Fortuna

Ratusan WNI Diterbangkan Dari Dili Timor Leste dan Menjalani Karantina Mandiri di Kupang

“Penjagaan di beberapa Pos Lintas Batas Negara antara Indonesia dan Timor Leste diperketat, bahkan jalur-jalur tikus pun dipantau secara ketat oleh petugas keamanan kedua negara,” Dubes Sahat Sitorus

Dubes RI untuk RDTL, Sahat Sitorus pose bersama penumpang sebelum menaiki tangga pesawat menuju bandara internasional El Tari di Kupang, Jumat, (8/1). Foto : Ist

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Timor Leste melepas sediktinya 118 Warga Negara Indonesia (WNI) repatriasi sukarela liburan tahun baru dari Dili, ke Kupang dan Pulau Jawa, Jumat (8/1).

Ratusan WNI ini merupakan repatriasi kali kedua setelah tahap pertama dilakukan KBRI pada Mei 2020 lalu. Mereka diangkut menggunakan maskapai Nam Air ke Kupang dan langsung dijemput tim gugus tugas covid-19, untuk menjalani karantina mandiri selama lima hari kedepan sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah masing-masing.

“Bukan deportasi, hari ini saya dan kawan-kawan dari KBRI melepas atau take off repatriasi sukarela libur tahun baru, 118 orang ke Kupang dan beberapa ke Pulau Jawa. Setelah liburan mereka akan kembali,” jelas Duta Besar Indonesia Untuk Timor Leste, Sahat Sitorus melalui layanan whatsap, sebagaimana dikutip dari Merdeka.com – Jumat (8/1).

Menurut Sahat, repatriasi tersebut direncanakan dilakukan tiga kali. Bahkan dalam rombongan kali ini terdapat juga Krisdayanti bersama anak dan suaminya yaitu Raul Lemos.

“Dari Timor Leste dua kali. Repatriasi pertama secara mandiri sebanyak160 orang pada Mei 2020, saya lepas bersama tim covid-19 KBRI Dili. Yang hari ini kedua 118 orang, kemungkinan ada tiga tahap tapi calon peserta masih berembuk. Krisdayanti liburan dengan anak anaknya ke Dili, bersama suami Raul Lemos,” katanya.

Ratusan penumpang WNI di DIli mengantri di loket Check in NAM Air di Bandara Presidente Nicola Labato, Dili, kemarin. Foto : Ist

Ia menambakan, penjagaan di beberapa Pos Lintas Batas Negara antara Indonesia dan Timor Leste diperketat, bahkan jalur-jalur tikus pun dipantau secara ketat oleh petugas keamanan kedua negara.

“Timor Leste masih aman karena zero death dan dari Februari 41 kasus sekarang. Masih state of emergency ke 9 sampai dengan 14 Januari. Ketat di batas PLBN, kita jaga ketat jalur tikus agar tidak bocor, karena ada 9000 an WNI di Timor Leste,” ungkap Sahat.

Informasi yang dihimpun, ratusan WNI ini dikarantina sementara di Hotel Ima, Sasando serta Aston Kupang. (tim/42na)

%d blogger menyukai ini: