Fortuna

Sering Dikeluhkan Warga, Ruas Jalan Kewapante ke Habibola Dianggarkan Rp 5 Miliar Tahun 2021

“Stef Sumandi meyakini dengan dana Rp 5 Miliar untuk perbaikan jalan itu maka mobilisasi orang, barang dan jasa dari dan ke kota Maumere makin lancar”

Ketua Komisi II DPRD Sikka, Stef Sumandi, S.Fil. Foto : Ist

MAUMERE- Fortuna; Warga Kecamatan Hewokloang dan Doreng, Kabupaten Sikka, Propinsi Nusa Tenggara Timur mengeluhkan rusaknya akses jalan dari pertigaan Kewapante hingga simpang Habibola.

Meski sebagai daerah sentra pertanian dan perkebunan di Kabupaten Sikka, warga selalu kesulitan memobilisasi hasil pertaniannya dari desa ke Kota Maumere karena terkendala askes jalan yang terpantau masih “bopeng” dimana-mana

Ruas jalan yang nampak rusak dari Kewapante hingga Pertigaan Habibola diperkirakan mencapai kurang lebih 9 kilometer. Beberapa titik kerusakan serus terlihat di Napun Seda, Heo hingga Botan di Kecamatan Hewokloang.

Masih di kecamatan yang sama, kerusakan parah juga terjadi dari Maget -Baomekot hingga Ohe.  Di kawasan ini ditemukan beberapa kubangan air yang dibiarkan bertahun-tahun dan sangat menggangu pengendara roda dua maupun roda empat.

Kondisi Jalan di samping SDK Ohe, Kecamatan Hewokloang. Foto diambil Desember 2020. dok.Fortuna

Sementara di kecamatan Doreng, kerusakan parah terpantau mulai dari Pelibaler – Wolonterang hingga simpang Habibola. Dilokasi ini hampir pasti kendaraan roda 4 dan 6 tidak bisa melintas lagi apalagi pada musim hujan seperti sekarang.

Tokoh masyarakat kecamatan Doreng, Klemens Sawu menilai pemerintah sengaja membiarkan ribuan orang warga dari tiga kecamatan itu merana dengan askes transportasi yang buruk selama bertahun-tahun.

“Ya ini kan poros kecamatan, boleh kita katakan sumber ekonomi kabupaten Sikka ada disini tapi perhatian jalan ini tidak ada. Jalan rusak ini memang peninggalan  dari bupati periode yang satu ke bupati yang lain. Pekerjaannya juga sepotong-sepotong,” ujar Klemens kepada www.fortuna.press belum lama ini

Kepada Pemerintah dan DPRD Sikka, Klemens meminta untuk segera memperbaiki ruas jalan yang rusak tersebut karena selain sangat membahayakan pelintas tapi juga membuat ongkos angkutan produk pertanian warga jadi terasa mahal ke kota

Ia juga menilai proyek pengerjaan jalan pada ruas jalan Kewapante- Habibola selama ini tidak merata. Disatu sisi sebagian jalan dihotmix tapi disisi lain ada banyak ruas jalan yang masih rusak parah bahkan lubang menganga selama bertahun-tahun

“Kalau dana terbatas ya cukup dirapikan semua ruas jalan dan sama rata mulai dari Kewapante hingga Habibola, jangan sepotong hotmix dan sebagian lapen pun tidak,” katanya

Klemens mencontohkan ruas jalan dari Baomekot ke Ohe tepatnya dibawa SMP MBC Ohe dan SDK Ohe sudah lebih dari sekitar 15 tahun sangat memprihatinkan. Kondisi yang sama terlihat di Wolonterang- Hamar hingga simpang Habibola

Roalewok, Desa Wolomotong, Pintu Masuk Kecamatan Doreng. Foto diambil Desember 2020. dok.Fortuna

Terpisah, Fransiskus Goleng, seorang warga Hewokloang meminta kepada pasangan Bupati Roby Idong dan Wakil Bupati Sikka Romanus Woga untuk menuntaskan janji kampanyenya membereskan persoalan dasar warga terutama jalan, air dan listrik

Selain akses jalan yang rusak begitu lama,listrik dan masalah air bersih jadi keluhan yang seakan tak kunjung usai. Kita minta pemerintah Bupati dan Wakil Bupati sekarang untuk segera bereskan ini,” ujarnya

Sementara Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sikka, Tommy Lameng kepada www.fortuna.press, Kamis, (1/4/2021) mengaku anggaran untuk perbaikan jalan Kewapante – simpang Habibola sudah disiapkan tahun 2021 dari pos Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Iya T.A. 2021 di ruas jalan tersebut ada dialokasikan dana DAK sekitar 5M. Hanya detail penanganannya menyusul. Trims,” ujar Kadis Tomy Lameng dalam layanan Whatsapps menjawab fortuna.press terkait ketersediaan anggaran untuk perbaikan jalan tersebut

Tanpa merincikan volume, sasaran dan teknis pengerjaannya, Tommy mengatakan bahwa keluhan warga soal jalan rusak tersebut akan ditangani dalam tahun ini juga

Terpisah Ketua Komisi II DPRD Sikka, Stef Sumandi mengatakan pemerintah telah mengalokasikan dana senilai Rp 5 miliar untuk menuntaskan ruas jalan Kewapante- Simpang Habibola dalam tahun anggaran 2021

Ia berharap anggaran tersebut segera diproses pemerintah sehingga bisa mulai dikerjakan pada musim kemarau tahun ini

“Ruas jalan itu (Kewapante- simpang Habibola) sudah ada anggaran tahun ini kaka, 5 miliar,” tulis Stef menjawab fortuna.press terkait alokasi dana tersebut

Dia berharap dana tersebut segera dieksekusi sehingga akses jalan tersebut bisa dirasakan warga kecamatan Kewapante, Hewokloang  dan Doreng, “ ujar politisi PDI Perjuangan itu

Stef meyakini dengan diperbaiki jalan tersebut maka mobilisasi orang, barang dan jasa dari dan ke kota Maumere makin lancar jaya dengan semua jenis angkutan

Tanjakan setelah SMP MBC Ohe. Foto diambil Desember 2020. Dok.Fortuna

Untuk diketahui Kecamatan Hewokloang, Doreng dan Mapitara merupakan daerah yang kaya akan hasil pertanian dan perkebunan. Sebagai daerah pegunungan, ketiga wilayah ini memiliki banyak komoditi unggulan dan jadi salah satu penyangga ekonomi di Kabupaten Sikka.

Selain jadi daerah produsen buah-buahan, komoditi perkebunan dan perdagangan seperti cengkah, kakao, kelapa, vanili, kemiri, pala,salak, durian dan aneka jenis tanaman hortikultura juga disuplai dari daerah ini.

Meski demikian askes transportasi dan infrastruktur dari daerah ini ke Geliting dan Kota Maumere terpantau sangat memprihatinkan. Moda transportasi yang bisa melayani daerah ini adalah Minibus, mobil PickUp dan beberapa unit angkutan desa yang sangat terbatas muatannya. (tim/42na)

%d blogger menyukai ini: