Fortuna

Rayakan Ultah ke-60 Bank NTT “Turun Gunung” Beri Makanan Tambahan Bagi 6000 Baduta

“Stunting ini tidak datang dari mana-mana melainkan datang dari kita sendiri. Karena itu saya harapkan semua kita untuk ikut berperan aktif. Ketika saya menjadi gubernur, stunting kita 42 persen. Saya baru dapat laporan, sekarang sudah berada pada angka 22 persen,”Gubernur Viktor

Gubernur NTT berbelanja produk sayuran segar dari pedagang pasar Bhoba Kota Bajawa dalam kunjungannya bersama Bank NTT belum lama ini. Foto : Fortuna

KUPANG, fortuna.press —Bank NTT turun gunung memberi perhatian serius dalam menekan angka prevelensi stunting di daerah ini dengan memberi makanan tambahan untuk 6.000 bayi bawah dua tahun (Baduta) di seluruh NTT.

Aksi simpati tersebut merupakan atensi manajemen menyamabut Hari Ulang Tahun (HUT) Bank NTT ke -60 yang jatuh pada tanggal 17 Juli 2022.

Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho mengatakan dalam rangka merayakan HUT ke-60, Bank NTT bersama pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten dan  kota se-NTT bertekad menyelesaikan masalah stunting melalui pemberian makanan tambahan kepada 6000 Baduta.

Kegiatan itu katanya berlangsung di 23 cabang Bank NTT dan program ini diberi nama ‘Bank NTT Peduli Stunting,” beber Alex, ketika menghadiri acara pemberian makanan tambahan bagi Baduta di Desa Batulesa, Kabupaten Kupang, Selasa, (21/6).

Bentuk kegiatan dari program ini adalah Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada 6.000 anak usia di bawah dua tahun (Baduta) gizi kurang periode 1 bulan/30 hari pada setiap kabupaten/kota selama 30 hari dan akan berkelanjutan dengan program asuhan hingga Desember 2022.

Langkah tersebut merupakan upaya cerdas Bank NTT untuk mencegah terjaddinya stunting melalui interevensi Gizi Buruk dan Gizi Kurang bagi sekitar 6000 warga NTT sebagaimana data yang diperoleh dari Pemprov NTT melalui Pokja Percepatan Penurunan Stunting AKI (Angka Kematian Ibu) -AKB (angka kematian Bayi) Propinsi NTT.

Dalam kegiatan ini, Bank NTT tidak saja berkolaborasi dengan seluruh fasilitas kesehatan dalam pemberian makanan tambahan, melainkan menggunakan berbagai alternatif media seperti pemutaran film tentang nasihat-nasihat gizi maupun materi lain yang berhubungan dengan kesehatan.

Hal itu katanya, karena mencegah bayi stunting tidak saja tanggungjawab ibu dan bapak si anak melainkan seluruh keluarga, atau orang dekat seperti kakak, saudara, serta ayah dan ibu dari kedua orang tua.

Program aksi Bank NTT inipun mendapat apresiasi dari Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat ketika sambutan seusai Kebaktian Syukur Panen dan Panen Perdana kebun bawang merah Gereja GMIT Aku Ada Batun, Desa Batulesa Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang.

“Stunting ini tidak datang dari mana-mana melainkan datang dari kita sendiri. Karena itu saya harapkan semua kita untuk ikut berperan aktif. Ketika saya menjadi gubernur, stunting kita 42 persen. Saya baru dapat laporan, sekarang sudah berada pada angka 22 persen,”tegas Gubernur Viktor

Ia berharap agar seluruh pasangan usia subur mengkonsumsi kelor sehingga memiliki kadar Hb (Hemoglobin) yang mencukupi.

“Kepada pasangan harus makan kelor. Khusus ibu-ibu agar hemoglobinnya baik. Kalau Hb tidak cukup maka keluar anaknya stunting. Saya ingin sebelum saya turun nanti, sudah ada pada angka 10 persen,”ujar Gubernur Laiskodat.

Diakui bahwa untuk turun ke angka 10 bukan kerja bisa, melainkan kerja besar. Dia menyebut kabupaten yang msih hatus didorong yakni Kabupaten TTS, Kabupaten Kupang dan beberapa kabupaten lain karena mereka menghasilkan angka sunting yang tak sedikit.

Gubernur VBL menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Bank NTT yang sudah berpartisipasi memberi makanan tambahan bagi anak-anak dibawah dua tahun usianya (Baduta).

“Terimakasih kepada Bank NTT dan ini diharapkan terus menerus dan tidak satu hari saja. Agar didampingi terus, diberi edukasi sampai anaknya jadi, dan bisa berdiri. Beri makanan tambahan dari sekelilingnya yang menjadi kekuatan pangan lokal yang juga tak kalah dari pangan lainnya,”tegas VBL. (Rilis/42na)

%d blogger menyukai ini: