,” ungkap Sandiaga. (abi/42na).

%d blogger menyukai ini: