Fortuna

Sintus Naif Bilang Pariwisata Belum Jadi Sektor Unggulan di TTU

“Jadi tidak boleh setengah-setengah menata sektor pariwisata karena sejatinya daerah ini sangat potensial dan strategis sebagai daerah tujuan wisata yang berkelas nasional dan internasional,”

Pesona Jembatan Bima Sakti di Noepesu, yang menghubungkan Kabupatenn TTS dan TTU. Foto : Majalah Fortuna

Pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur masih menjadi perbincangan hangat dikalangan DPRD dan pemerintah Kabupaten TTU .

Wakil Ketua DPRD TTU, Yasintus Naif menilai pengelolaan pariwisata TTU masih parsial, belum fokus dan terintegrasi sebagai salah satu sektor unggulan di gerbang internasional, Indonesai dan Timor Leste

TTU itu adalah wajah Indonesia. Kita juga punya potensi wisata yang unggul dan kompetitif. Jadi tidak boleh setengah-setengah menata sektor pariwisata karena sejatinya daerah ini strategis sebagai daerah tujuan wisata yang berkelas nasional dan internasional, ujar Yasintus kepada www.fortuna.press, Minggu, (29/11).

Baginya posisi strategis TTU yang memiliki batas darat internasional di Wini dan Oecusse harusnya menjadi satu bergaining yang kuat dan masif dalam mengakses dukungan anggaran pembangunan infrastkrutur dari pusat dan propinsi untuk menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan

Terlepas dari capaian pembanguanan yang sudah dilakukan Bupati Raymundus dan Wakil Bupati Aloysius Kobes, Ia berharap siapapun yang terpilih sebagai Bupati TTU, periode 2021-2025 harus memiliki visi besar untuk menata pariwisata sebagai kekuatan baru menjadikan TTU sebagai daerah tujuan wisata internasional.

Pembangunan pariwisata katanya masih membutuhkan perencanaan yang matang dan teritengrasi. Pengalokasian anggaran dari DPRD akan menjadi linear jikalau perencanaan yang diajukan pemerintah juga memadai.

“Apalagi posisi TTU sangat potensial dan strategis karena kini merupakan pintu gerbang internasional. Wisata perbatasan jadi isu sentral yang perlu didukung bersama. Dan DPRD TTU secara kelembagaan siap mendukung pengembangan sektor pariwisata ini kedepan,”tegas politisi Partai Hanura itu dalam layanan telepon dengan www.fortuna.press, Minggu, (29/11)

Wakil Ketua DPRD TTU dari Fraksi Hanura, Yasinuts L. Naif. Foto : Ist

 Ia menilai disatu sisi potensi dan daya tarik wisata TTU yang mumpuni namun disisi lain belum dilakukan pemetaan untuk dikelola dengan baik, fokus dan terintegrasi. Perencaanan dan pemetaan akan potensi unggulan pariwisata daerah belum bisa direkam dengan baik bahkan TTU belum memiki Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (Riparda).

Kawasan Wini- Tanjung Bastian misalnya yang adalah daerah perbatasan mesti mendapat porsi sentuhan yang terarah.

Dukungan Anggaran dari Pusat

Dengan keuangan yang terbatas namun posisi TTU begitu startegis sebagai beranda negara dan pintu perbatasan maka bisa mengoptimalkan lobi ke pemerintah pusat untuk mengkases dana. Jadi tidak saja dari kementerian pariwisata tetapi juga dari badan perbatasan dan lainnya untuk mengenjot pengelolaan dan pembangunan lintas sektor di kawasan ekonomi Wini dan Tanjung Bastian,” ujar Sintus

Baginya hadirnya Pos Lintas Batas Nasioal (PLBN) megah yang dibangun pemerintah pusat di Wini menunjukan daerah ini mempunya posisi tawar yang sangat strategis. Pemerintah daerah dalam hal ini tinggal menyesuaikan dan melakukan pemetaan hal-hal mana yang mesti disupport pemerintah pusat dan mana yang mesti ditangani pemerintah propinsi dan pemerintah kabupaten.

Dalam konteks itulah dewan secara kelembagaan siap mendukung langkah-langkah apapun yang dilakukan pemerintah terutama dalam meningkatkan askes infrastruktur jalan ke destinasi-destinasi wisata kedepan.

Ia mencontohkan akses ke Noepesu di kecamatan Miomafo Barat pasca dibangunanya jembatan Bimasakti oleh TNI namun akses jalan kesana masih terbatas. Mestinya dengan konsep “Tuntas Ruas” maka akses Eban – Noepesu bisa segera dirapikan pasca dibangunnya jembatan yang sempa viral itu.

Hal itu  dikarenakan kesiapan infrastruktur menjadi indikator utama untuk percepatan pembangunan pariwisata di kabupaten TTU yang adalah beranda terdepan Indonesia.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata TTU, Robertus Nahas belum lama ini mengatakan dengan anggaran yang terbatas pihaknya coba merencanakan penataan pada beberapa tempat wisata yang selama ini menjadi unggulan daerah

“Kita  tata Tanjung Bastian, kita benahi homestay, lopo, MCK, dan  beberapa fasilitas lain untuk kebutuhan pengunjung sekaligus menjadikan kawasan itu sebagai daerah tujuan wisata selain jadi spot pagelaran event tahunan Pacuan kuda,” ujarnya kepada www.fortuna.press di Kefamenanu belum lama ini.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten TTU, Robertus Nahas. Foto : Fortuna

Untuk tahun 2020 katanya, dengan adanya covid maka hanya beberapa kegiatan promosi wisata  yang bisa dilaksanakan yakni Lomba band dan festival seni budaya di kawasan wisata Oeluan.

Sebelumnya kawasan Oeluan juga sudah ditata sebagai pusat hiburan bagi warga kota Kefamenanu dan sekitarnya seiring adanya kolam renang, ekowisata, rumah pohon dan juga kawasan mancing ikan air tawar yang ada sebelahnya.

Dia berharap tahun 2021 DPRD TTU mendukung peningkatan anggaran untuk penataan destinasi dan promosi.  (tim/42na)

%d blogger menyukai ini: