Fortuna

STM Katolik St.Yoseph Nenuk, Gelar Ujian Sekolah Bagi Siswa Kelas XII Untuk 5 Jurusan

“Saya optimis dengan hasil Ujian Sekolah yang akan diraih oleh para siswa/i nanti, karena selama ini mereka sudah dibekali dengan teori maupun  praktek”

Kepala Sekolah STM St.Yoseph Nenuk, Pater Petrus Dile Bataona, SVD, S.Fil; M.Sc

Terhitung mulai hari ini Senin hingga Selasa (16/03), Sekolah Teknik Menengah (STM) Katolik St.Yoseph Nenuk menggelar Ujian Sekolah (US) bagi siswa/i Kelas XII untuk 5 jurusan.

Pater Kepsek STM Katolik St.Yoseph Nenuk, Petrus Dile Bataona, SVD, S.Fil. M.Sc mengatakan Ujian Sekolah selama 8 hari itu, diikuti oleh siswa/i kelas XII dari  5 Jurusan yakni Teknik Otomotif Kendaraan Ringan (TOKR), Teknik Pemesinan (TP), Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB), Bisnis Konstruksi dan Properti (BKP) serta Teknik Komputer Jaringan (TKJ) dengan jumlah keseluruhan 102 orang.

“Sesuai jadwal mata pelajaran yang diuji selama sepekan lebih ini berjumlah 16 bidang studi,” ungkap Petrus kepada media ini, Senin (08/03).

Ia merasa optimis dengan hasil Ujian Sekolah yang akan diraih oleh para siswa/i nanti, karena selama ini mereka sudah dibekali dengan teori maupun  praktek baik di sekolah dan didunia Industri.

“Saya pikir siswa/i sudah siap mengikuti ujian karena memang selama ini sudah dibekali dengan teori maupun praktek yang cukup,” jelas Pastor asal Lamalera Lembata ini.

Namun untuk Ujian Sekolah, lanjut Dia, pihaknya memiliki kebijakan yang harus diselesaikan oleh para siswa/i kelas XII diantaranya  dengan menyelesaikan tunggakan administrasi sekolah.

Selain itu laporan praktek kerja industri (Prakerin) juga merupakan salah satu syarat untuk mengikuti ujian sekolah.

“Jika tidak, siswa tersebut tidak diikutkan dalam ujian, sambil menunggu tunggakan dan laporan Prakerin diselesaikan barulah dia ikut ujian,” tegasnya.

Salah Satu Sisi Gedung Sekolah STM St.Yoseph Nenuk, Kabupaten Belu. Foto : Ist

Pater Kepsek kemudian menjelaskan bahwa, siswa yang mengikuti ujian hanyalah mereka yang sudah selesaikan tunggakan seperti Laporan Prakerin, keuangan sekolah maupun asrama. Sedangkan mereka yang belum selesai, tidak diikutkan dalam ujian.

“Hal ini kita perhatikan serius, sehingga tidak terjadi lagi tunggakan seperti yang terjadi pada tahun-tahun kemarin yang belum selesai hingga kini,” jelas Bataona.

Dengan adanya ujian sekolah ini, Ia berharap agar siswa/i kelas XII dapat mengikuti dan mengerjakan soal dengan baik sehingga memperoleh hasil maksimal.

Pantauan media, tampak siswa/i mengikuti dan mengerjakan soal-soal Ujian Sekolah dengan seksama yang diawasi oleh panitia ujian. (Agus Kefi/42na/Atambua)

%d blogger menyukai ini: