Fortuna

Romo Moses Perkenalkan Garam Pintu Air Kepada Gubernur NTT

“Garam di provinsi NTT mempunyai masa depan yang prospektif kalau di kelola dengan baik, benar dan profesional ke depan”

Gubernur NTT, Viktor Laiskodat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sikka selama 2 hari sejak Minggu, (26/7) hingga Senin, (27/7), dalam lawatan sepekan ke wilayah Flores Bagian Timur yang meliputi  Sikka, Flores Timur dan Lembata.

Sejak tiba di Maumere pada Minggu, (26/7), Viktor ditemani Bupati Sikka Fransiskus R. Diogo dan Wakil Bupati Sikka Romanus Woga  melakukan beberapa agenda penting antara lain melepas pengiriman (ekspor) ikan tuna dan cakalang ke Korea Selatan melalui PT Karya Cipta Buana Sentosa (KCBS).

Dari situ Gubernur melakukan kunjungan ke Lahan Pertanian Irigasi Tetes yang dikelola petani milenial Yance Maring  dan menuju Susteran SSpS di Kewapante untuk menyerahkan bantuan 1 unit mobil tangki air kepada komunitas Susteran

Pada Senin, (27/7), Gubernur melakukan tatap muka dengan OPD Kabupaten Sikka dan undangan resmi lainnya di Sao Wisata Maumere, diikuti dengan pertemuan khusus bersama Pater Hendrich Bolen, seorang misionaris katolik yang membaktikan dirinya secara total untuk pembangunan iman umat di Keuskupan Maumere.

Satu agenda penting yang dilakukan Gubernur Viktor  dalam lawatan kali ini adalah berkunjung ke Rumah Produksi Garam Beryodium di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka. Rumah produksi garam ini merupakan satu unit bisnis/ sektor riil yang dikelola oleh KSP Kopdit Pintu Air

Tiba di rumah produkasi Senin, (27/7) siang, Gubernur Viktor diterima secara resmi oleh Ketua Pengurus Pusat KSP Pintu Air Yakobus Jano, Sekretaris Magdalena Peni Lamak, Ketua Bidang Humas Vinsensius Deo dan jajaran pengurus Pintu Air, Field Manager Ifan Parera serta Penanggungjawab Rumah Produksi Garam Konsumsi Beryodium, Romo Moses Kuremas yang juga adalah salah seorang Pengurus/Komite KSP Kopdit Pintu Air.

Pada kesempatan itu Penanggungjawab Rumah Produksi Garam Konsumsi Beryodium, Romo Moses Kuremas dan Field Manager Ifan Parera langsung mengajak Gubernur Viktor Laiskodat untuk meninjau lokasi tambak garam sekaligus melakukan Garam Pintu Air (Pintar) dilokasi yang tak jauh dari rumah produksi itu.

Setelah melakukan panen garam secara simbolis,  Gubernur dan rombongan kemudian menuju rumah produksi garam beryodium.

Kepada Gubernur, Romo Moses didampingi Ifan Parera menjelaskan detail tentang cara kerja mesin produksi garam, dari awal hingga menjadi garam “Pintar” dalam kemasan yang kini sudah mulai dipasarkan.

Adapun rumah pabrik garam beryodium tersebut bernaung dibawah PT Garam Pintar Asia, yang merupakan salah satu unit binsis/ sektor riil milik KSP Kopdit Pintu Air.

Gubernur NTT, Viktor Laiskodat didampingi Romo Moses dan pengurus KSP Kopdit Pintu Air menuju lokasi tambak garam Pintar di Nangahale. Foto : Ist

Garam, Masa Depan NTT

Kepada Ketua Pengurus Pusat Yakobus Jano, Romo Moses dan karyawan PT Garam Pintar Asia karyawan garam, Gubernur Viktor Laiskodat mengapresiasi langkah KSP Kopdit Pintu Air yang giat merambah usaha sektor riil juga memberi dukungan penuh kepada Romo Moses, seorang Imam Katolik untuk mengembangkan usaha tersebut bersama umat di paroki setempat

Menurut Viktor, usaha garam di provinsi NTT mempunyai masa depan yang prospektif di daerah ini kalau di kelola dengan baik, benar dan profesional ke depan.

Viktor yang adalah seorang pengusaha sukses itu mengaku sangat ramah dengan dunia yang namanya garam karena sudah biasa urus garam. Oleh karena itu sejak dirinya menjadi gubernur NTT salah satu sektor unggulan yang dibidik pemerintah provinsi adalah garam.

Kepada seluruh pengurus KSP Pintu Air dan pengelola program, Gubernur Viktor berjanji untuk mendatangkan kaum profesional untuk melihat dari dekat potensi dan daya dukung garam di Nangahale sehingga dapat diproduksi lebih besar, maju dan memenuhi kebutuhan garam lokal dan regional.

Kehadiran orang profesional itu diharapkan dapat bekerjasama dengan Romo Moses selalu Penanggungjawab Program dan juga Manajemen Kopdit Pintu Air  sehingga tambak garam itu bisa menghasilkan garam yang sehat untuk konsumsi masyarakat maupun untuk kepentingan industri.

Dalam sekilas sambutannya Viktor berkeyakinan bahwa  garam Nangahale dapat memenuhi kebutuhan kebutuhan garam dari wilayah Flores bagian Timur dari Sikka hingga Lembata dan Alor.

Sementara Ketua KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano memberi apresiasi atas kunjungan gubernur NTT ke Rumah Produksi Garam Konsumsi Beryodium guna memberi dukungan dan motivasi atas apa yang dirintis Romo Moses bersama umat dengan dukungan penuh dari koperasi Pintu Air.

Dikatakan KSP Kopdit Pintu Air dalam beberapa waktu belakangan sudah mulai serius menggenjot sektor rill.

Dua unit bisnis yang kini mulai total dikembangkan Kopdit Pintu Air yakni Pabrik Minyak Goreng PINTAR  dan Garam PINTAR

Kepada Gubernur, Yakobus mengatakan bahwa Kopdit Pintu Air tetap fokus membidik pangsa pasar masyrakat kecil yakni Nelayan Tani Ternak dan Buruh atau yang sering disingkat NTTB

Baginya, satu hal yang tentu sangat dibutuhkan oleh para pelaku koperasi adalah pendampingan dan pelatihan bagi ratusan ribuan orang anggota dan kelompok usaha yang saat ini merintis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). (tim/42na)

%d blogger menyukai ini: