Fortuna

STUBA ke TTS, Komisi III DPRD Kabupaten Kupang Hearing Soal RIPARDA

“RIPARDA adalah “buku suci” yang wajib dimiliki oleh semua daerah dalam kerangka penataan dan pengembangan pariwisata daerah termasuk di Kabupaten Kupang,”

Komisi III DPRD Kabupaten Kupang yang membidangi pariwisata melakukan Studi Banding (Stuba) ke Dinas Pariwisata kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) pada Selasa, (13/10). Kehadiran para wakil rakyat itu untuk berbagi informasi (hearing) terkait pengembangan kepariwisataan daerah termasuk Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (RIPARDA).

Kunjungan tersebut dipimpin Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kupang, Dessy Ballo-Foeh didampingi Wakil Ketua Samuel Koroh, Sekretaris Komisi Hans Subu Taopan dan anggota Habel Mbate, Domi Atimeta, Mesakh Mbura, Tome da Costa, Ferdinand Teuf serta Yakobertus Seran.

Mereka diterima Kepala Bidang Promosi Pengembangan Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten TTS, Voldelina Cicilia Taneo,SS dan Kepala Seksi Promosi Dalam dan Luar Negeri, Menuel M.S.Banfatin,SH di ruang rapat Dinas Pariwisata TTS. Kepala Dinas Pariwisata TTS, Tian Yosis Tallo,SE saat itu berhalangan hadir karena lagi mendampingi kunjungan kerja Bupati TTS, Eugusem Tahun ke kecamatan dan Desa.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kupang Dessy Ballo Foeh dalam forum tersebut mengatakan sebagai kabupaten yang berbatasan langsung, Kabupaten Kupang dan TTS memiliki potensi  pariwisata yang mirip dan nyaris sama dalam pengembangannya meski dalam fakta banyak wisatawan lebih tertarik untuk datang ke SoE ketimbang ke kabupaten Kupang.

Pertemuan Ketua dan Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kupang dengan Dinas Pariwisata Kabupaten TTS, di Ruang Rapat Dinas Pariwisata TTS, Selasa, (13/10). Foto : Fortuna

Dessy memaparkan maksud kehadiran Komisi III ke TTS adalah juga ingin mendapatkan informasi dan berbagi pengalaman terkait mekanisme pengurusan Riparda yang mana TTS merupakan salah satu kabupaten di Provinsi NTT yang telah menuntaskan dokumen tersebut sejak 2018.

Adapun RIPARDA adalah sebuah “buku suci” yang wajib dimiliki oleh semua daerah dalam kerangka penataan dan pengembangan pariwisata daerah termasuk di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur

Dikatakan, dengan adanya RIPARDA maka program pembangunan dan pengembangan kepariwisataan daerah memiliki landasan pijak yang kuat, terarah dan terintegrasi dalam mensejatherakan rakyat.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan itu juga mengungkapkan salah satu kandala yang hadapi Pemkab Kupang adalah belum dikelolanya sektor pariwisata secara terencana, fokus dan terintegrasi lantaran belum ada dokumen pendukung sebagaimana RIPARDA yang saat ini telah dimiliki Kabupaten TTS.

Untuk itulah pihaknya akan terus berkoordinasi dan bersinergi dengan Pemkab agar proses pengurusan Riparda yang telah berjalan dipacu lebih cepat sehingga dalam waktu dekat dokumen tersebut sudah bisa kelar.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi III, Samuel Koroh menyampaikan bahwa satu point penting dari pertemuan tersebut adalah soal pembuatan Riparda sebagaimana telah dilakukan Pemkab dan DPRD TTS yang strategis dalam kerangka pengembangan industri kepariwisataan didaerah

“Kabupaten Kupang punya banyak sekali potensi dan destinasi wisata. dengan anggaran yang terbatas maka DPRD dan pemerintah tentu sulit memilih dan memilah destinasi mana yang harusnya dahulu ditata dan dikembangkan. Nah dengan Riparda ini maka ada panduan bagi kita untuk melihat rencana dan prospek pengembangan pariwisata kedepan secara holistik, fokus dan terintegrasi,”ujar samuel

Dikatakan  Samuel, setelah melakukan Stuba ke Kabupaten TTS ,DPRD secara kelembagaan mendorong pemerintah melalui dinas terkait untuk secepatnya menuntaskan Riparda yang saat ini dalam proses penyusunan

DPRD sesuai kewenangannya akan memberikan masukan bagi Dinas Pariwisata untuk melakukan kajian terhadap spot-spot pariwisata yang ada di Kabupaten Kupang.

Diakui, Kabupaten Kupang memiliki obyek wisata cukup banyak tapi tidak bisa di kelola secara baik, lantaran kondisi keuangan APBD yang tidak bisa mencover semua obyek wisata yang ada dan butuh sentuhan pusat kalau memang memiliki dokumen tersebut.

“Setelah kita memiliki Riparda maka kita bisa mengakses ke pemerintah pusat untuk guna mendapatkan bantuan dana untuk menggenjot pariwisata di Kabupaten Kupang. Dampaknya adalah adanya peningkatan PAD dari sektor pariwisata,” ujar politisi PKPI ini

Sementara anggota Komisi Tome da Costa mengatakan selain alam dan bahari, salah satu keunggulan daerah yang wajib digenjot adalah potensi seni budaya daerah

Kami juga beberapa kali juga studi banding ke Bali, kekuatan mereka ada dibudaya. TTS dan Kabupaten Kupang juga sama, hanya beberapa potensi yang paling mahal tapi belum di manfaatkan yakni budaya dan adat isitadat. Kita minta ini benar-benar dikembangkan. Bali kuat karena tradisi budanya yang unggul dan lestari,” ujar da Costa

Pantai Oetune, salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten TTS. Foto : Fortuna

Promosi Wisata TTS

Pada kesempatan itu Kabid Pengembangan Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten TTS, Voldelina Cicilia Taneo,SS mengatakan untuk melahirkan produk Riparda butuh proses yang panjang dan memerlukan tim kerja yang solid untuk pengurusannya. Dokumen tersebut baru bisa disahkan pada tahun 2018 dan kini sudah mulai dijabarkan pada setiap program kerja dan rencana aksi Dispar TTS meski tahun ini masih terkadala covid-19

Adapun Tim pengurusan Riparda tersebut dalam satunya adalah Kasie Promosi Dispar TTS, Manuel Banfatin yang saat itu diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman kepada rombongan Komisi III terkait mekanisme, kandala dan tantangan yang dihadapi hingga kelarnya pengesahan Riparda itu menjadi Perda.

Kepada Ketua dan Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kupang, Fessy (sapaan Voldelina Cicilia Taneo,SS) juga memaparkan sejumlah potensi pariwisata TTS baik alam budaya bahari dan minat khusus yang saat ini sedang dikembangkan dan menjadi viral di berbagai media karena pesonanya.

Ia juga tak sega-segan untuk mengajak agar pimpinan dan Anggota Komisi III yang hadir berkenan mengunjungi beberapa destinasi wisata unggulan yang ada di TTS yakni Fatumnasi, Fatuulan, Fatunausus, taman wisata Buat, dan Pantai Oetune.

Untuk diketahui, saat ini Pemerintah Kabupaten Kupang dibawah pimpinan Bupati Korinus Masneno dan Wabub Jerry Manafe menaruh perhatian penuh pada pengembangan pariwisata

Ada 5 fokus pengembangan pariwisata dalam 5 tahun kedepan yakni tahun pertama disitu pantai Teres, kedua pantai Liman, tahun ketiga Wisata Observatorium, tahun ke- 4 penataan pelataran Bendungan Raknanmo dan kawasan poros tengah dan tahun kelima yakni pembangunan Patung Kristus Yesus di Gunung Fatule, Amarasi Selatan

Kadis Pariwisata Kabupaten Kupang, Piter Sabaneno dikonfirmasi terkait progres pengurusan dokumen belum berhasil dikonfirmasi. Pesan WA yang dialamatkan ke telepon selulernya belum dibaca. (tim/42na)

TransNusa, Meskapai Perintis Isolasi Pariwisata Indonesia

Welcome Speech

Atraksi Pasola di Pulau Sumba

Ume Kbubu, Rumah Warga Timor Tengah Selatan, NTT

Gereja Ikonik di Kefamenanu Timor

%d blogger menyukai ini: